7cloud.asia – Sejumlah nama seperti Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, mantan Menko Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, hingga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimmy Jimly Ashiddiqie bakal bergabung di Komite Reformasi Polri
Presiden Prabowo Subianto disebut bakal meresmikan Komite Reformasi Polri dan melantik sembilan anggotanya pada pekan depan.
Pembentukan Komite Reformasi Polri merupakan salah satu komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan reformasi internal di tubuh Polri.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya aspirasi publik dan desakan berbagai elemen masyarakat yang menilai Polri perlu melakukan perbaikan sistemik, terutama dalam hal transparansi, integritas, dan profesionalisme.
Baca: Mahfud MD bersedia gabung dalam Komite Reformasi Polri
Kehadiran figur-figur dengan latar belakang hukum dan konstitusi tersebut dinilai akan memperkuat legitimasi serta arah strategis reformasi Polri.
“Saya kira mungkin pada paling lambat pertengahan Oktober (2025) sudah akan diumumkan komisi reformasi kepolisian itu,” kata Yusril, di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2025) dikutip Kompas.com.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa komite tersebut berbeda dengan Tim Transformasi Reformasi yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di internalnya.
Baca: Kepolisian harus direformasi total
Namun, pemerintah dan Polri disebut memiliki semangat yang sama untuk memperbaiki institusi kepolisian.
Komite Reformasi Polri bentukan Presiden akan menjadi tim utama dalam reformasi institusi kepolisian. Sedangkan tim bentukan Kapolri yang terdiri dari 47 jenderal dan lima perwira menengah akan membantu komite bentukan Presiden Prabowo.
“Jadi, tim yang reformasi itu, Presiden tetap akan membentuk tim reformasi sehingga kemudian nanti, di dalam tim Polri itu, dia akan membantu kita. Jadi ada sinergi di situ,” kata Wakil Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto.

Leave a Reply