Iran dan Oman Akan Kelola Bersama Selat Hormuz

Written by

in

7cloud.asia – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi mengatakan bahwa Iran dan Oman akan mengelola Selat Hormuz secara bersama-sama sesuai dengan hukum internasional.

Dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi Pemerintah Iran IRIB, dengan mengutip stasiun televisi Lebanon Al Mayadeen, Kamis (4/6/2026), Menlu Araghchi mengatakan Iran dan Oman—sebagai dua negara yang berbatasan dengan jalur perairan strategis tersebut—memiliki “hak alami” terkait pengelolaan Selat Hormuz

Iran dan Oman berhak untuk melakukan koordinasi dan mengambil keputusan terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Dia mengatakan Iran akan bertukar pandangan dengan negara-negara Teluk mengenai perkembangan terkait Selat Hormuz. Namun, Araghchi menekankan keputusan mengenai pengelolaan selat itu pada akhirnya akan dilakukan oleh Iran dan Oman.

Araghchi mengatakan upaya kedua belah pihak bertujuan untuk memastikan jalur aman bagi semua kapal melalui selat tersebut sesuai dengan hukum internasional.

Baca: Iran Resmi Tetapkan Kendali Permanen Atas Selat Hormuz

Dalam siaran tersebut, Araghchi mengatakan komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei terus berlangsung dan arahan-arahan Khamenei diterima dan dilaksanakan dengan tepat pada waktunya.

Dia juga menambahkan terdapat konsensus nasional yang luas seputar kepemimpinan Iran dan bahwa urusan negara Iran berjalan ke arah yang sangat baik.

Sebelumnya, Teheran menyatakan masih meninjau teks final dari kemungkinan kesepakatan dengan Amerika Serikat dan hingga saat ini belum mengirimkan tanggapan apa pun, lapor kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Sumber tersebut mengatakan Iran berupaya memperoleh manfaat yang “nyata dan konkret” dari kesepakatan itu.

Menurutnya, “sejarah ketidakpatuhan Amerika Serikat dan ketidakpercayaan yang telah berlangsung lama” membuat Teheran memandang persoalan ini dengan “sangat hati-hati.”

Baca: Iran Resmi Bentuk Badan Khusus untuk Kelola Selat Hormuz

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari.

Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan yang menargetkan Israel dan sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, serta menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang bersifat permanen.

Salah satu syarat yang diajukan Iran untuk mengakhiri perang secara permanen adalah penghentian pertempuran di seluruh medan konflik, termasuk di Lebanon, tempat serangan terbaru Israel masih berlanjut sejak awal Maret.

Sumber: Antaranews.com/Anadolu

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *