7cloud.asia – Spanyol menolak untuk mengambil bagian dalam operasi militer apa pun di Selat Hormuz yang dapat menyebabkan eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut, kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares pada Selasa (2/6/2026).
“Kami tidak akan mengambil bagian dalam tindakan apa pun yang dapat berarti eskalasi. Dan yang terpenting, kami pikir tidak ada solusi militer untuk krisis ini,” kata Albares dalam sebuah wawancara dengan Financial Times.
Menlu Spanyol itu menyampaikan hal tersebut ketika ditanya dalam wawancara tentang apakah negara itu akan bergabung dengan misi NATO untuk mengamankan Selat Hormuz jika AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai.
Sebelumnya pada Mei, para menteri pertahanan dari sekitar 40 negara dalam koalisi untuk membuka blokade Selat Hormuz mengadakan pembicaraan, yang dipimpin oleh Inggris dan Prancis.
Baca: Iran Resmi Tetapkan Kendali Permanen Atas Selat Hormuz
Pernyataan bersama yang dihasilkan mengatakan bahwa misi dari koalisi pertahanan tersebut akan melengkapi proses diplomatik untuk menyelesaikan konflik AS-Iran.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan sepihak ke Iran, termasuk di Teheran, pada akhir Februari lalu yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada April lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada surat kabar The Telegraph bahwa ia serius mempertimbangkan penarikan diri dari NATO.
Sikap Trump ini setelah aliansi pertahanan itu menolak untuk membantu AS dalam konflik dengan Iran, dan menyebut aliansi tersebut sebagai “macan kertas”.
Sumber: Antaranews.com-Sputnik/RIA Novosti

Leave a Reply