“Kalau pembawa rabies masih berkeliaran dan tidak terlindungi oleh vaksin maka dia masih bisa menularkan,” tuturnya.
Ia mengemukakan terdapat dua strategi pengendalian rabies, yakni strategi umum dan teknis.
Untuk strategi teknis, yakni vaksinasi pada hewan, surveilans dan analisis epidemiologi, evaluasi diagnostik, respon cepat dan penanganan hewan suspek, pengawasan lalu lintas hewan, dan manajemen populasi anjing.
Ia menjelaskan gejala rabies pada manusia di tahap awalnya adalah demam, badan lemas dan lesu, tidak nafsu makan, insomnia, sakit kepala hebat, sakit tenggorokan, dan sering ditemukan nyeri.
Sementara gejala hewan yang terkena rabies, kata dia, dapat dicirikan dengan karakter hewan menjadi ganas dan tidak nurut pada pemiliknya, tidak mampu menelan, lumpuh, mulut terbuka dan air liur keluar secara berlebihan, bersembunyi di tempat gelap dan sejuk.
“Pada rabies asimtomatik hewan tidak memperlihatkan gejala sakit namun tiba-tiba mati,” paparnya.

Leave a Reply