Banjir Bandang Landa Kepulauan Siau, Sulawesi Utara: 6 Orang Meninggal

Written by

in

7cloud.asia – Banjir bandang dilaporkan melanda sejumlah permukiman di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Senin (5/1/2026) dini hari.

Dari informasi yang dirangkum Antaranews.com, banjir bandang tersebut menerjang Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, serta Kampung Peling Sawang dan Kampung Paseng, Kecamatan Siau Barat.

Dari keterangan warga Kelurahan Bahu, Bella Malumbot (27) dan Meriko Maneghe (50-an), banjir bandang terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 03.00 WITA saat sebagian besar warga masih tertidur.

“Air datang sangat cepat, tiba-tiba langsung masuk dan menyeret material lumpur. Banyak warga panik dan berusaha menyelamatkan diri,” ungkap Bella.

Pemerintah daerah bersama TNI, aparat terkait, dan warga setempat tengah melakukan evakuasi terhadap korban luka serta melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan belum ditemukan.

Baca: Krisis Pendanaan dalam penanganan bencana ekologis

Banjir bandang mengakibatkan material lumpur, batu, dan kayu dilaporkan menutup sebagian akses jalan di beberapa titik.

Petugas sedang berupaya memastikan kondisi warga terdampak serta menyalurkan bantuan darurat. Belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun kerugian material yang ditimbulkan.

Sementara itu, dalam rilis resmi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro disebutkan bahwa banjir bandang ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung secara terus-menerus disertai angin puting beliung.

Berdasarkan data sementara di lapangan, lima unit rumah dilaporkan hilang terseret banjir. Selain itu, terdapat sepuluh warga yang menjadi korban, dengan rincian enam orang ditemukan meninggal dunia, 4 orang luka dan empat lainnya masih dalam proses pencarian.

Selain itu 35 kepala keluarga di dalamnya sebanyak 108 jiwa untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca: Indonesia tak lagi bebas siklon, pemerintah diminta lebih serius

Pemerintah daerah bergerak cepat dengan menurunkan tim gabungan untuk melakukan pencarian korban, evakuasi warga terdampak, serta membuka kembali akses jalan yang tertutup material longsor.

”Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta para relawan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

Mereka juga bersiaga mengantisipasi kemungkinan banjir serta longsor susulan.

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *