7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup merencanakan 11 kesatuan lanskap mangrove (KLM) sebagai bagian dari upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove nasional.
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Darat KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Puji Iswari mengatakan, saat ini Indonesia baru mempunyai empat kesatuan lanskap mangrove yang berada di empat provinsi.
“Dan nanti akan bertambah tujuh, Insya Allah sekitar 11,” katanya dalam sosialisasi daring Peraturan Menteri LH/Kepala BPLH Nomor 26 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Inventarisasi Ekosistem Mangrove diikuti dari Jakarta, Jumat (9/1/2026)
Penetapan kesatuan lanskap mangrove menjadi salah satu aspek penting dalam perencanaan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove.
Kesatuan lanskap mangrove adalah konsep pengelolaan mangrove terintegrasi yang secara spasial ditentukan oleh sistem lahan tertentu dan pengaruh interaksi darat dan laut beserta dengan sistem sosial ekonomi yang mempengaruhinya.
Baca: Jutaan pohon mangrove ditanam dalam dua tahun terakhir
KLH sudah menerbitkan Peraturan Menteri LH/Kepala BPLH Nomor 26 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Inventarisasi Ekosistem Mangrove sebagai turunan dari PP Nomor 27 Tahun 2025 tersebut.
Puji menjelaskan bahwa Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq sudah menandatangani Surat Keputusan Terkait Peta Mangrove Nasional 2025 yang menjadi dasar dari perencanaan untuk perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove nasional.
Peta Mangrove Nasional terbaru juga akan menjadi dasar penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove.
“Ini yang akan membawa kita semua pada suatu muara yang kita namanya menjadi dokumen nasional terkait dengan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Nasional,” tuturnya.
Sebelumnya, pengurus negara telah menetapkan PP Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove pada 5 Juni 2025, untuk menjadi instrumen kolaborasi untuk melindungi dan memulihkan ekosistem mangrove.
Baca: Setiap tahun belasan ribu hektare hutan mangrove hilang
Pengurus negara, lewat Proyek Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) pada 2024-2025, juga sudah melakukan penanaman lebih dari 20,880 juta batang mangrove di empat provinsi prioritas.
Penanaman itu dilakukan di lahan seluas 15.574 hektare di empat provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Timur.
Menurut Peta Mangrove Nasional 2024, luasan hutan mangrove Indonesia mencapai 3.440.464 atau 3,441 juta hektare dengan yang berada di dalam kawasan hutan mencapai sekitar 2,7 juta hektare atau sekitar 79,6 persen dari total luasan.
Sekitar 701.326 hektare berada di luar kawasan hutan atau areal peruntukan lain.

Leave a Reply