7cloud.asia – Momen bersejarah terjadi dalam KTT ke-47 ASEAN yang digelar 26–28 Oktober 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Timor Leste akhirnya resmi bergabung sebagai anggota penuh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Deklarasi penerimaan Timor Leste sebagai anggota baru ASEAN menandai babak baru integrasi kawasan Asia Tenggara.
Negara yang merdeka pada 2002 itu resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN, setelah melalui proses panjang selama lebih dari satu dekade. Bergabungnya Timor Leste, membuat ASEAN kini memasuki era baru yang lebih inklusif.
Timor Leste, negara berpenduduk sekitar 1,3 juta jiwa ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama ekonomi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
“Ini bukan hanya kemenangan diplomasi, tetapi juga kemenangan rakyat kami,” tegas Xanana Gusmao.
Dengan masuknya Timor Leste, keanggotaan ASEAN telah berkembang menjadi 11 negara yaitu:
1. Indonesia – 8 Agustus 1967
2. Malaysia – 8 Agustus 1967
3. Filipina – 8 Agustus 1967
4. Singapura – 8 Agustus 1967
5. Thailand – 8 Agustus 1967
6. Brunei Darussalam – 7 Januari 1984
7. Vietnam – 28 Juli 1995
8. Laos – 23 Juli 1997
9. Myanmar – 23 Juli 1997
10. Kamboja – 30 April 1999
11. Timor Leste – 26 Oktober 2025
Baca: Negara-negara ASEAN satukan komitmen untuk hadapi perubahan iklim
Dari pengamat jadi anggota penuh
Melansir Tribun, Timor Leste pertama kali mengajukan permohonan bergabung dengan ASEAN pada tahun 2011.
Setelah itu, pada 2022, negara yang pernah menjadi provinsi ke-27 Republik Indonesia tersebut mendapatkan status pengamat (observer state) usai disetujui oleh seluruh pemimpin ASEAN.
Selama tiga tahun terakhir, Timor Leste menjalani proses penilaian intensif terkait kesiapan ekonomi, politik, dan administrasi. Hasilnya, dalam KTT ke-47 ASEAN, para pemimpin negara menyetujui keanggotaan penuh Timor Leste.
“Secara prinsip, menerima Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN,” bunyi pernyataan dalam dokumen resmi ASEAN Leaders’ Statement on The Application of Timor-Leste for ASEAN Membership.
Suasana haru menyelimuti ruang sidang saat bendera merah, hitam, dan kuning Timor Leste dikibarkan sejajar dengan bendera negara-negara ASEAN lainnya. Perdana Menteri Xanana Gusmao tampak menitikkan air mata menyaksikan momen bersejarah tersebut.
“Ini bukan sekadar mimpi yang jadi kenyataan, tetapi juga penegasan kuat atas perjalanan kami yang ditandai dengan ketangguhan, tekad, dan harapan,” ujar Gusmao.
“Ini bukan akhir dari perjalanan kami. Ini adalah awal dari babak baru yang menginspirasi,” tambahnya dengan suara bergetar.
Baca: Negara-negara ASEAN sepakat perkuat kerjasama mengatasi polusi plastik
Perjalanan Panjang Menuju ASEAN
Sejak mengajukan diri pada 2011, Timor Leste menghadapi berbagai tantangan, terutama soal kesiapan ekonomi dan politik.
Namun, dukungan kuat dari Indonesia menjadi faktor penting yang mendorong diterimanya Dili sebagai anggota penuh.
“Dalam komunitas ini, pembangunan Timor Leste dan otonomi strategisnya akan mendapatkan dukungan yang kuat dan berkelanjutan,” kata Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Bergabungnya Timor Leste menjadi momentum penting karena menjadi negara baru pertama yang diterima ASEAN sejak Kamboja pada 1999.
Timor Leste lahir dari sejarah panjang perjuangan rakyatnya. Setelah referendum pada 30 Agustus 1999 yang diawasi PBB, sebanyak 78,5 persen rakyat Timor Timur memilih menolak otonomi khusus dari Indonesia.
Hasil itu membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan transisi di bawah United Nations Transitional Administration in East Timor (UNTAET).
Timor Leste akhirnya memproklamasikan kemerdekaannya pada 20 Mei 2002, dan Xanana Gusmao menjadi presiden pertamanya. Setahun kemudian, pada 27 September 2002, negara itu resmi menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Leave a Reply