BPH Akan Persingkat Masa Tinggal Menjadi 30 Hari pada Penyelenggaraan Haji 2026

Written by

in

7cloud.asia – Badan Penyelenggara Haji (BPH) Republik Indonesia akan meninjau pengurangan masa menetap jemaah haji di Arab Saudi, dari awalnya 40 hari lebih menjadi 30 hari untuk musim haji 1447 Hijriah.

Hal itu diungkapkan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri BPH Puji Raharjo saat melakukan kunjungan kerja ke Debarkasi Haji Padang, Sumatera Barat, Sabtu (28/6/2025).

“BPH akan meninjau ulang masa tinggal jamaah haji Indonesia di Arab Saudi agar dipersingkat menjadi 30 hari,” katanya seperti dilansir Antaranews.com

Menurut Puji, efisiensi masa tinggal jamaah haji dapat diwujudkan dengan mengatur ulang frekuensi keberangkatan dan kepulangan jamaah. Namun, hal tersebut harus mempertimbangkan kesiapan asrama haji dan kemampuan teknis embarkasi.

Baca: Kemungkinan BPKH bertransformasi menjadi syarikah haji

Untuk menerapkan efisiensi masa tinggal jamah haji di Tanah Suci, BPH menekankan pentingnya kolaborasi dalam penyelenggaraan haji untuk musim berikutnya.

Apalagi, pada 2026 pengelolaan teknis ibadah haji sudah berada di BPH yang dikomandoi oleh Mochamad Irfan Yusuf.

Meskipun demikian, sinergitas dengan pemerintah daerah maupun Kementerian Agama tetap akan dilakukan.

“Penyelenggaraan ibadah haji ini harus dikolaborasikan dengan pemerintah daerah dan Kementerian Agama karena haji ini hajat bangsa dan hajat pemerintah,” ujar dia.

Baca: Sistem Multi-syarikah akan dievaluasi untuk perbaikan pelaksanaan Haji 2026

Usulan pengurangan masa menetap jemaah haji di Tanah Suci juga disampaikan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i saat berkunjung ke Ranah Minang.

Menurut Romo, masa menetap jamaah haji di Arab Saudi bisa dikurangi dari 40 hari lebih menjadi 31 hari. Hal tersebut bisa diimplementasikan apabila didukung regulasi baru, serta pendirian Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi.

Dalam kunjungannya ke Asrama Haji Padang, Puji melihat kondisi fasilitas tersebut cukup baik. Namun ke depan perlu peningkatan kapasitas terutama dalam pelayanan calon haji.

“BPH ingin frekuensi penggunaan Asrama Haji Padang untuk keberangkatan jemaah haji bisa lebih dimaksimalkan,” harap dia.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *