7cloud.asia – Melalui gerakan “Jaga Jakarta Bersih”, pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar aksi gotong royong serempak di enam wilayah administrasi pada Minggu (8/2/2026) pagi.
Aksi “Jaga Jakarta Bersih” ini dilakukan secara serentak di 44 kecamatan dan 267 kelurahan di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, menjaga keamanan, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari ruang hidup terdekat warga.
Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan demi mewujudkan Jakarta yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi semua.
Pramono menegaskan, Jakarta yang bersih bukan hanya soal estetika kota, tetapi juga tentang kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup warganya.
“Melalui Gerakan Jaga Jakarta Bersih, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa merawat lingkungan adalah kerja kolektif antara pemerintah dan masyarakat,” tuturnya di Jakarta, pada Sabtu (7/2/2026).
Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno turun langsung meninjau pelaksanaan kegiatan di Jalan Cempaka Putih Tengah, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang menjadi salah satu titik fokus pembersihan.
“Hari ini secara bersamaan kita mengikuti kerja bakti, gotong royong melalui gerakan Jaga Jakarta Bersih,” ujar Rano, di lokasi kegiatan.
Gerakan ini melibatkan hampir 100 ribu personel gabungan, yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), Tenaga Ahli (TA) Pemprov DKI Jakarta, serta masyarakat dan TNI/Polri.
Dalam kegiatan ini, Pemprov DKI mengerahkan 60 unit alat berat dan 144 dump truck untuk menangani 66 lokasi prioritas.
Kegiatan ini sesuai dengan Instruksi Sekretaris Daerah No 2 Tahun 2026 dan bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, sekaligus sebagai langkah preventif menghadapi musim pancaroba, yang biasanya diikuti dengan potensi penyakit DBD.
“Makanya kenapa semak-semak kita perbaiki, sungai, air, dan air-air yang tergenang kita harus segera hilangkan,” katanya.
Rano menyampaikan, fokus utama kegiatan ini melakukan pengurasan dan pembersihan saluran air guna meningkatkan kapasitas saluran ait dan mencegah penyumbatan sampah.
“Karena yang namanya fogging itu juga belum tentu bisa mengurangi jentik-jentik. Jentik-jentik paling efektif kalau kita bersihkan lingkungan. Makanya kan dulu kita dengar 3M. Nah, inilah harus kita sampaikan kepada masyarakat,” jelas Rano.
Pemprov DKI, lanjut Rano, berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) se-DKI Jakarta dalam melaksanakan kegiatan ini.
PMI DKI memberikan dukungan dengan menyiapkan hampir 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 10.000 gerobak dorong, dan 3.000 karung untuk mengangkut sampah.
Setiap kota administrasi memperoleh masing-masing 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak, dan 600 karung. Rano pun mendorong kesadaran seluruh masyarakat Jakarta untuk bersama-sama menjaga Jakarta tetap bersih dan sehat.
“Memang tidak bisa dilakukan sendiri, harus kita dilakukan bersama-sama,” tandasnya.

Leave a Reply