DPR: Penghematan Energi Jangan Sampai Mengganggu Kegiatan Penting

Written by

in

7cloud.asia – Dalam konteks penghematan energi guna mengatasi kondisi global, pemerintah didorong untuk secara cermat menentukan sektor-sektor yang lebih relevan untuk diterapkan kebijakan work from home (WFH).

Anggota Komisi X DPR, Reni Astuti menegaskan, hal ini penting agar tidak ada proses kegiatan penting yang terganggu.

Pernyataan tersebut disampaikan merespons pemberitaan yang berkembang terkait maju-mundurnya kebijakan pembelajaran jarak jauh secara daring yang sempat digulirkan oleh pemerintah tapi kemudian dibatalkan.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menegaskan setiap kebijakan di sektor pendidikan harus diambil secara hati-hati dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa.

Baca: Wacana work from home bagi ASN untuk penghematan energi

Ia menekankan bahwa setiap keputusan harus melalui proses kajian yang komprehensif, berbasis data, serta mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi peserta didik.

“Dalam membuat kebijakan, dalam hal ini sektor pendidikan, kita tidak boleh mengambil keputusan secara terburu-buru. Semua kebijakan harus melalui kajian yang mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi siswa,” ujar Reni dikutip Parlementaria, Kamis (26/3/2026).

Ia mendorong pemerintah untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk tenaga pendidik, orang tua, dan pakar pendidikan dalam setiap perumusan kebijakan.

Lebih lanjut, Reni berharap setiap kebijakan pendidikan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik peserta didik serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan nasional secara berkelanjutan.

“Tujuan utama pendidikan adalah mencetak generasi yang unggul. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus benar-benar matang dan berorientasi pada masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Baca: Pro kontra pembelajaran jarak jauh untuk penghematan energi

Dalam pernyataan itu, Reni menyatakan dukungannya pembatalan wacana Pembelajaran Jarak Jauh yang diumumkan oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada Rabu (25/3/2026) lalu.

Menurutnya, hingga saat ini, model pembelajaran tatap muka masih menjadi metode yang paling optimal dalam mendukung proses belajar mengajar.

Interaksi langsung antara guru dan siswa dinilai memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, pemahaman materi, serta perkembangan sosial peserta didik.

“Sekolah tatap muka tetap menjadi pilihan terbaik saat ini, karena memberikan pengalaman belajar yang lebih utuh, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter,” jelasnya.

Reni juga mengingatkan bahwa inovasi dalam pendidikan tetap diperlukan, namun harus diimplementasikan secara terukur dan tidak mengorbankan kualitas pembelajaran.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *