7cloud.asia – Lebih dari tujuh dekade lebih perjalanan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belum membuat persoalan kesehatan anak di Indonesia selesai. Berbagai tantangan masih membayangi.
Mulai dari penyakit infeksi yang kini kembali muncul hingga ancaman penyakit tidak menular pada anak seperti obesitas, diabetes melitus dan penyakit lainnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A (K) mengatakan, peringatan HUT ke-72 IDAI menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang pelayanan kesehatan anak di Indonesia.
Baca: Kualitas Tidur Besar Pengaruhnya pada Anak
“Selama 72 tahun IDAI, kesehatan anak Indonesia dibanding dahulu sudah mengalami peningkatan. Tetapi memang belum signifikan apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga,” jelas Piprim di sela-sela peringatan HUT IDAI di Jakarta pada Minggu (14/06/2026).
Ia menyebut, angka kematian bayi dan balita masih menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian. Selain itu, Indonesia juga menghadapi persoalan munculnya kembali penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.
Penyakit seperti difteri, pertusis, polio dan campak kembali ditemukan seiring menurunnya cakupan imunisasi. Kondisi tersebut, menurut Piprim, tidak lepas dari masih adanya keraguan sebagian orang tua terhadap imunisasi.
Baca: Fasilitas Daycare Harus Memenuhi Kebutuhan Dasar Anak
“Dengan cakupan imunisasi yang bisa kita perbaiki, mudah-mudahan angka kejadian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan bisa kita turunkan,” katanya.
Di sisi lain, persoalan kesehatan anak kini tidak hanya berkutat pada penyakit infeksi. Indonesia masih menghadapi stunting dan gizi buruk, sementara ancaman baru berupa obesitas serta penyakit metabolik mulai meningkat.
Perubahan pola hidup menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Konsumsi makanan berlebih, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup yang tidak sehat mulai menjadi tantangan baru bagi kesehatan anak.
“Masalah kesehatan anak semakin kompleks. Kita menghadapi penyakit infeksi, tetapi juga penyakit yang tidak menular,” ujar Piprim.
Baca: Fenomena El Nino Godzilla, IDAI Imbau Anak untuk Banyak Berada Dalam Ruangan
Dalam peringatan HUT ke-72, IDAI menggelar sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat, termasuk pemeriksaan tumbuh kembang anak dan edukasi kesehatan. Namun bagi IDAI, tantangan terbesar tetap berada pada upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit.
Menurut Piprim, pelayanan terhadap anak Indonesia harus terus berjalan di tengah berbagai kondisi.
“Apa pun yang terjadi, kita tetap melayani masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, persoalan kesehatan anak membutuhkan kerja bersama, tidak hanya dari tenaga medis, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Sebab, kualitas kesehatan anak hari ini akan menentukan wajah Indonesia di masa mendatang.

Leave a Reply