7cloud.asia – Bertambah satu lagi ruang terbuka hijau di Jakarta, setelah pada Kamis (12/2/2026) Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Maroedja Sport Park di Kembangan, Jakarta Barat.
Maroedja Sport Park yang semula bernama Lapangan Ki Amat berdiri di atas lahan seluas 22.635 meter persegi atau sekitar 2,2 hektare. Kawasan ini menjadi ruang terbuka hijau (RTH) baru yang dilengkapi berbagai fasilitas olahraga dan ruang publik bagi warga.
Lahan seluas kurang lebih 2,2 hektare yang ada dimanfaatkan sebagai fasilitas publik. Fasilitas tersebut meliputi lapangan basket, jogging track, serta sarana olahraga lainnya.
Maroedja Sport Park dirancang dengan prinsip Sponge City Infrastructure yang mengacu pada perencanaan kota yang meniru proses hidrologi alami untuk menyerap, menyimpan, memurnikan, dan menggunakan kembali air hujan menggunakan infrastruktur hijau dan biru.
Komponen utama prinsip ini meliputi perkerasan yang dapat menyerap air, atap hijau, lahan basah buatan, taman hujan, dan saluran drainase biologis. Sistem ini mengurangi banjir, mengisi kembali air tanah, dan mengurangi efek pulau panas perkotaan.
Baca: Mengenal apa itu efek pulau panas perkotaan
Maroedja Sport Park dibangun dalam dua tahap dengan empat zona utama, yakni zona penerima, zona olahraga, zona rekreasi, dan zona penyerapan air.
Pada zona penerima terdapat gerbang utama, area parkir, dan toilet. Zona olahraga dilengkapi lapangan basket, mini soccer, dan jogging track. Zona rekreasi mencakup forest cafe, playground, lapangan voli, serta plaza Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sementara pada zona penyerapan air, tersedia kolam retensi dan forest walk. Transformasi Lapangan Ki Aman menjadi Maroedja Sport Park melibatkan tiga konsultan ternama.
Pramono mengatakan, pembangunan taman olahraga ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan berbagai pihak.
Penataan dilakukan untuk mengoptimalkan lahan agar dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas publik yang representatif.
Baca: Ruang terbuka hijau bagus untuk kesehatan mental warga kota
“Memang ini baru tahap pertama, nanti akan diselesaikan pada tahap kedua. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari penataan Kawasan Koridor Meruya untuk meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau publik serta menjadi wadah interaksi sosial di Jakarta,” ujarnya.
Ia menjelaskan, total anggaran pembangunan mencapai Rp10,9 miliar dari kebutuhan sekitar Rp12 miliar. Pemprov DKI Jakarta pun mendorong agar pembangunan tahap kedua segera direalisasikan.
Ditambahkan, jika nanti tidak bisa diselesaikan, Pemerintah DKI Jakarta dalam hal ini Balai Kota akan turun tangan untuk menyelesaikan.
Hal ini karena kita tengah berupaya mengembangkan ekosistem olahraga yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Jakarta sebagai destinasi sport tourism terkemuka di kawasan regional,” jelasnya.
Menurut Pramono, lokasi Maroedja Sport Park tergolong strategis dan sangat dibutuhkan masyarakat sekitar. Ke depan, fasilitas tersebut akan dilengkapi sistem pencahayaan dan videotron agar dapat digunakan hingga malam hari.
“Oleh karena itu, dengan kehadiran fasilitas umum ini, kami mengajak warga untuk turut merawat Maroedja Sport Park sebagai bagian dari jati diri kota di tengah pembangunan Jakarta yang terus berkembang,” pungkasnya.
Baca: Pemprov DKI Jakarta perbanyak ruang terbuka hijau di kawasan kumuh

Leave a Reply