Pelemahan Rupiah Berlanjut Makin Mendekati Level Rp17.000 per Dolar

Written by

in

7cloud.asia – Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS terus berlanjut. Pada akhir perdagangan Senin (19/1/2026) Rupiah ditutup melemah 68 poin atau sekitar 0,40 persen ke level Rp16.955 per dolar AS.

Pelemahan Rupiah ini sudah berlangsung sejak awal Januari, salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan memberlakukan tarif baru pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya untuk mengakuisisi Greenland.

Negara-negara yang menjadi target termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris, bersama dengan beberapa negara Nordik dan Eropa utara.

Pengumuman tersebut menuai kritik tajam dari para pejabat Eropa dan meningkatkan kekhawatiran akan sengketa perdagangan transatlantik yang lebih luas.

Selain itu, data di AS menunjukkan pasar tenaga kerja tidak selemah yang diperkirakan. Oleh karena itu, para pedagang menjadi ragu-ragu apakah Federal Reserve akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga tahun ini.

Baca: Kebijakan tarif Donald Trump bakal menekan nilai Rupiah

Pelemahan nilai Rupiah juga didorong sentimen domestik, oleh kebijakan yang ditempuh pemerintah demi mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi 8 persen.

“Pemerintah akan mencoba menerapkan kebijakan yang relatif tidak lazim sehingga adanya risiko jangka menengah yang lebih besar, yang dapat memicu sentimen negatif lebih lanjut terhadap rupiah,“ ujar pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi seperti dikutip Sindonews.com.

Selain itu, pasar juga mengkhawatirkan kesehatan fiskal Indonesia. Kekhawatiran ini mencuat setelah terungkap pada 8 Januari 2026 bahwa defisit anggaran tahun lalu mendekati batas hukum sebesar 3 persen.

Sementara penerimaan negara masih lemah. Kondisi ini menambah tekanan terhadap pergerakan mata uang rupiah,” kata Ibrahim.

Nilai Rupiah saat ini merupakan yang terendah sepanjang sejarah, bahkan jika dibandingkan titik terendah pada April 2025 di Rp 16.870 per dolar AS.

Angka ini juga lebih rendah jika dibandingkan saat krisis 1998, yakni di posisi Rp 16.650 per dolar AS.

Baca: Kebijakan Menkeu yang satu ini dapat mengakibatkan Rupiah terdepresiasi

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *