7cloud.asia – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus nipah. Virus nipah kembali menjadi sorotan dunia setelah ditemukan dua kasus di Bengala, India.
Hingga 26 Januari 2026, dua kasus terkonfirmasi dilaporkan di Distrik North 24 Parganas, West Bengal, tanpa adanya korban jiwa. Kedua kasus tersebut merupakan tenaga kesehatan.
Lebih dari 120 kontak erat telah diidentifikasi dan menjalani karantina sambil proses investigasi berjalan.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menjelaskan bahwa virus nipah adalah penyakit zoonotik yang berasal dari kelelawar pemakan buah sebagai inang utamanya.
“Penularan antarmanusia telah dilaporkan, terutama melalui kontak dekat dengan pasien. Gejala klinis bisa beragam, mulai dari ISPA ringan hingga berat, serta ensefalitis (radang otak) yang berpotensi menyebabkan kematian,” tambahnya.
Kemenkes menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus penularan virus nipah di Indonesia.
Baca: WHO paparkan kasus virus nipah di India
Peringatan dan arahan kewaspadaan kepada seluruh dinas kesehatan di Indonesia disampaikan melalui Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 pada 30 Januari 2026.
“Walaupun belum ada laporan kasus virus nipah pada manusia di Indonesia, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat posisi geografis dan intensitas mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa,” jelas Murti.
Ia meminta seluruh dinas kesehatan, mulai tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, untuk terus memonitor dan memverifikasi tren kasus yang mengarah pada dugaan meningitis atau ensefalitis, Influenza Like Illness (ILI), Severe Acute Respiratory Infection (SARI), ISPA, serta pneumonia.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan hingga saat ini belum ditemukan laporan mengenai warga yang terinfeksi virus Nipah di Jakarta.
Meski kondisi masih terpantau aman, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengambil langkah cepat guna mencegah potensi penyebaran virus tersebut.
“Alhamdulillah sampai hari ini di Jakarta belum ditemukan yang terkena virus Nipah,” ujar Pramono di Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026).
Baca: Cegah penyebaran virus nipah, Singapura perketat skrining bandara
Pramono mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Menteri Kesehatan untuk memantau situasi perkembangan virus Nipah. Ia juga menginstruksikan Dinas Kesehatan agar segera melakukan langkah antisipasi.
“Mudah-mudahan Jakarta segera mengantisipasi untuk itu dan saya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera mengatasi, menangani itu,” katanya.
Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui hewan lain, seperti babi, maupun dari makanan dan minuman yang terkontaminasi, misalnya buah atau nira.
Sebagai langkah pencegahan, Murti mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi nira atau aren langsung dari pohonnya karena ada kemungkinan cairan tersebut terpapar oleh kelelawar pada malam hari.
Murti juga memaparkan hasil penelitian di Indonesia yang menemukan bukti serologis dan keberadaan virus pada kelelawar buah (Pteropus sp.) sebagai inang alami, sehingga menunjukkan adanya potensi sumber penularan di dalam negeri.

Leave a Reply