7cloud.asia – Selain China, pemerintah Inggris juga disebut berpeluang untuk memimpin aksi iklim dunia, setelah Amerika Serikat menarik diri dari Perjanjian Paris.
Dilansir The Conversation, pemerintah Inggris di bawah Perdana Menteri Rishi Sunak menaikkan komitmennya untuk membangun kekuatan energi bersih guna mengatasi laju perubahan iklim.
Inggris berkomitmen mengurangi emisi 77 persen emisinya dibandingkan level 1990 dengan target capaian pada 2035, disertai rencana terperinci untuk sektor listrik, transportasi, konstruksi, dan pertanian.
Pemerintah Inggris juga berjanji mendukung pembangunan berkelanjutan dan transisi ke energi bersih di negara-negara selatan termasuk Indonesia.
Inggris kini memiliki kerangka regulasi paling ambisius untuk peralihan ke kendaraan listrik dibandingkan negara mana pun di dunia, berkat undang-undang yang mulai berlaku pada Januari 2024.
Baca: China dan Inggris berpeluang memimpin aksi iklim dunia
Dilansir www.gov.uk, setelah melalui konsultasi ekstensif dengan industri dan produsen, mandat ini memberikan kepastian yang dibutuhkan untuk melindungi lapangan kerja terampil di Inggris.
Mandat kendaraan tanpa emisi (ZEV) menetapkan persentase mobil dan van tanpa emisi baru yang wajib diproduksi oleh produsen setiap tahun hingga tahun 2030.
Sebanyak 80 persen mobil baru dan 70 persen van baru yang dijual di Inggris kini akan bebas emisi pada tahun 2030, dan akan meningkat menjadi 100 persen pada tahun 2035.
Hal ini menyusul keputusan yang diambil oleh Perdana Menteri untuk menunda larangan mobil diesel dan bensin baru dari tahun 2030 ke tahun 2035
Kondisi ini menempatkan Inggris sejajar dengan negara-negara ekonomi global utama lainnya seperti Prancis, Jerman, Swedia, dan Kanada.
Baca: Langkah Inggris memangkas emisi tuai pujian
Mandat ini memberikan waktu bagi konsumen untuk membuat pilihan beralih ke kendaraan listrik, sementara pemerintah terus meningkatkan infrastruktur pengisian daya.
Inggris telah melampaui semua anggaran karbon hingga saat ini, dengan memangkas emisi gas rumah kaca hampir 50 persen sejak 1990.
Analisis Komite Perubahan Iklim terkini menunjukkan pendekatan yang lebih pragmatis tidak menyebabkan kerugian material yang berarti terhadap kemajuan dalam memangkas emisi
Kebijakan ini juga memberi kesempatan bagi warga Inggris akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan transisi, sekaligus membuat mereka bisa menghemat ribuan poundsterling di saat biaya hidup sedang melambung tinggi.
Baca: Inggris tunjuk aktivis lingkungan menjadi duta besar khusus

Leave a Reply