7cloud.asia – Lebih dari 100 ribu orang terluka akibat Topan Kajiki yang melanda Pulau Hainan, selatan China, tanpa korban jiwa, ungkap otoritas Hainan pada Senin (25/8/2025)
“Hingga pukul 09.00 (0100GMT), tidak ada korban jiwa. Menurut statistik awal … bencana topan Kajiki ini menyebabkan 102.500 orang terluka,” ujar juru bicara departemen manajemen darurat provinsi, Wu Zhanchao, melalui WeChat.
Di kota Sanya, Hainan, topan Kajiki merobohkan atau memiringkan lebih dari 20 ribu pohon, sementara 2.700 stasiun pangkalan seluler di seluruh provinsi tidak berfungsi, yang berdampak pada 60 ribu pelanggan, tambah Wu.
Baca: Topan terkuat dalam 75 tahun terakhir
Sebelumnya di hari yang sama, Wakil Konsul Konsulat Jenderal Rusia di Guangzhou, Ivan Rymar, mengatakan kepada RIA Novosti bahwa 600 wisatawan Rusia tertahan di China akibat topan tersebut dan mereka semua telah ditampung di hotel.
Pada Minggu (24/8/2025), Otoritas Provinsi Hainan, China telah menetapkan status siaga tertinggi saat Topan Kajiki mendekat.
Kantor berita Xinhua melaporkan pada hari yang sama bahwa 20.728 orang telah dievakuasi dari daerah-daerah yang berpotensi berbahaya.
Baca: Investasi untuk mitigasi perubahan iklim mampu redam dampak bencana alam
Selain itu, ada lebih dari 30.769 kapal penangkap ikan lokal telah kembali ke pelabuhan atau berlindung di tempat-tempat aman.
Di Sanya, sekolah, bisnis, kegiatan komersial, transportasi umum, dan pengiriman barang dihentikan sementara, dan area-area wisata ditutup untuk umum.
Puluhan ribu penduduk telah dievakuasi dari beberapa daerah di Vietnam tengah, yang diperkirakan akan menanggung dampak terberat Topan Kajiki, menurut laporan portal berita pemerintah Vietnam yang melaporkan sebelumnya pada Senin.
Sumber: Antaranewscom/Sputnik-OANA

Leave a Reply