7cloud.asia – Sejak beberapa tahun ini Indonesia Attitudinal Healing Centre coba membantu anak muda untuk menemukan dirinya, terutama misi hidupnya dengan attitudinal healing dengan menggunakan seni dari Nusantara sebagai media.
Gerakan yang dinamai self purpose discovery ini menggunakan tool human design. Seni, baik itu musik-lukisan-puisi-ataupun wayang, hanyalah media untuk healing.
Transformation Core and Attitudinal Healing dari Indonesia Human Design Centre, Dr Maria Theresia Widyastuti, SPsi, MM mengatakan gerakan ini dimaksudkan agar anak muda Indonesia dapat memperkokoh dirinya sebelum mereka memperkokoh negara.
“Karena, negara yang kuat adalah negara yang rakyatnya sehat secara fisik dan mental. Kalau penduduknya kesehatan mentalnya bagus, ya tentu negara akan dalam kondisi baik juga,” ujar Widya dalam perbincangan dengan 7cloud.asia, di kawasan Bumi Serpong Damai pada Kamis (24/4/2025),
Widya menambahkan, metode sistem human design dipilih karena dinilai tepat dengan kondisi yang ada di Indonesia saat ini. Widya menambahkan, human design memang belum banyak dikenal di Indonesia.
Human design, ujarnya, yang merupakan gabungan dari tujuh jenis ilmu –termasuk psikologi– tergolong ilmu baru bahkan di tingkat global.
Dikutip dari buku Human Design karya Chetan Parkyn (2010), human design adalah sistem yang menggabungkan ilmu astrologi, I Ching, kabbalah, chakra, dan genetika untuk mengungkapkan potensi, kekuatan, kelemahan, dan tantangan seseorang dalam hidup.
Baca: Prioritas Gen Z di dunia kerja
Dalam buku itu dijelaskan, human design adalah perangkat untuk mengetahui blue print atau bodygraph seseorang secara otentik, di mana setiap orang akan memiliki blue print yang berbeda.
Bodygraph ini dipengaruhi oleh energi kosmos pada saat seseorang dilahirkan/diciptakan. Sehingga dari tanggal, waktu, dan tempat lahir seseorang lah blue print atau bodygraph tercipta.
Memahami bodygraph akan sangat membantu seseorang menentukan keputusan penting dalam hidupnya. Karena di sana ada karakter atau misi yang digariskan semesta pada manusia yang dilahirkan di dunia.
“Dengan bodygraph ini, seseorang terutama anak muda dibantu untuk mengetahui karakter sekaligus menemukan misi yang digariskan semesta untuknya,” ujar Widya
Human design juga menunjukkan bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain, membuat keputusan, dan mengekspresikan diri.
Human design dapat membantu seseorang mengenal diri lebih dalam, menghargai perbedaan dengan orang lain, dan hidup sesuai dengan kodratnya. Dengan demikian, dia dapat merasakan kedamaian, kebahagiaan, dan kesuksesan dalam hidup.
Baca: Gen Alfa yang akan membentuk dunia kerja di masa yang akan datang
Bodygraph terdiri dari sembilan pusat energi (center), 36 saluran (channel), dan 64 gerbang (gate) yang mewakili aspek-aspek kepribadian seseorang.
Lima Tipe Penggunaan Energi
Dalam human design, ada lima tipe dasar yang membedakan cara seseorang menggunakan energi mereka dalam dunia.
Kelima tipe tersebut adalah:
1. Manifestor
Tipe yang memiliki energi untuk memulai dan menciptakan sesuatu. Mereka adalah pemimpin, inovator, dan visioner yang tidak suka dibatasi atau dikontrol oleh orang lain.
Mereka perlu menginformasikan orang lain tentang apa yang mereka lakukan agar tidak menimbulkan konflik atau resistensi.
2. Generator
Tipe yang memiliki energi untuk bekerja dan mencapai sesuatu. Mereka adalah pekerja keras, produktif, dan puas dengan apa yang mereka lakukan.
Mereka perlu menunggu respons dari lingkungan atau tubuh mereka sebelum bertindak agar tidak merasa frustrasi atau terjebak.
Baca: Frugal living jadi cara zilenial bertahan atasi tantangan alam
3. Manifesting Generator
Tipe yang merupakan kombinasi antara manifestor dan generator. Mereka memiliki energi untuk memulai dan mencapai sesuatu dengan cepat dan efisien.
Mereka adalah multitasker, dinamis, dan bersemangat dengan apa yang mereka lakukan. Mereka perlu menginformasikan dan menunggu respons sebelum bertindak agar tidak menimbulkan kemarahan atau kelelahan.
4. Projektor
Tipe yang memiliki energi untuk membimbing dan mengarahkan orang lain. Mereka adalah pengamat, penasihat, dan guru yang memiliki kebijaksanaan dan wawasan tentang orang lain.
Mereka perlu menunggu undangan atau pengakuan dari orang lain sebelum berbagi pendapat atau saran agar tidak merasa ditolak atau kecewa.
5. Reflektor
Tipe yang memiliki energi untuk mencerminkan dan mengevaluasi lingkungan mereka. Mereka adalah katalis, mediator, dan kritikus yang dapat melihat potensi dan masalah dalam situasi atau orang lain.
Mereka perlu menunggu siklus bulan purnama sebelum membuat keputusan atau perubahan agar tidak merasa bingung atau tersesat.

Leave a Reply