7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan (banjir Sumatera) sudah tembus lebih dari 1.000 jiwa.
Dalam jumpa pers yang dipantau dari YouTube BNPB, Minggu (14/12/2025) pagi, tercatat 1.006 warga meninggal dunia akibat banjir Sumatera di tiga provinsi
Adapun korban terbanyak tercatat di Aceh, yakni 415 orang atau bertambah 4 orang dibanding data sehari sebelumnya. Sementara di Sumatera Utara meningkat dari 343 menjadi 349 jiwa. Lalu, di Sumatera Barat bertambah dari 241 menjadi 242 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers daring mengatakan ada dinamika atau perubahan data korban banjir Sumatera
Baca: Pakar usulkan dana MBG dialihkan untuk pemulihan daerah bencana
Dinamika itu terjadi karena pencocokan berbasis data kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) serta identifikasi ulang oleh tim di lapangan.
“Beberapa nama sebelumnya tercatat sebagai korban bencana ternyata merupakan jenazah lama yang dimakamkan di area pemakaman yang terdampak banjir dan longsor, sehingga dikeluarkan dari daftar korban,” ujarnya.
“Jadi untuk korban jiwa meninggal dunia, secara total tiga provinsi dari 995 jiwa per hari kemarin, saat ini 1.006 jiwa,” tambahnya.
Dari jumlah korban meninggal dunia berdasarkan kabupaten/kota paling banyak tercatat di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, mencapai 184 jiwa.
Baca: Banjir Sumatera cermin kegagalan Negara kendalikan kerusakan lingkungan
“Korban hilang masih mencapai 218 jiwa, dan korban yang luka-luka mencapai 5.400 jiwa,” tulis data Pusdatin BNPB.
BNPB juga mengungkapkan bahwa bencana banjir Sumatera telah mengakibatkan setidaknya 1200 fasilitas umum rusak parah.
Adapun rincian fasilitas umum yang rusak akibat banjir Sumatera adalah sebagai berikut:
Fasilitas pendidikan 581 unit
Rumah ibadah 434 unit,
Fasilitas kesehatan 219 unit,
Kantor 290 unit
Jembatan 145 unit

Leave a Reply