Kongres AS Mulai Meninjau Epstein Files

Written by

in

7cloud.asia – Anggota Kongres Amerika Serikat (Kongres AS) mulai Senin (10/2/2026) waktu setempat mulai meninjau jutaan dokumen terkait pelaku pelecehan seksual Jeffrey Epstein yang sebelumnya disensor.

Melansir Axios, Tempo.co menyebut dokumen-dokumen yang terkenal dengan sebutan Epstein Files ini berada dalam penguasaan pemerintah federal dan sebelumnya dirilis oleh Departemen Kehakiman AS dalam bentuk yang sebagian besar disensor.

Kesempatan ini memberi legislator kemungkinan untuk meneliti detail yang tersembunyi dalam Epstein Files dan menilai apakah pemerintahan Trump telah mematuhi Epstein Transparency Act secara penuh.

Anggota DPR Ro Khanna yang menjadi salah satu insiator pengungkapan Epstein files, menyatakan melalui unggahan di X, “Kami tidak akan berhenti sampai kelompok Epstein dibawa ke pengadilan.”

Baca: Kongres AS diizinkan meninjau “Epstein Files” pekan depan

Peninjauan ini hanya mencakup tiga juta dokumen yang telah dirilis ke publik, bukan seluruh enam juta dokumen yang dimiliki pemerintah federal.

Aturan di Epstein Transparency Act
Epstein Transparency Act mewajibkan Departemen Kehakiman AS merilis jutaan dokumen dari penyelidikan Epstein.

Namun, ketika administrasi Trump memulai pengungkapan, banyak catatan disensor, sehingga memberikan sedikit informasi baru atau menutupi detail penting. Dasar hukum tersebut memicu protes dari legislator dan publik.

Undang-undang tersebut menyatakan tidak ada dokumen yang boleh “ditahan, ditunda, atau disensor karena rasa malu, kerugian reputasi, atau sensitivitas politik, termasuk untuk pejabat pemerintah, tokoh publik, atau diplomat asing.”

Baca: Catatan di balik kontroversi “Epstein Files”

Namun, redaksi atau penahanan diizinkan untuk penyelidikan federal aktif, informasi pribadi korban, materi pelecehan anak, atau data rahasia negara.

Seperti diketahui, Epstein Files memerinci aktivitas kriminal pemodal Amerika Serikat sekaligus terpidana pelaku kejahatan seksual terhadap anak, Jeffrey Epstein, beserta lingkaran sosialnya yang terdiri dari para tokoh publik, termasuk politisi dan selebritas.

Epstein Files telah memicu kehebohan dunia. Dokumen itu menyebut nama sejumlah tokoh dunia termasuk nama Presiden AS Donald Trump.

New York Times menemukan lebih dari 5.300 berkas yang berisi referensi tentang Donald Trump dan istilah-istilah terkait. Berkas-berkas itu dipenuhi dengan referensi kepada Trump, yang merupakan teman dekat Epstein hingga awal tahun 2000-an.

Trump dan Epstein disebut menjalin ikatan karena ketertarikan mereka pada perempuan muda.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *