7cloud.asia – Malam puncak anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2025 selesai digelar pada Kamis (20/11/2025) malam, di mana film Pengepungan di Bukit Duri mendominasi dengan membawa pulang lima Piala Citra.
Secara keseluruhan Festifal Film Indonesia 2025 membagikan Piala Citra untuk 23 kategori dan sejumlah penghargaan khusus. Berikut daftar lengkap penerima penghargaan Piala Citra FFI 2025:
Lifetime Achievement: El Manik, Franki Raden, Hendrik Gozali
Penghargaan Mieke Widjaja Aktris Pilihan Penonton: Leya Princy
Penghargaan Rachmat Hidajat Aktor Pilihan Penonton: El Putra Sarira
Penghargaan Nya Abbas Akup Film Pilihan Penonton: Rangga & Cinta
Piala Antemas Film Terlaris 2025: Jumbo
Penghargaan Khusus FFI 2025, Pilihan Dewan Juri Akhir Film Dokumenter: Satu Langkah Lagi
1. Film Cerita Panjang Terbaik: Pangku
Nominator: Jumbo, Pangku, Pengepungan di Bukit Duri, Perang Kota, Sore: Istri dari Masa Depan
2. Sutradara Terbaik: Yandi Laurens
Joko Anwar – Pengepungan di Bukit Duri
Mouly Surya – Perang Kota
Ryan Adriandhy – Jumbo
Timo Tjahjanto – The Shadow Strays
Yandy Laurens – Sore: Istri dari Masa Depan
3. Pemeran Utama Pria Terbaik: Ringgo Agus Rahman
Arswendy Bening Swara – Tale of The Land
Dion Wiyoko – Sore: Istri dari Masa Depan
Morgan Oey – Pengepungan di Bukit Duri
Nicholas Saputra – Siapa Dia
Ringgo Agus Rahman – Panggil Aku Ayah
4. Pemeran Utama Perempuan Terbaik: Sheila Dara Aisha
Acha Septriasa – Qodrat 2
Aurora Ribero – The Shadow Strays
Claresta Taufan – Pangku
Lola Amaria – Gowok
Sheila Dara Aisha – Sore: Istri dari Masa Depan
5. Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Omara Esteghlal
Boris Bokir – Panggil Aku Ayah
Jerome Kurnia – Perang Kota
Omara Esteghlal – Pengepungan di Bukit Duri
Reza Rahadian – Gowok
6. Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik: Christine Hakim
Artika Sari Devi – Dia Bukan Ibu
Christine Hakim – Pangku
Hana Malasan – The Shadow Strays
Raihaanun – Gowok
7. Penulis Skenario Asli Terbaik: Reza Rahardian dan Felix K. Nesi
Hanung Bramantyo & ZZ Mulja Galih – Gowok
Joko Anwar – Pengepungan di Bukit Duri
Kristo Immanuel & Jessica Tjiu – Tinggal Meninggal
Reza Rahadian & Felix K Nesi – Pangku
Ryan Adriandhy & Widya Arifianti – Jumbo
Timo Tjahjanto – The Shadow Strays
8. Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Widya Arifianti & Sabrina Rochelle Kalangie
Asaf Antariksa, Gea Rexy, & Charles Gozali – Qodrat 2
Mouly Surya – Perang Kota
Widya Arifianti & Sabrina Rochelle Kalangie – Home Sweet Loan
Yandy Laurens – 1 Kakak 7 Ponakan
Yandy Laurens – Sore: Istri dari Masa Depan
9. Film Dokumenter Panjang Terbaik: Tambang Emas Ra Ritek
Goodbye Tarling, Forgive Me Darling
Jagad’e Raminten: Kabaret Kehidupan
Kidung Tani
Swaradwipa: Di Antara Bunyi dan Sunyi di Jagat Sumba
Tambang Emas Ra Ritek
10. Film Dokumenter Pendek Terbaik: Sie
Pendekar Daster Rombeng & Pendongeng Sakti
Sadiang Harus Pulang
Satu Langkah Lagi
Sie
The Other Daughter
11. Film Animasi Panjang Terbaik: Jumbo
Jumbo
Panji Tengkorak
Warkop DKI Kartun
12. Film Animasi Pendek Terbaik: So I Pray
Get Money
Kwartet: Gupala Sang Jagawana
Sanong Ingin ke Pesta
So I Pray
Wae
13. Film Cerita Pendek Terbaik: Sammi, Who Can Detach His Body Parts
Anak Macan
Dengarlah Nyanyian Ping Pong
Little Rebels Cinema Club
Pelabuhan Berkabut
Sammi, Who Can Detach His Body Parts
14. Pengarah Sinematografi Terbaik: Ical Tanjung, I.C.S.
Batara Goempar, I.C.S. – The Shadow Strays
Dimas Bagus Triatma – Sore: Istri dari Masa Depan
Ical Tanjung, I.C.S. – Pengepungan di Bukit Duri
Muhammad Firdaus – Siapa Dia
Roy Lolang, I.C.S. – Perang Kota
15. Pengarah Artistik Terbaik: Eros Eflin
Ahmad Zulkarnaen – Panggil Aku Ayah
Antonius Boedy – The Shadow Strays
Dennis Sutanto – Pengepungan di Bukit Duri
Dita Gambiro – 1 Kakak 7 Ponakan
Eros Eflin – Pangku
Frans Paat – Perang Kota
16. Penata Efek Visual Terbaik: Effects
Abby Eldipie, Kalvin Irawan, Qanary Studio, LMN Studio, GajaFX, & No3G Visual Effects – Pengepungan di Bukit Duri
Bintang Adi Pradana – Dia Bukan Ibu
Gaga Nugraha Ramadhan – Qodrat 2
Mattebox Visualworks (Riza Thohariansyah & Rifandy Rasyid) – The Shadow Strays
Muhammad Nur Huda – Perang Kota
17. Penyunting Gambar Terbaik: Hendra Adhi Susanto
Akhmad Fesdi Anggoro – Pangku
Aline Jusria – Home Sweet Loan
Dinda Amanda – The Shadow Strays
Haris F Syah & Wawan I Wibowo – Gowok
Hendra Adhi Susanto – Sore: Istri dari Masa Depan
Joko Anwar, Erwin Prasetya Kurniawan, & Teguh Raharjo – Pengepungan Di Bukit Duri
18. Penata Suara Terbaik: Ridho Fachri dan Ichsan Rahmaditta
Anhar Moha – Pengepungan di Bukit Duri
Arief Budi Santoso – The Shadow Strays
Ridho Fachri & Indrasetno Vyatrantra – Home Sweet Loan (Menang)
Satrio Budiono & Ichsan Rachmaditta – Rangga & Cinta
Syaifullah Praditya – Tinggal Meninggal
Wahyu Tri Purnomo – Panggil Aku Ayah
19. Penata Musik Terbaik: Aghi Narotama
Aghi Narotama – Pengepungan di Bukit Duri
Fajar Yuskemal – The Shadow Strays
Ofel Obaja – Jumbo
Ricky Lionardi – Pangku
Zeke Khaseli & Yudhi Arfani – Perang Kota
20. Pencipta Lagu Tema Terbaik: Gerald Situmorang, Iga Massardi, & Asteriska
Anindyo Baskoro, Arya Aditya Ramadhya, & Ilman Ibrahim Isa (Laleilmanino) – Selalu Ada Di Nadimu (Jumbo)
Brigita Meliala – Berakhir di Aku (Home Sweet Loan)
Gerald Situmorang, Iga Massardi, & Asteriska – Terbuang Dalam Waktu (Sore: Istri dari Masa Depan)
Ifa Fachir & Simhala Avadana – Dengar Hatimu (Jumbo)
Melly Goeslaw – Tegar (Panggil Aku Ayah)
21. Penata Rias Terbaik: Novie Ariyanti
Aktris Handradjasa – Siapa Dia
Eba Sheba – Perang Kota
Ernaka – The Shadow Strays
Faradila Evariani – Gowok
Novie Ariyanti – Pengepungan di Bukit Duri
22. Penata Busana Terbaik: Victoria Esti Wahyuni
Hagai Pakan – Panggil Aku Ayah
Hagai Pakan – Gowok
Meutia Pudjowarsito – Perang Kota
Retno Ratih Damayanti – Siapa Dia
Victoria Esti Wahyuni – The Shadow Strays
23. Karya Kritik Film Terbaik: Catra Wardhana
20 Tahun ‘Tentang Dia’: Membingkai Keintiman Sapphic di Indonesia 2000an – Catra Wardhana
Ilusi Kebebasan Perempuan dalam ‘Gowok’ – Aurelia Gracia Novena
Rambut dalam ‘Nana’, Tempat Trauma dan Rahasia Digelung Bersama – Catra Wardhana
Smong Aceh: Duka yang Tak Selesai dan Segala Ketangguhan Itu – Raisa Kamila
Tendangan, Pengkhianatan, dan Mimpi di Tengah Mafia: Alegori ‘Elang’ (2025) dalam Psiko-Politik Sepak Bola Nusantara – Purwoko Ajie

Leave a Reply