Presiden Nepal Bubarkan Parlemen dan Bentuk Pemerintahan Sementara

Written by

in

7cloud.asia – Presiden Nepal, Ram Chandra Poudel membubarkan parlemen untuk membentuk pemerintahan sementara yang dipimpin mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki, sebagai perdana menteri.

Media lokal pada Jumat (12/9/2025) melaporkan, keputusan untuk membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat terlebih dahulu merupakan hasil kesepakatan dengan Karki.

Sebelumnya, Karki menolak menerima jabatan perdana menteri sebelum parlemen dibubarkan. Pembubaran parlemen tersebut sejalan dengan tuntutan para pengunjuk rasa dari Generasi Z, menurut penasihat pers kepresidenan, Kiran Pokharel.

Baca: Rakyat Nepal bahas pembentukan pemerintahan sementara secara daring

Menurut The Himalayan Times, Presiden Poudel akan membubarkan parlemen yang terdiri dari 275 kursi, mengumumkan keadaan darurat, dan membentuk pemerintahan sementara yang dipimpin oleh Karki.

Upacara pelantikan Karki sebagai kepala pemerintahan sementara diperkirakan digelar pada Jumat malam pukul 21.00 waktu setempat.

Dorongan untuk membentuk pemerintahan sementara menyusul setelah serangkaian unjuk rasa yang berujung kerusuhan sejak Senin (8/9/2025).

Baca: Militer Nepal ambil alih kekuasaan pasca kerusuhan yang tewaskan puluhan orang

Kerusuhan ini menyebabkan setidaknya 51 orang tewas dan ratusan lainnya terluka, serta memaksa pemerintahan terpilih Perdana Menteri KP Sharma Oli mundur dari jabatannya.

Korban tewas termasuk tiga anggota polisi Nepal, 21 pengunjuk rasa, 18 warga sipil lainnya, dan sembilan narapidana, menurut kepolisian.

Militer Nepal mengambil alih kekuasaan pada Selasa (9/9/2025) malam setelah aksi protes mematikan berjalan dua hari yang menyebabkan puluhan orang tewas dan lengsernya pemerintahan Perdana Menteri KP Sharma Oli.

Unjuk rasa yang berujung dengan kerusuhan ini dipicu kemarahan rakyat Nepal atas pemblokiran media sosial (medsos) dan maraknya korupsi di kalangan pejabat. .

Aksi yang disebut sebagai protes Generasi Z ini dianggap sebagai yang terbesar dalam sejarah modern Nepal dan muncul bersamaan dengan gerakan daring yang menyoroti para nepo kids.

Sumber: Antaranews.com/Anadolu

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *