7cloud.asia – Kejadian anak yang meninggal akibat cuaca dingin di Gaza terus berjatuhan. Sumber-sumber medis melaporkan seorang bayi berusia tujuh hari meninggal dunia, Sabtu (10/1/2026) pagi di Deir al-Balah, Jalur Gaza bagian tengah
Nyawa anak yang baru lahir ini tak bisa diselamatkan akibat suhu dingin ekstrem dan penurunan suhu yang drastis di pekan tersebut.
Dengan kejadian tersebut, jumlah korban meninggal akibat cuaca buruk dan dingin ekstrem yang melanda Jalur Gaza kini telah melampaui 15 orang.
Angka tersebut mencerminkan kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan di wilayah Jalur Gaza meski kesepakatan gencatan senjata telah ditandatangani.
Baca: Anak-anak di Gaza yang meninggal akibat kedinginan terus bertambah
Hal ini terutama bagi anak-anak dan warga yang mengungsi serta tinggal di tenda-tenda darurat yang rapuh dan tidak mampu melindungi mereka dari terpaan kerasnya musim dingin.
Warga Jalur Gaza terus menghadapi kekurangan tempat tinggal dan layanan kesehatan, serta keterbatasan bahan bakar untuk pemanas, di tengah cuaca badai, hujan, dan suhu dingin yang berkepanjangan.
Sementara, tenda-tenda dan perlengkapan musim dingin lainnya tetap diblokir di perbatasan karena Israel terus membatasi aliran bantuan ke wilayah kantong tersebut.
Organisasi kemanusiaan menyeru Israel agar mengizinkan peningkatan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk menolong warga Palestina menghadapi kondisi musim dingin yang ekstrem.
Sumber: Antaranews.com/WAFA-OANA

Leave a Reply