7cloud.asia – Evakuasi korban runtuhnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur telah memasuki hari ke-8.
Hingga Senin (6/10/2025) total korban meninggal akibat kejadian yang terjadi pada Senin (29/9/2025) itu telah mencapai 58 orang, termasuk enam bagian tubuh yang berhasil ditemukan di antara reruntuhan.
Kasubdit Pengarahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer, menjelaskan empat korban terbaru berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan.
Proses evakuasi berlangsung dari pukul 13.28-14.50 waktu Indonesia barat (WIB) di sektor A3 dan A2, yaitu area belakang pondok yang sebelumnya sulit diakses.
Baca: Banyak pondok pesantren yang dibangun seadanya
“Dengan tambahan empat korban ini, total ada lima jenazah dan satu bagian tubuh yang berhasil dievakuasi dari sektor A3 dan A2,” kata Frezeer dikutip metrotvnews.com.
Secara keseluruhan, selama delapan hari operasi pencarian Tim SAR telah mengevakuasi 162 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 104 korban selamat dan 58 korban meninggal dunia.
Proses pencarian dan evakuasi masih akan terus dilakukan tim di lokasi kejadian. Fokus pembersihan saat ini dialihkan ke area utara pondok yang belum seluruhnya tersentuh.
“Evakuasi masih berlangsung. Pembersihan puing kini difokuskan ke sisi utara, pada bagian bangunan yang tidak terintegrasi dengan struktur utama,” imbuh Frezeer.
Baca: 91 orang terjebak di reruntuhan musala Pondok Pesantren Al Khoziny
Tim SAR tetap bekerja di lapangan dengan menggunakan alat berat dan tenaga manual. Mereka menghadapi tantangan berupa kondisi bangunan yang tidak stabil dan berisiko tinggi.
Meski menghadapi berbagai kendala, operasi penyelamatan terus dilakukan secara maksimal. Freezer berharap tidak ada lagi korban yang tertinggal di bawah reruntuhan bangunan.
Seperti diketahui, gedung tiga lantai termasuk musala di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk, pada Senin (29/9/2025) sore.
Saat kejadian ada ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan tersebut.

Leave a Reply