7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merevitalisasi Pasar Taman Puring yang mengalami kebakaran pada Senin (28/7/2025) yang menghanguskan sekitar 500 kios yang ada di sana.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo mendukung, langkah Pemprov DKI Jakarta untuk merevitalisasi Pasar Taman Puring pascakebakaran ini
Ia menegaskan, Pasar Taman Puring memiliki nilai ekonomi, sosial dan sejarah yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat sekitar.
Namun Rio mengingatkan, revitalisasi tidak cukup hanya membangun ulang. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan, terutama instalasi kelistrikan dan mitigasi kebakaran.
Rio mengingatkan bahwa Pasar Taman Puring telah tiga kali mengalami kebakaran besar. Kebakaran pertama pada 2002 menghanguskan 580 kios milik 370 pedagang, disusul insiden serupa pada 2005 yang membakar 80 kios, dan terakhir pada 2025 yang menghanguskan sekitar 500 kios.
Baca: Pasar Baru akan kembali menjadi simbol Jakarta
“Pemprov harus segera mengaudit instalasi listrik di seluruh pasar tradisional dan memastikan alat pemadam api ringan (APAR) tersedia di setiap blok. Kami bahkan telah mendorong program APAR mandiri di tingkat RT/RW, termasuk alokasi anggaran khusus untuk itu,” jelasnya.
Rio juga mendorong Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk memperkuat Satgas Kebakaran di 267 kelurahan, termasuk rutin mengadakan pelatihan dan simulasi kebakaran bagi warga pasar.
Edukasi tentang bahaya korsleting listrik dan penggunaan kompor juga dinilai penting, terutama di wilayah padat seperti Taman Puring. Ke depan, Sambung Rio, Pemprov DKI perlu menyusun masterplan pencegahan kebakaran yang lebih terintegrasi.
“Ini mencakup relokasi strategis pasar-pasar rawan kebakaran, pembangunan sistem deteksi dini, dan kolaborasi dengan PLN untuk pemutakhiran jaringan listrik,” tandasnya.
Baca: Wajah baru Blok M usai direvitalisasi
Sejarah Pasar Taman Puring
Dikutip dari situs Pemprov DKI Jakarta, Pasar Taman Puring adalah salah satu pusat perbelanjaan legendaris di Jakarta Selatan selama lebih dari enam dekade. Kisah Pasar Taman Puring bermula pada awal 1960-an.
Kawasan itu dahulu hanya lapak-lapak liar tempat opelet mangkal dan pedagang pikulan menjajakan barang bekas.
Baru pada 1983, Gubernur DKI Jakarta Soeprapto, secara resmi menetapkan kawasan ini sebagai lokasi pasar tradisional sekaligus taman terbuka hijau.
Pasar ini dibangun untuk menampung para pedagang barang bekas yang sebelumnya berjualan secara sembarangan di pinggir jalan.
Nama Taman Puring kemudian mulai dikenal masyarakat. Nama ini merujuk pada keberadaan taman dan pohon-pohon puring yang kala itu menghiasi lingkungan sekitar. Pasar ini kemudian dikenal sebagai pusat perdagangan barang dengan harga murah.
Baca: Perdagangan di Pasar Tanah Abang makin sepi
Pasar ini pun sempat menarik perharian karena ada praktik ilegal. Pada era 1980 hingga 1990-an Pasar Taman Puring sempat mendapat cap sebagai pasar gelap dan pasar tadahan.
Berbagai barang curian, elektronik selundupan, hingga onderdil kendaraan ilegal dijual bebas di sini, sering kali tanpa pengawasan ketat.
Pada 1997–1998, saat krisis moneter melanda Indonesia, jumlah pedagang melonjak drastis. Ribuan warga yang terkena PHK memilih berdagang di Taman Puring. Pemerintah DKI mencoba menata dengan sistem pasar tunggu.
Sistem ini membuat para pedagang bisa membuka lapak pada hari Sabtu dan Minggu menggunakan tenda darurat.
Kondisi ini membuat kawasan Taman Puring semrawut. Pada 8 Januari 1999, Pemprov DKI melakukan penertiban besar-besaran dan memindahkan sebagian pedagang ke pasar lain, seperti Pasar Pondok Indah dan Pasar Kebayoran Lama.
Baca: Kawasan Kebayoran Lama akan ditataulang
Pada 2022, sebuah kebakaran besar menghantam Pasar Taman Puring. Bangunan pasar dan ratusan kios luluh lantak.
Setelah kebakaran itu, Pemprov DKI Jakarta melakukan penataan ulang pasar yang lebih modern. Dibuat gedung dua lantai, fasilitas sanitasi, parkir, dan sistem zonasi komoditas. Lebih dari 700 kios ditata rapi.
Setelah pembangunan ulang itu, Pasar Taman Puring menjelma menjadi surga bagi pencari sepatu. Merek Adidas, Nike, Converse, hingga Timberland versi tiruan ditawarkan dengan harga murah.
Tidak hanya sepatu, pengunjung juga bisa menemukan aksesori kendaraan, pakaian militer bekas, tas branded KW, jam tangan, alat olahraga, hingga onderdil mobil antik. Banyak reseller online berbelanja dari sini dan menjual kembali barang di lokapasar.

Leave a Reply