Nutrisi yang Efektif Menghadang Memburuknya Gejala Demensia

Written by

in

7cloud.asia – Demensia atau kepikunan adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebut gejala penurunan fungsi otak yang cukup parah

Demensia umumnya dialami mereka yang sudah berusia lanjut atau lansia. Namun, dalam beberapa kasus demensia juga dialami mereka yang masih relatif muda sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

Dilansir di laman resmi Kementerian Kesehatan, gejala demensia antara lain meliputi penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir, kemampuan berkomunikasi,

Gejala demensia juga ditandai menurunnya kemampuan untuk mengendalikan perilaku dan emosi yang memburuk sampai mengganggu kemampuan bersosialisasi.

Sampai saat ini belum ada obat untuk mengatasi demensia, tetapi ada langkah-langkah pencegahan yang bisa dijalankan. Selain pengaturan pola makan, aktivitas fisik, manajemen stres, dan kualitas tidur juga dapat mempengaruhi kesehatan otak.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Eating Well pada 13 Juni 2025, para peneliti dari Universitas Columbia melakukan penelitian untuk mengetahui nutrisi-nutrisi yang berkaitan dengan penurunan dan peningkatan risiko demensia.

Baca: Cara sederhana mencegah demensia

Studi yang hasilnya dipublikasikan di jurnal Nutrients itu melibatkan 6.280 peserta Health and Retirement Study di Amerika Serikat yang memenuhi kriteria peneliti, yang mencakup informasi diet lengkap dan penilaian kognitif.

Hasil studi menunjukkan bahwa ada lima zat gizi yang berkaitan dengan penurunan risiko demensia, yakni isorhamnetin (sejenis flavonol), mangan, serat makanan, serta beta tokoferol dan beta tokotrienol (vitamin E).

Mari kita bahas satu per satu nutrisi yang terbukti efektif memperlambat laju demensia yang kami rangkum dari berbagai sumber:

1. Isorhamnetin
Isorhamnetin atau flavonol telah dipelajari untuk potensi manfaat kesehatannya, termasuk aktivitas antioksidan, antikanker, dan kardioprotektif menurut penelitian ilmiah.

Isorhamnetin dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian, termasuk beri, ceri, pir, apel, anggur hijau, kacang almond, minyak biji bunga matahari, dan ginkgo biloba.

2. Mangan
Mineral mangan terdapat dalam kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian utuh, dan sayuran berdaun hijau.

Baca: Hipertensi mempengaruhi risiko demensia

Selain berperan dalam proses metabolisme dan pembangunan kekebalan tubuh, mangan bertindak seperti antioksidan, melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

3. Vitamin E
Sebagaimana mangan, vitamin E memiliki sifat antioksidan, dapat melindungi sel dari kerusakan.

Adapun sumber vitamin E meliputi kacang-kacangan, biji-bijian, bibit gandum, minyak biji bunga matahari, bayam, dan brokoli.

4. Makanan berserat
Serat makanan dapat berperan dalam menurunkan risiko demensia. Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan asupan serat yang lebih tinggi memiliki tingkat demensia yang lebih rendah.

Serat, terutama yang larut, dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Jika khawatir tidak menyertakan cukup makanan dengan kandungan zat-zat gizi tersebut, pertimbangkan untuk memperbaiki pola makan.

Misalnya dengan mengganti camilan biasa dengan camilan yang lebih kaya nutrisi seperti segenggam kacang dan beri.

Baca: Sering lupa belum tentu pertanda demensia

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *