Minimalisme: 3 Cara Decluttering Membantu Anda Melawan Konsumerisme

Written by

in

7cloud.asia – Saat merapikan barang-barang miliknya atau melakukan decluttering, orang kadang hanya memikirkan manfaat fisiknya. Mengurangi barang juga mengurangi stres, mempermudah pembersihan, dan mengembalikan rasa bangga pada ruangan Anda.

Itu sebabnya, minimalisme selalu menganjurkan pengikutnya untuk sering-sering melakukan decluttering.

Selain, ada manfaat lain yang sering terabaikan: merapikan barang dapat meningkatkan kondisi keuangan secara signifikan. Awalnya, hal itu mungkin terdengar janggal, seiring perjalanan waktu Anda akan merasakan kebenarannya.

Praktisi gaya hidup minimalis, Joshua Becker menegaskan, decluttering bukanlah pengeluaran—melainkan investasi. Decluttering tidak membutuhkan kekayaan; ia menciptakannya. Karena semakin sedikit yang kita miliki, semakin sedikit uang yang kita belanjakan.

 

”Anda membutuhkan banyak uang untuk membeli banyak barang yang tidak dibutuhkan, dan Anda tidak membutuhkan banyak uang untuk memiliki apa yang Anda butuhkan,” tulis Joshua di becomingminimalist.com.

Joshua menmbahkan, semakin sering dia merapikan dan menyederhanakan rumahnya, maka semakin baik dan sederhana hubungan keluarganya dengan uang. Akhirnya semua ini akan menghasilkan lebih banyak uang.

Baca: Menguak kebohongan di balik konsumerisme

Joshua menambahkan, menjalani gaya hidup minimalis adalah keputusan terbesar yang pernah dia buat untuk kondisi keuangan keluarganya.

”Karena begitu Anda mulai hidup dengan niat, Anda juga mulai berbelanja dengan niat,” imbuhnya.

Untuk membuatnya sedikit lebih praktis, Joshua memaparkan bagaimana decluttering membantu dia menghemat pengeluaran

1. Memaksimalkan apa yang sudah dimiliki
Decluttering memaksa kita untuk menginventarisasi barang-barang yang dimiliki, dan hal itu saja bisa menjadi pencerahan.

Berapa banyak losion setengah pakai yang terkubur di lemari kamar mandi? Berapa banyak peralatan dapur duplikat yang tidak terpakai di laci? Berapa persen pakaian kita yang benar-benar kita pakai? Berapa banyak handuk yang kita butuhkan?

Baca: Delapan cara mengusir overthinking

Atau bahkan, seberapa sering kita membeli sesuatu yang baru, hanya untuk kemudian menyadari bahwa kita sudah memiliki versi yang masih bagus?

Sebuah survei menemukan bahwa rumah tangga menghabiskan 2,7 miliar dolar per tahun untuk mengganti barang yang hilang.

Yang sama mengejutkannya: Sepanjang hidup, rata-rata orang akan membuang 3.680 jam—atau 153 hari—untuk mencari barang-barang yang terselip.

Saat merapikan, Anda menemukan kembali apa yang kita miliki dan berhenti membeli barang duplikat. Anda juga berhenti membuang waktu mencari-cari barang yang tidak terpakai. Karena itu, mulai sekarang singkirkan semua barang yang tidak Anda gunakan!

2. Memberi pelajaran tentang arti “Cukup”
Maya Angelou pernah berkata, “Kita membutuhkan jauh lebih sedikit daripada yang kita pikir kita butuhkan.” Menurut pengalaman Joshua, merapikan dan gaya hidup minimalis membuktikan kebenarannya.

Alasannya, merapikan tidak hanya membersihkan ruang kita, tetapi juga mengubah persepsi kita tentang apa yang dibutuhkan. Proses ini membantu kita mengubah hidup: Kita telah hidup dengan lebih dari yang kita butuhkan selama ini!

Baca: Alasan mengapa tidak membeli barang baru layak dicoba

Pembelian “wajib punya” itu? Kita lupa kita memilikinya. Perlengkapan cadangan? Tidak pernah terpakai. Pakaian yang dibeli dari rak obral? Tak pernah dipakai. Mainan Natal wajib punya tahun lalu? Tak pernah dimainkan.

Setiap kali kotak barang yang diserahkan ke Goodwill, kita belajar dua hal: bahwa memiliki lebih sedikit barang memperbaiki hidup kita, dan menyadarkan kita telah membeli lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Dan begitu kita menghayati kebenaran itu, keinginan untuk memiliki barang hilang dan kita mulai mengatasi konsumerisme untuk selamanya. Kita menghabiskan lebih sedikit karena kita telah belajar—secara naluriah—bahwa barang yang cukup sudah ada sejak dulu.

3. Membantu memahami janji kosong pemasaran
Setiap hari, kita dibombardir dengan iklan yang menceritakan kisah yang sama: Beli ini, dan Anda akan lebih bahagia.

Membersihkan barang yang tidak terpakai mengubah cara kita memandang iklan-iklan tersebut karena mengungkapkan kebenaran penting: janji-janji mereka kosong. Mereka menjanjikan kebahagiaan tetapi tidak pernah menepatinya.

Baca: Tiga aliran gaya hidup minimalis

Setelah kita membersihkan rumah (dan pikiran kita), kita dapat menyadari dengan lebih baik seberapa sering pemasar memangsa rasa tidak aman kita.

Obral itu tidak menghemat uang kita—melainkan meyakinkan kita untuk membelanjakannya. Barang trendi hanya akan menghabiskan uang kita dan menciptakan lebih banyak barang yang berantakan.

Decluttering membantu kita menyadari bahwa kebahagiaan tidak pernah dijual di toko serba ada. Kita perlu mencari di tempat lain.

Akibatnya, semakin kita mendecluttering dan melepaskan diri dari konsumerisme, semakin kecil pengaruh iklan terhadap kita.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *