Tranformasi Pasar Tradisional di Jakarta Menuju Kota Global

Written by

in

7cloud.asia – Direktur Utama Pasar Jaya, Agus Himawan mengatakan, dari total 153 pasar di Jakarta, sebanyak 80 di antaranya sudah dalam kondisi baik dan hanya 34 saja yang tersisa mengalami kerusakan.

Lalu, sembilan pasar lainnya sedang dalam proses renovasi dan 30 sisanya masuk dalam kategori cukup baik.

“Kami tidak hanya merenovasi perbaikan fisik, tapi juga meningkatkan sarana prasarana untuk menjawab perkembangan,” ujarnya di sela diskusi bertema Transformasi Pasar di Jakarta menuju Kota Global yang diselenggarakan wartawan Balaikota, Rabu (24/9/2025) di Jakarta.

Agus menegaskan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pasar, tidak hanya menjadi layak tapi juga mampu menjawab tantangan zaman. Karena itu, pihaknya terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pasar.

Ditambahkan, sepanjang 2024 pihaknya telah melakukan pengembangan sistem pembayaran biller payment provider (BPP) di 30 pasar, sistem pembayaran QRIS di 57 pasar, pemasaran kios secara digital di empat pasar serta penambahan sarana olahraga seperti lapangan bulutangkis, futsal dan padel di 19 pasar.

Baca: Pasar Minggu akan direvitalisasi dengan konsep TOD

Pada 2025 ini, lanjut Agus, pihaknya dengan memanfaatkan anggaran penyertaan modal daerah (PMD) untuk merevitalisasi Pasar Kombongan, Pasar Kwitang Dalam, Pasar Gandaria dan Pasar Petojo Enclek.

Sedangkan lima pasar lainnya, yakni, Pasar Kramat Jaya, Sungai Bambu, Kampung Ambon, Pasar Lontar dan Kebon Melati serta Pasar Gardu Asem, masuk dalam perencanaan revitalisasi menggunakan PMD 2025.

Selain itu, pihak Pasar Jaya juga telah merencanakan pengembangan sarana olahraga di delapan pasar, revitalisasi bekerjasama dengan pihak ketiga di enam pasar, pembangunan pengolahan sampah mandiri di Pasar Induk Kramat Jati.

Pasar Jaya juga akan melakukan pengecatan eksterior 19 pasar, pengembangan sistem pembayaran BPP di 30 pasar dan pengembangan sistem pemasaran kios digital di lima pasar.

“Kita juga tengah melakukan pembahasan bersama PUPR untuk pembangunan hunian di Pasar Minggu agar hasilnya bisa menjadi TOD seperti di Pasar Rumput,” tegasnya.

Baca: Pasar Baru akan direvitalisasi dan kembali menjadi simbol Jakarta

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati menambahkan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong pembenahan pasar konevsional agar bisa bersaing dengan e-commerce.

Menurutnya, pasar konevsional memiliki keunikan tersendiri lantaran memfasilitasi interaksi konsumen dengan pedagang secara tatap muka.

Ditegaskan Eli, interaksi langsung tawar menawar di pasar itu merupakan nilai tambah yang tidak tergantikan. Agar bisa mendatangkan konsumen, kenyamanan pasar harus diperhatikan mulai dari fasilitas memadai hingga akses yang mudah dijangkau.

Tidak hanya peningkatan kualitas pasar yang ada, Eli mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta tengah mempersiapkan lokasi kawasan baru yang bisa menjadi destinasi kunjungan wisata dan perbelanjaan.

Dicontohkannya, saat ini pihaknya tengah konsern mengkaji konsep kawasan Pasar Baru terintegrasi dengan Kawasan Lapangan Banteng yang juga terdapat bangunan Pos Bloc, Gedung Kesenian Jakarta, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di sekitarnya.

“Kawasan itu kami rancang menjadi destinasi baru. Jadi kami coba susun bagaimana perekonomian Jakarta dibangun berdasar pasar demikian,” tandasnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *