7cloud.asia – Mantan Ketua KPK, Abraham Samad pada Rabu (13/8/2025) memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi.
Abraham Samad datang dengan didampingi penasihat hukumnya, pengacara senior Todung Mulya Lubis, dan diikuti sejumlah pendukung yang membawa berbagai poster.
“Saya ingin memberi contoh bahwa kita akan patuh menghadapi berbagai panggilan yang sifatnya pro-justitia,” katanya saat ditemui di Polda Metro Jaya, seperti dikutip Antara.
Sementara terlapor kasus yang diadukan mantan Presiden Joko Widodo seperti Roy Suryo dan Rismon Sianipar memilih tidak memenuhi panggilan Polda karena sudah mempunyai agenda lain.
Abraham Samad, yang menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015, mengatakan pemanggilan terhadap dirinya terkait dengan apa yang dilakukannya selama ini.
“Yaitu memberitakan dan menjadi forum diskusi untuk memberikan edukasi, pencerahan dan kritikan yang bersifat konstruktif agar masyarakat paham tentang hak-hak dan kewajibannya. Itu yang saya lakukan,” katanya.
Baca: Jika Jokowi tunjukkan ijazahnya maka polemik akan berakhir
Setidaknya ada 10 episode dalam sinear miliknya “Abraham Samad SPEAK UP”. yang membahas tentang dugaan Jokowi menggunakan ijazah palsu dengan nara sumber yang seluruhnya meragukan keaslian ijazah mantan presiden ini.
Di antara nara sumber Abraham adalah Profesor Ryas Rasyid, Selamat Ginting, Rismo Sianipar, Roy Suryo, Dokter Tifa, dan Beathor.
Kanal Youtube Abraham diikuti 1,34 juta orang dengan jumlah konten lebih dari 3.000 video sejak 2022. Sinear-sinearnya muncul hampir setiap dua hari sekali.
Menurut dia, kalau siniarnya dianggap sesuatu yang punya nilai pidana, maka ini adalah salah satu bentuk kriminalisasi serta pembungkaman kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi.
“Dan yang paling berbahaya lagi, bahwa pemanggilan saya ini adalah sebuah tujuan, proses, ingin mempersempit adanya ruang demokrasi. Ini mengancam demokrasi kita,” katanya.
Menurut Abraham, peristiwa ini bukan hanya tentang dirinya, tapi tentang nasib dan masa depan demokrasi, terlebih lagi masa depan kebebasan berpendapat dan berekspresi.
Ia mengklaim isi siniar miliknya berupa konten yang bersifat edukasi dan diskusi.
Baca: Polisi uji keaslian ijazah Jokowi tapi hanya tunjukkan fotokopian
“Podcast saya bukanlah berisi konten-konten yang tidak berpendidikan atau konten-konten yang sifatnya entertain,” katanya.
Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Reonald Simanjuntak mengatakan Abraham Samad (AS) dipanggil sebagai saksi. Ia pertama kali dipanggil pada 9 Mei 2025, namun tidak hadir.
Mantan presiden Joko Widodo mengatakan munculnya nama Abraham Samad dalam pemeriksaan oleh tim penyidik Polda Metro Jaya, bukan berasal dari dirinya.
Dia menyatakan laporan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik atas tudingan ijazah palsu yang dibuat olehnya adalah berkaitan dengan peristiwanya. Dia mengaku tak melaporkan nama.
“Jadi, yang saya laporkan itu adalah peristiwa, peristiwa mengenai dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Saya tidak melaporkan nama,” kata Jokowi ketika ditemui wartawan di kediamannya di Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (25/7/2025).
Dari laporannya itu, Jokowi mengatakan Polda Metro Jaya kemudian menindaklanjuti dengan penyelidikan. Dari proses itu, muncul nama-nama yang kemudian dipanggil oleh tim penyidik Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.
Sehingga menurutnya, munculnya nama Abraham Samad dalam proses pemeriksaan tersebut bukan dari laporan yang dibuatnya.
Sumber: Tempo.co

Leave a Reply