7cloud.asia – Korban tewas akibat banjir dan longsor yang melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil, bertambah menjadi 30 orang, pihak berwenang mengatakan pada Selasa (23/2/2026) waktu setempat.
Sekretariat Pertahanan dan Perlindungan Sipil Brasil (SEDEC) mencatat kenaikan signifikan dari laporan sebelumnya yang berjumlah 23 korban jiwa.
Sementara itu, 47 orang lainnya dilaporkan masih hilang akibat bencana banjir yang melanda negara bagian di wilayah tenggara Brasil tersebut.
Sebagian besar korban tewas diakibatkan oleh tanah longsor yang menghancurkan sejumlah rumah di Kota Juiz de Fora.
Baca: Badai ganggu penerbangan dan putuskan jaringan listrik di Selandia Baru
Upaya pencarian korban masih terus dilakukan, sementara sejumlah besar warga masih terjebak di rumah-rumah yang terendam banjir.
Badan cuaca setempat memperkirakan hujan akan terus mengguyur wilayah itu hingga Jumat (27/2/2026), sehingga warga diminta tetap waspada.
Februari menjadi bulan terbasah dalam sejarah di Kota Juiz de Fora dengan curah hujan mencapai 584 milimeter, dua kali lipat rata-rata bulanan.
Hujan deras mulai mengguyur pada Senin (23/2/2026) dan berlanjut sepanjang malam.
Saat ketinggian air naik pada Selasa dini hari, Wali Kota Juiz de Fora, Margarida Salomao, menyatakan keadaan darurat.
Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim
Langkah itu diambil agar pendanaan dan sumber daya federal segera turun untuk mengatasi dampak banjir.
“Situasinya sangat serius,” kata Salomao, seraya menegaskan bahwa pemerintah terus berusaha menyelamatkan mereka yang terjebak banjir.
Semua korban banjir bandang yang ditemukan sejauh ini berada di Kota Juiz de Fora dan Uba, sekitar 310 kilometer utara Rio de Janeiro.
Banjir juga menyebabkan potensi longsor susulan di jalan-jalan Juiz de Fora, kota berpenduduk 560.000 jiwa, yang tertutup lumpur.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/Anadolu

Leave a Reply