7cloud.asia – Tren penggunaan pupuk organik di sejumlah negara menjadi sinyal bagi Indonesia untuk mulai mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia atau anorganik.
Kembali ke pupuk organik penting untuk memulihkan kesuburan lahan sekaligus menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan
Indonesia dinilai perlu mulai menyiapkan langkah transisi ke pupuk orgnik secara massal sejak sekarang agar tidak tertinggal dari negara lain.
Data BPS menunjukkan penggunaan pupuk organik di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan pupuk anorganik.
Survei BPS mencatat hanya sekitar 13,5 persen petani yang menggunakan pola berimbang (organik dan anorganik), dan kurang dari 1 persen yang murni menggunakan pupuk organik. Mayoritas petani masih sangat bergantung pada pupuk kimia.
Baca: Pertanian Regeneratif Diperkirakan Bakal Jadi Tren di Masa yang Akan Datang
Berdasarkan indikator pembangunan Bank Dunia yang merangkum data resmi BPS, konsumsi pupuk di Indonesia rata-rata mencapai 311 kg per hektar lahan garapan, namun porsi pupuk organik masih minoritas dibandingkan pupuk kimia.
“Kalau nanti ke depan itu juga tidak kita mulai dari sekarang, nanti tertinggal negara-negara lain,” ujar Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo saat Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Pupuk Bersubsidi Komisi IV DPR ke PT Pupuk Kujang, Karawang, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).
Ia berharap pemerintah bersama industri pupuk nasional dapat terus mendorong pengembangan pupuk organik sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Firman mengungkapkan, penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dalam jangka panjang dapat memengaruhi kualitas unsur hara dan tingkat kesuburan tanah.
Karena itu, pemanfaatan pupuk organik perlu diperkuat untuk mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan.
Baca: Penggunaan Pupuk Organik Dongkrak Hasil Panen Saat Konflik Timur Tengah Memanas
“Kalau kita lihat tren dunia ini sudah mulai bergeser kepada pupuk organik, terutama untuk kebutuhan pangan pokok. Vietnam sudah mulai dan di beberapa negara Eropa juga sudah mulai menggunakan pupuk organik,” ujarnya.
Firman menilai penggunaan pupuk organik dapat membantu memulihkan kondisi lahan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik.
“Kalau pupuk organik bisa dikembangkan dan ditingkatkan, maka ada pemulihan lahan, tingkat produksi bisa meningkat, dan penggunaan pupuk urea dapat dihemat,” jelasnya.
Dia menambahkan, penguatan pupuk organik juga penting untuk menjawab kebutuhan pasar global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam produksi pangan.

Leave a Reply