7cloud.asia – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) saat ini telah mengoperasikan sebanyak 300 unit bus listrik, atau meningkat dibanding tahun lalu yang baru 200 unit.
Pada tahun 2024, Transjakarta mengoperasikan lebih dari 4.000 unit bus, tepatnya 4.388 unit, dengan total 242 rute. Dengan demikian, jumlah bus listrik masih kurang dari 10 persen.
Ke depan ditargetkan semua armada Transjakarta akan bertahap beralih dari bus konvensional menjadi bertenaga listrik sepenuhnya pada 2030.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen PT TransJakarta dalam mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon, meningkatkan kualitas udara dan mendukung transportasi berkelanjutan di perkotaan.
Baca: Tantangan penggunaan bus listrik secara massal
Hal ini seejalan dengan target pemerintah pusat untuk mencapai net zero emission atau emisi nol pada 2060.
Laporan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) menyebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pengoperasian sekitar 10.000 armada bus listrik yang akan berada di bawah kewenangan Transjakarta pada tahun 2030.
Untuk menuju ke arah ini, PT TransJakarta secara bertahap mengganti armadanya dengan bus listrik sejak 2020.
Terbaru, TransJakarta telah melakukan uji coba bus listrik terbaru dengan merek Zhongtong.
Uji coba ini dilakukan tanpa melayani pelanggan atau mengangkut beban ini meliputi hal-hal teknis seperti, fungsi GPS, voice announcer, LED running text dan lain sebagainya.
Baca: Menilik kesiapan mobil listrik jadi angkutan massal
“Uji coba ini adalah salah satu prosedur yang kami terapkan sebelum unit bus melayani pelanggan di jalur, untuk memastikan semua kesiapan teknis sudah berjalan sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimum) yang berlaku,” ujar Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Senin (30/6/2025).
Ia mengatakan, bus-bus listrik baru tersebut merupakan bus tipe highdeck yang akan beroperasi di layanan koridor atau Bus Rapid Transit (BRT) ataupun Mix (BRT dan Non BRT).
Ayu menyampaikan, uji coba bus dilakukan di enam layanan Transjakarta yakni Pulogadung – Kejaksaan Agung (4K), Lebak Bulus – Pasar Baru (Koridor 8).
Juga Terminal Senen-Lebak Bulus (6H), Stasiun Manggarai-Blok M (6M), PGC-Juanda (5C) dan PGC-Terminal Tanjung Priok (Koridor 10).

Leave a Reply