7cloud.asia – Krisis air bersih sebagai imbas kemarau panjang akibat El Nino juga dirasakan warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Krisis air bersih ini dimanfaat beberapa warga untuk menjual air bersih sumur bor.
Salah satunya Nanni, warga jalan Nusa Tamalanrea Indah (NTI), Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar yang menangguk untung dari krisis air bersih di Makassar ini.
Nanni menjual air kepada warga sejak pagi hingga malam hari.
“Iya ini air dari sumur bor, dari PDAM kan tidak jalan (tidak mengalir). Saya menjual ini mulai dari hari Minggu, saya menjual mulai pagi sampai jam 11 malam,” jelas Nani seperti yang dilansir Kompas.com
Baca: Kekeringan NTB sudah masuk level Awas
Dalam sehari, lanjut Nanni, dirinya dapat menjual puluhan hingga ratusan jerigen dengan harga Rp 3000. Ia pun juga melayani pengiriman air bersih dengan ongkos kirim antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000.
“Keuntungan dalam sehari itu palingan Rp 200.000 sampai Rp 300.000, ada juga Rp 1 juta. Satu jerigen itu harganya Rp 3.000. Kalau dibawakan (diantarkan) Rp 30.000 itu pun dibagi sama yang antar,” paparnya.
Keuntungan dari penjualan air ini ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga kecilnya.
Selanjutnya Nanni menjelaskan pelanggan air sumur bor miliknya itu kebanyakan merupakan warga kompleks NTI yang selama ini hanya mengandalkan air dari PDAM.
“Ini yang ambil orang perumahan di bagian dalam yang tidak bisa sumur bor. Iya ini begini semenjak kemarau masuk, susah air,” katanya.
Baca: El Nino picu kenaikan harga beras
Pasokan air yang berkurang dikeluhkan warga yang menggunakan air berasal dari PDAM. Sebab, mereka sering tidak mendapatkan pasokan air dari PDAM karena kekeringan. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga, Adnan.
“Sudah beberapa hari ini memang air dari PDAM tidak mengalir disini, jadi kita biasa beli air di depan untuk digunakan,” kata Adnan.
Adnan memaparkan harga satu jeriken air bersih Rp 3.000 per 20 liter. Dalam sehari, Adnan dan keluarga juga harus menghabiskan sekitar 5 jerigen.
“Kalau mencuci kan biasa kita laundry. Ini yang keperluan kayak memasak, minum, mandi, dan lain-lain, untung ada jual begini dan murah,” jelasnya.
Baca: Ribuan warga Serang mulai rasakan dampak kekeringan
Sebelumnya PDAM Makassar telah mengumumkan pasokan air berkurang untuk wilayah Kecamatan Ujung Pandang, Panakkukang, Makassar, Tallo, Ujung Tanah, Bontoala, Wajo, Tamalanrea, dan Biringkanaya.
Beberapa waktu lalu Direktur Utama PDAM, Beni Iskandar membenarkan
informasi pasokan air bersih di 10 Kecamatan di Kota Makassar terganggu.
Hal ini akibat situasi air baku di Bendungan Lekopancing saat ini berkurang signifikan.
“Beberapa pekan ini memang sudah terlihat kondisinya sudah menurun, tentu akan berdampak pada pelayanan air kami di beberapa tempat yang sumber airnya mengandalkan dari Bendungan Lekopancing ini,” jelas Beni.
Karena itu, pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Baca: Awal musim hujan tahun ini diperkirakan bakal mundur
Sebelumnya PDAM Makassar telah mengumumkan pasokan air berkurang untuk wilayah Kecamatan Ujung Pandang, Panakkukang, Makassar, Tallo, Ujung Tanah, Bontoala, Wajo, Tamalanrea, dan Biringkanaya.
“Kekeringan tersebut berdampak langsung ke daerah tersebut, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” katanya.
Untuk mengatasi krisis air bersih di Kota Makassar, lanjut Beni, PDAM Makassar akan menyuplai air melalui armada mobil tangki ke beberapa wilayah terdampak.
“Kami sudah siapkan pengantaran air melalui mobil tangki secara berkala
untuk menutupi defisit pasokan air ke beberapa daerah terdampak hal dan itu gratis,” ujarnya.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply