Hadapi Bonus Demografi, Indonesia Harus Bergerak Cepat

Written by

in

7cloud.asia – Indonesia diprediksi mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2035, di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) mencapai porsi terbesar, yakni sekitar 64 persen dari total penduduk

Periode ini merupakan peluang emas (jendela kesempatan) untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Namun bonus demografi juga berisiko menjadi beban jika tidak dibarengi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia manusia (SDM). 

Bonus demografi terjadi ketika jumlah penduduk usia produktif melimpah, dan puncaknya di Indonesia diprediksi pada tahun 2035 sebelum memasuki fase ageing population (penduduk tua).

Dengan populasi produktif mencapai sekitar 64 persen dari total 297 juta jiwa, ini adalah masa produktivitas tinggi, tenaga kerja melimpah, dan potensi pasar domestik yang besar.

Baca Juga: ‘Lebaran Blues’ dan Rasa Kehilangan: Bagaimana Momen Hari Raya Bisa Memicu Duka

Tantangan utama saat mengalami bonus demografi adalah penciptaan lapangan kerja. Pertumbuhan lapangan kerja harus mampu mengimbangi jumlah angkatan kerja muda yang masuk ke pasar kerja.

Peningkatan kualitas SDM juga tak kalah penting. Diperlukan keterampilan (skill) yang relevan dengan teknologi dan industri agar tidak terjadi pengangguran massal.

Satu hal yang menjadi catatan adalah Indonesia mengalami learning loss selama pandemi Covid-19, yang berpotensi menurunkan kualitas angkatan kerja pada tahun 2035.

Untuk mengantisipasi kondisi ini, pemerintah fokus pada kolaborasi dunia pendidikan/vokasi dengan industri, serta memperkuat karakter bangsa. 

Baca Juga: Jumlah Penduduk Jakarta Capai 10,881 Juta Jiwa, Lebih 70 Persen Usia Produktif

Setelah tahun 2035, Indonesia akan mulai memasuki era ageing population, di mana proporsi penduduk lanjut usia meningkat, sehingga bonus demografi ini adalah kesempatan sekali seumur hidup yang harus dioptimalkan. 

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengingatkan dibutuhkan respons agar Indonesia mampu mengoptimalkan bonus demografi tersebut untuk kemajuan bangsa. 

“Saya mengajak agar tidak hanya saya yang gelisah, saya mengajak kita semua gelisah, apa yang bisa kita lakukan pada penduduk usia produktif ini,” kata Ida usai menyaksikan Groundbreaking Pembangunan SMK Asy-Syarif Mitra Industri, di Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (8/3/2024). 

Ida mengatakan, respons cepat juga harus dilakukan karena puncak bonus demografi Indonesia diprediksi terjadi pada tahun 2035. Setelah tahun tersebut, Indonesia akan mulai memasuki ageing population. 

“Ini benar-benar waktu yang sangat pendek yang tersisa bagi kita untuk menyiapkan bonus yang diberikan Allah ini, bisa nggak kita membawa bonus ini untuk membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju,” katanya. 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *