Warga Jakarta Diminta Mewaspadai Cuaca Panas Ekstrem Saat Musim Kemarau

Written by

in

7cloud.asia – Menurut tinjauan musiman ASMC (ASEAN Specialised Meteorological Centre), suhu di atas normal atau cuaca panas ekstrem diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia selama periode Maret hingga Mei 2026.

Cuaca panas ekstrem ini sudah berlangsung sejak beberapa hari menjelang Lebaran 2026 atau saat memasuki musim kemarau. Bahkan, suhu udara di Jakarta sempat mencapai 35,6°Celcius.

Menyikapi cuaca panas ekstrem ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan meminta masyarakat untuk mewaspadai dampak suhu panas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, terdapat sejumlah masalah kesehatan yang perlu diwaspadai selama periode cuaca panas ekstrem ini.

Di antaranya heat stroke yang merupakan kondisi darurat medis dengan gejala suhu tubuh tinggi, kulit panas dan kering, serta kebingungan.

Selain itu, heat exhaustion dengan gejala pusing, mual, sakit kepala, kram otot, dan keringat berlebih juga perlu diantisipasi.

Baca: Suhu di atas normal bakal landa sebagian besar wilayah Indonesia

Dehidrasi berat akibat berkurangnya cairan tubuh secara drastis dapat memicu gangguan ginjal akut.

Tidak hanya itu, panas ekstrem juga dapat menekan kerja jantung sehingga memperburuk penyakit kardiovaskular dan diabetes, serta menyebabkan iritasi kulit seperti ruam panas dan meningkatkan risiko kanker kulit.

“Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh saat cuaca panas untuk mencegah gangguan kesehatan,” ujarnya, Kamis (19/3).

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menginformasikan bahwa suhu tinggi dapat berdampak langsung terhadap kondisi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta pekerja luar ruangan.

Terkait pola konsumsi selama cuaca panas, Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta masyarakat untuk memperhatikan asupan cairan terutama di bulan puasa. Menurutnya, air putih tetap menjadi pilihan utama karena cepat diserap tubuh dan aman dikonsumsi.

Selain itu, larutan rehidrasi oral atau oralit dapat digunakan untuk menggantikan elektrolit yang hilang, terutama saat dehidrasi sedang hingga berat.

Baca: BMKG ingatkan potensi El Nino pada 2026

Alternatif lainnya adalah air kelapa yang mengandung elektrolit alami dan menyegarkan, serta minuman isotonik yang mengandung elektrolit dan sedikit gula untuk membantu pemulihan energi setelah aktivitas berat.

“Jus buah tanpa tambahan gula juga dapat menjadi pilihan karena mengandung air dan vitamin yang membantu hidrasi ringan,” tandasnya.

Berikut beberapa langkah pencegahan menghindari gangguan kesehatan akibat paparan panas:

• Menghindari paparan panas terutama pada pukul 10.00 hingga 14.00;

• Menggunakan topi atau payung saat berada di luar ruangan;

• Mengenakan pakaian berbahan ringan dan longgar;

• Disarankan menggunakan tabir surya minimal SPF 30 pada kulit yang tidak tertutup pakaian sebelum keluar rumah;

• Minum air putih minimal dua liter per hari;

• Konsumsi buah segar yang banyak mengandung air;

• Kembalikan cairan tubuh yang hilang dengan minuman berelektrolit.

Foto: wikipedia

Baca: Prediksi La Nina dan El Nino makin sulit dilakukan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *