MA Venezuela Perintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez Gantikan Posisi Nicolas Maduro

Written by

in

7cloud.asia – Mahkamah Agung (MA) Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk menjabat sebagai presiden sementara menyusul penculikan Presiden Nicolas Maduro, menurut keputusan Kamar Konstitusional yang dibacakan ketuanya, Caryslia Beatriz Rodriguez.

“Mengingat situasi luar biasa akibat penculikan Presiden Nicolas Maduro Moro, yang tidak memungkinkannya untuk menjalankan fungsinya, perintahkan agar Wakil Presiden Eksekutif Republik mengambil alih dan menjalankan secara sementara semua kekuasaan, tugas, dan fungsi yang melekat pada jabatan Presiden Republik Bolivarian Venezuela,” kata Caryslia.

Perintah itu dikeluarkan guna memastikan kesinambungan administrasi dan pertahanan komprehensif di negara itu, imbuh Caryslia dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh VTV.

Berdasarkan putusan tersebut, pengadilan menyimpulkan bahwa terdapat keadaan luar biasa dan keadaan kahar (force majeure) yang tidak secara tegas diatur dalam Konstitusi, namun mengancam stabilitas negara, keamanan nasional, dan keberlangsungan pemerintahan.

Baca: Sekjen PBB kecam penangkapan presiden Venezuela, Nicolas Maduro 

Dalam hal itu, pengadilan mengambil “tindakan perlindungan darurat dan preventif” untuk memastikan keberlangsungan administrasi dan pertahanan negara.

Sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan memimpin Venezuela tanpa batas waktu, setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Hal tersebut disampaikan Trump dalam konferensi pers di Florida, Amerika Serikat, Sabtu (3/1/2026).

Donald Trump membenarkan telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, dan bahwa Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa keluar negeri.

Sejumlah media memberitakan adanya ledakan di Caracas dan mengklaim bahwa operasi tersebut dilakukan oleh anggota unit elite Delta Force.

Baca: China dan Rusia sebut serangan AS ke Venezuela langgar hukum internasional

Otoritas Venezuela membantah mengetahui keberadaan Maduro dan menuntut konfirmasi bahwa sang presiden masih hidup. Trump kemudian menerbitkan foto yang menurutnya menunjukkan Maduro berada di atas kapal AS.

Beberapa anggota Kongres AS menyebut operasi itu ilegal, sementara pemerintah AS menyatakan bahwa Nicholas Maduro akan diadili.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan niatnya untuk mengajukan banding ke sejumlah organisasi internasional terkait tindakan Washington dan meminta pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela. Moskow menyatakan sangat prihatin dengan laporan bahwa Maduro dan istrinya telah dikeluarkan secara paksa dari negara itu sebagai bagian dari agresi AS.

Moskow menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, serta meminta agar eskalasi lebih lanjut situasi di Venezuela dapat dicegah.

Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *