BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Akhir Bulan Juli

Written by

in

7cloud.asia – Senior Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika/BMKG Agita Vivi Wijayanti mengingatkan potensi cuaca ekstrem dan imbauan waspada untuk warga di akhir bulan Juli ini

Dalam tulisannya di The Conversation, Agita menyebut perubahan cuaca dari basah ke dingin dan relatif kering tahun ini memang berlangsung dalam waktu singkat.

“Tak heran jika banyak yang menyebutnya ‘cuaca ekstrem’,” demikian Agita dalam tulisannya.

Analisis BMKG memperkirakan kondisi curah hujan pada Juli 2025 secara umum berada dalam kategori rendah (<50 mm/dasarian)

Baca: Perubahan iklim memicu cuaca ekstrem

Kondisi ini tak terkecuali juga terjadi di sebagian wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Namun, meskipun tergolong rendah, beberapa daerah di Sumatra, Jawa, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua masih berpotensi mengalami hujan lebih tinggi dari biasanya.

Memasuki Agustus, curah hujan akan semakin bervariasi, dengan potensi curah hujan rendah di sebagian Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Baca: Cuaca ekstrem sulitkan petani kopi

Adapun curah hujan tinggi terjadi di sebagian Sumatra Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan bagian Utara, Sulawesi bagian Tengah, Maluku, dan Papua bagian Barat serta Selatan.

Karena itu, masyarakat perlu selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, pohon tumbang, dan gangguan aktivitas lainnya.

“Kenali kondisi lingkungan sekitar, siapkan tas siaga, dan terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi,” demikian Agita menutup tulisannya.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *