World Cleanup Day: Mengonsumsi Secara Bertanggung Jawab untuk Kurangi Limbah Tekstil

Written by

in

7cloud.asia – UN Habitat menyebut bahwa setiap detik, satu truk sampah penuh pakaian dibuang ke tempat pembuangan akhir atau dibakar.

Ya, industri fesyen merupakan salah satu sumber pencemar lingkungan terbesar dengan menghasilkan 92 juta ton limbah tekstil setiap tahun, membanjiri sistem pengelolaan limbah, mencemari saluran air, dan memperparah krisis iklim.

Pada 20 September 2025, masyarakat dunia akan memperingati World Cleanup Day atau Hari Bersih-Bersih Sedunia – sebuah gerakan global yang lebih dari sekadar memungut sampah untuk menghadapi krisis limbah secara langsung.

World Cleanup Day tahun ini akan berfokus pada limbah tekstil dan fesyen, yang menjadi salah satu tantangan lingkungan yang paling nyata dan berkembang pesat.

Baca: Sejarah lahirnya World Cleanup Day

World Cleanup Day 2025 menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah kebiasaan menuju konsumsi yang bertanggung jawab. Masyarakat dunia diajak menangani krisis limbah tekstil yang semakin meningkat.

Upaya ini akan memperkuat sistem pengelolaan limbah lokal dan global, serta memajukan kebijakan dan kemitraan yang membangun ketahanan perkotaan.

Limbah tekstil memicu tiga krisis planet: menyumbat saluran air dan memperburuk banjir perkotaan, mencemari sungai dan lautan, merusak keanekaragaman hayati, dan melepaskan gas rumah kaca yang mendorong perubahan iklim.

Dengan menangani limbah tekstil, World Cleanup Day semakin mendekatkan kota-kota pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Perjanjian Paris.

Baca: Sambut World Cleanup Day Luna Maya sebar virus bersih-bersih

Pada 8 Desember 2023, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi resolusi 78/122, yang menetapkan 20 September sebagai Hari Bersih-Bersih Sedunia.

Resolusi ini mengajak Negara-negara Anggota, badan-badan PBB, organisasi internasional dan regional, masyarakat sipil, sektor swasta, dan akademisi untuk memperingati hari tersebut melalui kegiatan bersih-bersih

World Cleanup Day juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran warga dunia untuk mengonsumsi secara lebih bertanggung jawab, untuk menjaga kelestarian lingkungan.

World Cleanup Day dibangun di atas inisiatif akar rumput selama bertahun-tahun yang telah memobilisasi jutaan orang, mengingatkan masyarakat akan tanggung jawab bersama untuk melindungi planet Bumi.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *