7cloud.asia – Dosen Fakuiltas hukum Universitas Hassanudin (Unhas) Prof Hamid Awaluddin menyampaikan ada yang bisa dilakukan Presiden Prabowo terkait dugaan ijazah palsu Jokowi.
Prabowo, ujar Hamid, bisa meminta Jokowi mencabut laporannya sebelum kasus ijazah palsunya bergulir ke pengadilan.
“Ya, bicara dari hati ke hati Pak Jokowi. Pak, energi bangsa terkuras. Mari kita fokus melanjutkan legasi Bapak 10 tahun terakhir ya. Kenapa enggak?” kata Hamid dalam wawancara dengan KompasTV, yang dikutip pada Senin (10/8/2025).
Baca: Ada upaya membungkam mantan Rektor UGM, Sofian Effendy
Ia juga menyampaikan bisa juga Presiden Prabowo memanggil Roy Suryo, mantan kader Partai Demokrat yang terus menggulirkan dugaan ijazah palsu ini
“Yang kedua bagaimana Pak kalau saya panggil Roy Suryo, sudahlah Roy Suryo, kau lihat ijazahnya Pak Jokowi, berhentilah ya toh,” imbuhnya
Masalahnya, menurut Hamid, Prabowo juga akan berhitung. Kalau saya sampaikan lantas ditolak, gimana dong?
“Pasti ada juga hitung-hitungan itu kan. Nah, jangan sampai Pak Jokowi mau, Suryo tidak mau. Itu juga harus dihitung baik-baik oleh pihak Prabowo,” katanya.
Baca: Relagama Bergerak desak Rektor UGM bersikap jujur terkait dugaan ijazah palsu Jokowi
Dalam kesempatan itu Hamid mengatakan, Jokowi menjadi aktor kunci dalam kasus ini. Jika Jokowi menunjukkan ijazahnya, maka semua kontroversi dan polemik ijazah palsu yang bergulir sejak 2017 ini akan berhenti.
“Sebenarnya kisah tentang ijazah Jokowi ini semuanya tergantung dengan Pak Jokowi. Dia tidak tergantung pada Silfester, tidak tergantung pada Roy. Semua yang terlibat ini turunan dari posisi Pak Jokowi,” kata Hamid
Sementara itu penanganan kasus ijazah palsu Jokowi terus bergulir. Polda Metro Jaya akan memeriksa Roy Suryo Cs terkait kasus dugaan fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin (11/8/2025) hari ini.

Leave a Reply