Kebutuhan Listrik di Jawa, Madura, dan Bali Terus Meningkat, Perlukah Membangun Pembangkit Baru

Written by

in

7cloud.asia – Kebutuhan listrik, khususnya di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) menunjukkan tren yang terus meningkat.

Saat meninjau kondisi kelistrikan nasional, terutama pasca pandemi Wakil Ketua Komisi XII DPR Sugeng Suparwoto menekankan pentingnya percepatan pembangunan pembangkit listrik baru.

Sugeng mengatakan, PLTU Paiton saat ini adalah salah satu tulang punggung kelistrikan, karena produksinya mencapai 4,7 gigawatt, di mana salah satu backbone-nya ada di Suralaya, di sana sekarang sudah 5 giga.

”Nah dua tempat ini saja sudah mencakup kurang lebih hampir ya katakanlah 35 persen dari kebutuhan listrik (di wilayah) Jamali, Jawa, Madura, Bali,” ungkapnya dikutip Parlementaria di sela kunjungan kerja reses Komisi XII DPR ke PLTU Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (13/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya sempat terjadi kelebihan pasokan listrik (oversupply) sebagai dampak dari menurunnya konsumsi listrik selama pandemi Covid-19. Namun, kini kondisi kelistrikan telah berada pada titik ideal.

 

Baca: Dampak sosial dari pengembangan energi terbarukan

“Nah memang beberapa waktu lalu terjadi oversupply. Hal itu mengingat ketika Covid, maka konsumsi listrik anjlok betul. Nah tetapi tadi dijelaskan bahwa hari ini dalam titik ideal.“

”Di mana ada rasio (elektrifikasi) untuk sebagai cadangan. Jadi antara beban puncak dan cadangan ini adalah titik idealnya,” lanjutnya.

Sugeng juga menyoroti tren pertumbuhan konsumsi listrik yang semakin meningkat di beberapa wilayah.

“Tetap pertumbuhan permintaan listrik juga terus naik. Kenapa? Misalnya Bali tadi disebut sampai 11 persen pertumbuhannya, Pulau Jawa itu sampai 7 persen. Sehingga mulai sekarang harus mulai dipikirkan untuk segera membangun pembangkit-pembangkit baru,” tegasnya.

Ia menyebut bahwa idealnya pembangunan pembangkit diarahkan pada sumber energi terbarukan. Namun, kebutuhan mendesak juga harus menjadi pertimbangan.

 

Baca: Manfaat hidrogen hijau untuk transisi energi terbarukan

“Memang idealnya adalah pembangkit listrik tenaga yang dari Renewable Energy itu idealnya. Nah tetapi kalau tidak (renewable energy) ini yang sedang kita pikirkan (untuk membangun pembangkit listrik baru),” kata Sugeng.

Untuk mendukung percepatan pembangunan, Sugeng mendorong agar dokumen perencanaan ketenagalistrikan segera disahkan.

Dari RUKN (Rencana Umum Ketenagaan Listrikan) yang ada, Komisi XII meminta agar cepat RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) segera ditandatangani.

”Sehingga segera bisa dikerjakan pembangunan pembangkit-pembangkit listrik baru.
Supaya justru tidak short. Supaya tidak langka listrik, kekurangan listrik. Itu yang harus kita antisipasi,” pungkasnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *