7cloud.asia – Hanya sepekan setelah Lebaran sebuah teror mengejutkan warga ibu kota Jakarta. Kantor Majelis Ulama Indonesia atau MUI yang berada di Menteng, Jakarta Pusat diserang oleh orang tak dikenal.
Penembakan kantor MUI terjadi Selasa (2/5/2023) siang. Penembakan kantor MUI ini mengakibatkan sejumlah kaca pecah. Dua orang terluka, sedangkan pelaku dinyatakan tewas oleh aparat kepolisian.
“Iya benar ada penembakan di halaman depan kantor MUI ada beberapa kaca pecah, ada korban dari pihak kita, sudah dibawa ke rumah sakit. Saya kira ini bentuk teror yang mengaku Tuhan. Iya dia bilang ngaku Tuhan,” tutur Wasekjen MUI Bidang Hukum dan HAM Ikhsan Abdullah
Menurut Ikhsan, tidak ada yang mengenal pelaku tersebut. Adapun aktivitas di Kantor MUI Menteng hari itu ada rapat pimpinan (Rapim) dan kegiatan silaturahmi.
Pelaku penembakan mendatangi kantor MUI sekitar pukul 11.24 WIB. Ia meminta bertemu dengan Ketua MUI. Ketika dilarang, pelaku langsung mengeluarkan senjata air soft gun dan melepaskan beberapa kali tembakan.
Usai melepaskan tembakan, pelaku berusaha kabur dan dikejar oleh petugas keamanan dan pegawai MUI lainnya. Pelaku akhirnya berhasil dibekuk.
“Saat proses diamankan, beberapa saat kemudian, tersangka pingsan dan dibawa ke Polsek dan dibawa ke Puskesmas Menteng [Jakarta],” ungkap Kapolda.
Ketika diperiksa oleh petugas medis di puskesmas tersebut, pelaku dinyatakan telah tewas.
Baca: Buka puasa ala Indonesia mampu satukan tokoh lintas agama di AS
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin membenarkan kasus penembakan di Kantor MUI dan pelaku sudah meninggal. Namun, Komarudin belum menjelaskan lebih jauh terkait dengan kematian pelaku penembakan kantor MUI tersebut.
Sejauh ini, diduga aksi penembakan dilakukan oleh satu orang pelaku. Polisi masih menggali motif pelaku penembakan kantor MUI ini dan belum mengaitkannya dengan aksi teror. Dari KTP-nya diketahui pelaku berasal dari Lampung. Dalam aksinya pelaku menggunakan soft gun dan bukan senjata api.
“Saat ini sedang olah TKP, pemeriksaan saksi dan sebagainya. Nanti kalau sudah dapat identitas pelaku latar belakang dan sebagainya, modus dan sebagainya nanti kita rilis,” ujarnya usai kejadian.
Dilansir BBC Indonesia, penembakan kantor MUI terjadi sekitar pukul setengah 12 siang. Sebelumnya pelaku sempat mengirimkan surat kepada Ketua MUI. Dalam surat itu, dia mengklaim sebagai nabi.
Surat itu ditunjukkan kepada wartawan oleh Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam di kantor pusat MUI di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (02/05/2023) usai insiden penembakan.
Dalam suratnya, sebagaimana dilaporkan sejumlah media, si pelaku meminta Ketua MUI untuk menerima klaimnya sebagai “orang yang diutus” dan mempersatukan umat Islam. Pelaku disebut sudah beberapa kali bolak-balik ke kantor MUI dan meminta untuk bertemu Ketua MUI.
Polisi diminta mengusut tuntas kasus penembakan kantor MUI ini dan memaparkan hasilnya secara terbuka untuk menghindari praduga dan provokasi.
Baca: Dalam 5 tahun, puluhan orang tewas akibat konflik agraria
Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanul Haq menyebut bahwa menjelang tahun pemilu seperti saat ini memang sering muncul upaya pihak-pihak yang membuat opini publik hingga akhirnya menganggap ada yang tidak beres dengan negeri ini.
“Padahal selama ini kita masih melihat bahwa suasana tetap kondusif, kehadiran aparat kita baik kepolisian maupun TNI masih menjadi penjaga yang utama dalam menjaga keadaan Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Politisi Fraksi PKB ini juga memberi semangat dan dukungan untuk MUI secara khusus dan ormas Islam lainnya untuk tidak lelah dalam melakukan kerja-kerja keumatan.
“Ini menjadi tugas dari semua ormas termasuk MUI untuk tidak lelah mengedukasi masyarakat tentang perlunya upaya dialog komunikasi-komunikasi dan dakwah-dakwah yang lebih toleran, damai mengedepankan pola-pola yang sesuai dengan nilai keindonesiaan kita,” ungkap Maman.
Ia meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penembakan kantor MUI tersebut.
“Tentu saya mengutuk peristiwa penembakan di gedung MUI pusat. Aparat segera mengusut tuntas pelaku, dan motifnya. Harus juga diusut di belakang atau siapa, kelompok mana, di belakang orang yang menggunakan soft gun itu melakukan penembakan,” tegas Maman kepada awak media, Selasa (2/5/2023).
Ia berharap aktor intelektual dari aksi teror berupa penembakan terhadap MUI yang merupakan lembaga tempat berkumpulnya para alim ulama itu dapat diungkap.
Baca: Jelang Pemilu, sudahkah kamu mengenali caleg di daerah kamu?
Kecaman terhadap aksi penembakan di kantor MUI juga datang dari anggota DPR lainnya. Ditengarai ada pihak yang sengaja merusak stabilitas politik dan keamanan negara.
“Apakah ada oknum-oknum yang sengaja ingin merusak stabilitas politik dan keamanan. Ini sangat-sangat berbahaya,” kata wakil ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni dalam keterangan tertulisnya.
Sahroni mendesak kepolisian segera mengungkap rinci motif di balik penembakan tersebut.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily juga mengecam keras aksi penembakan di kantor MUI Pusat dan menegaskan tindakan tersebut tidak boleh terjadi, terlebih menggunakan senjata.
“Tindakan ini merupakan perilaku biadab. Segala bentuk kekerasan apapun Tidak boleh terjadi, apalagi menggunakan senjata api,” kata Ace seperti dikutip Parlementaria, Selasa (2/5/2023).
Ace meminta agar aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas motif di balik penembakan MUI tersebut. Sebab, insiden ini dikategorikan sebagai tindakan teror.
“Pelaku penembakan itu harus diberikan hukuman yang seberat-beratnya. Tindakan itu dapat dikategorikan sebagai tindakan teror yang harus diusut tuntas hingga akar-akarnya. Apalagi ini terjadi di kantor MUI Pusat,” tegas Politisi Fraksi Golkar ini.

Leave a Reply