Sama-sama untuk Berkelanjutan, Berikut Beda Desain Biofilik dan Desain Ramah Lingkungan

Written by

in

7cloud.asia – Banyak orang menyamakan desain hijau atau desain ramah lingkungan dengan desain biofilik. 

Padahal desain ramah lingkungan dan desain biofilik adalah dua konsep yang berbeda di bidang arsitektur berkelanjutan dan desain interior.

Desain Hijau, juga dikenal sebagai desain berkelanjutan atau desain ramah lingkungan, berfokus terutama pada meminimalkan dampak lingkungan negatif dari bangunan dan mempromosikan praktik berkelanjutan.

Baca: Manfaat desain biofilik

Desain ramah lingkungan bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi, menghemat sumber daya, dan meminimalkan limbah sepanjang siklus hidup bangunan.

Prinsip green design atau desain ramah lingkungan meliputi efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, konservasi air, pengurangan limbah, dan penggunaan material yang ramah lingkungan.

Di sisi lain, sementara desain biofilik melampaui kelestarian lingkungan untuk menekankan hubungan manusia dengan alam dan manfaat menggabungkan elemen alam ke dalam lingkungan binaan.

Baca: Terapkan desain ramah lingkungan dan kearifan lokal, bangunan ini raih Aga Khan Award

Desain Biofilik berupaya menciptakan ruang yang meningkatkan kesejahteraan manusia, produktivitas, dan kualitas hidup secara keseluruhan dengan mengintegrasikan alam dan pola alami ke dalam desain.

Meskipun desain ramah lingkungan dan Biofilik bertujuan untuk menciptakan ruang yang berkelanjutan dan sadar lingkungan, keduanya memiliki fokus yang berbeda.

Desain ramah lingkungan terutama membahas dampak lingkungan dan efisiensi sumber daya bangunan, sementara desain biofilik menekankan pengalaman manusia dan manfaat psikologis dan fisiologis dari keterhubungan dengan alam.

Baca: Slow city, konsep baru mengelola kota yang lebih ramah lingkungan

Desain ramah lingkungan sering menggabungkan sistem hemat energi, bahan berkelanjutan, dan strategi konservasi sumber daya, sementara desain biofilik mencakup elemen seperti cahaya alami, tumbuh-tumbuhan, bahan alami, dan pemandangan alam untuk menciptakan hubungan dengan alam.

Desain ramah lingkungan terutama berfokus pada kelestarian lingkungan, sedangkan Biophilic Design bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dengan menciptakan ruang yang menumbuhkan hubungan yang kuat dengan alam.

Kedua pendekatan tersebut sangat berharga dalam menciptakan lingkungan binaan yang sehat dan berkelanjutan serta dapat saling melengkapi dalam menciptakan desain yang holistik dan sadar lingkungan.

Baca: Bersepeda, cara warga kota nikmati kotanya

Singkatnya, ini adalah perbedaan utama antara desain ramah lingkungan dan desain biofilik:

Fokus

Desain ramah lingkungan terutama berfokus pada meminimalkan dampak lingkungan negatif dari bangunan dan mempromosikan praktik berkelanjutan.

Desain ramah lingkungan ini menekankan efisiensi sumber daya, konservasi energi, konservasi air, pengurangan limbah, dan penggunaan bahan ramah lingkungan.

Desain Biofilik, di sisi lain, menekankan pada hubungan manusia-alam dan berupaya mengintegrasikan elemen dan pola alami ke dalam lingkungan binaan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan menciptakan ikatan yang lebih kuat dengan alam.

Baca: Salah kaprah pembangunan hunian berkonsep TOD di Indonesia

Tujuan

Desain ramah lingkungan bertujuan untuk mengurangi jejak ekologi bangunan dan membuatnya lebih ramah lingkungan.

Desain ramah lingkungan berusaha untuk mengatasi masalah seperti konsumsi energi, emisi karbon, penggunaan air, dan generasi limbah.

Desain Biofilik, selain menangani keberlanjutan, berfokus pada manfaat fisiologis, psikologis, dan emosional dari keterhubungan dengan alam. Ini bertujuan untuk menciptakan ruang yang meningkatkan kesehatan manusia, produktivitas, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Baca: Sukses terapkan konsep TOD, ini manfaat yang dirasakan warga Kota Bogota

Strategi dan Elemen

Desain ramah lingkungan menggunakan strategi seperti sistem hemat energi, penggunaan energi terbarukan, perlengkapan air yang efisien, bahan daur ulang, dan praktik pengelolaan limbah.

Desain ramah lingkungan ini berfokus pada menggabungkan teknologi berkelanjutan dan meminimalkan konsumsi sumber daya.

Desain biofilik memanfaatkan unsur-unsur alami seperti cahaya matahari, pemandangan alam, tumbuhan hidup, bahan alami, dan fitur air untuk menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan alam.

Desain biofilik ini juga menekankan penggunaan bentuk, pola, dan tekstur organik yang terinspirasi oleh alam.

Baca: Jakarta kini sudah punya peta bersepeda

Pengalaman Manusia

Meskipun Desain ramah lingkungan dan Desain Biofilik memprioritaskan kesejahteraan manusia, Desain Biofilik lebih menekankan pada penciptaan ruang yang berdampak positif bagi pengalaman manusia.

Desain biofilik berusaha untuk meningkatkan fungsi kognitif, mengurangi stres, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan dengan mengintegrasikan elemen alam dan alami ke dalam desain.

Sementara desain ramah lingkungan, sambil mempertimbangkan kenyamanan penghuni, lebih fokus pada pengurangan dampak lingkungan dari bangunan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *