Jumlah Penduduk RI Mencapai 288 Juta Jiwa, 55 Persen Tinggal di Pulau Jawa

Written by

in

7cloud.asia – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengungkapkan rilis data kependudukan bersih semester ke-2 tahun 2025.

Berdasarkan data tersebut, jumlah penduduk Indonesia per 31 Desember 2025 tercatat sebanyak 288.315.089 atau 288,315 juta jiwa.

Jumlah penduduk Indonesia tersebut mengalami kenaikan sebanyak 1.621.396 (1,621 juta) jiwa dibandingkan dengan rilis semester pertama tahun 2025.

“Dibandingkan dengan semester pertama per 30 Juni 2025, jumlah penduduk Indonesia bertambah kurang lebih 1,6 juta,” ujar Dirjen Teguh dalam acara Rilis Data Kependudukan Bersih Semester II 2025 di Hotel Bidakara pada Kamis (12/3/2026).

Baca: PBB sebut jumlah penduduk Jakarta capai 42 juta jiwa

Teguh memerinci, jumlah penduduk tersebut terbagi menjadi dua, yakni 145.498.082 penduduk laki-laki dan 142.816.997 penduduk perempuan.

Dia menambahkan berdasarkan data yang sama, sebaran penduduk di Indonesia terbanyak berada di Pulau Jawa dengan angka 55,81 persen. Menyusul di posisi kedua, Pulau Sumatra dengan angka 21,88 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Teguh juga menguraikan jumlah penduduk usia produktif, yakni usia 15–64 tahun mencapai 199 juta jiwa atau 69,03 persen dari total penduduk di Indonesia.

“Kalau kita melihat usia produktif 69,03 persen, inilah kita bersyukurnya. Bahwasanya sampai tahun 2030 sekian yang namanya bonus demografi. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan usia produktif tersebut,” kata dia.

Baca: Indonesia berada di persimpangan bonus demografi

Teguh menekankan penerbitan rilis data kependudukan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Dalam aturan tersebut disebutkan Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Dukcapil melakukan rilis data kependudukan dalam dua semester, yakni semester I pada 30 Juni dan semester II pada 31 Desember.

Rilis data kependudukan itu digunakan sebagai basis semua keperluan dan pengambilan kebijakan.

”Apakah itu pelayanan publik, maupun apa pun juga,” tandas Teguh.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *