Tiga Cara Sederhana untuk Membuat Hidup Lebih Bahagia

Written by

in

7cloud.asia – Menandai Hari Kebahagiaan Internasional, PBB baru-baru ini merilis Laporan Kebahagiaan Dunia tahunan ke-13 yang memberi peringkat negara-negara paling bahagia di dunia dengan meminta orang-orang untuk mengevaluasi kehidupan mereka.

Para ahli menyebut mudahnya akses untuk menikmati alam dan sistem kesejahteraan yang mumpuni, serta ikatan keluarga menjadi faktor yang membuat orang merasa bahagia.

Lantas, apa sebenarnya arti bahagia? Perasaan bahagia sebetulnya dapat dijelaskan melalui sains. Tubuh kita membutuhkan keseimbangan empat hormon penting: dopamin, oksitosin, serotonin, dan endorfin.

Semua orang pasti pernah berhadapan dengan tantangan kesehatan mental. Akan tetapi, sebenarnya ada langkah-langkah sederhana untuk menyeimbangkan kondisi kimia tubuh dan meningkatkan ketentraman.

Dilansir BBC Indonesia, Owen O’Kane, psikoterapis dan penulis buku Addicted to Anxiety, mengurangi stres adalah yang paling utama. Dia menyebut kesibukan masa kini membuat orang-orang cenderung tidak bahagia.

“Selama bertahun-tahun, yang menjadi perbincangan adalah melakukan lebih banyak hal—budaya kerja dengan produktivitas yang lebih tinggi,” ujarnya.

“Padahal sudah ada banyak bukti tentang manfaat dari melakukan lebih sedikit serta mempraktikkan meditasi dan kesadaran penuh [mindfulness].”

Dan, berikut beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membuat hidup lebih bahagia, sebagaimana dilansir dari BBC Indonesia.

Baca: Hal yang dapat dipelajari dari negara paling bahagia di dunia

Luangkan lebih banyak waktu di alam
Hampir seperlima warga AS kini menghabiskan kurang dari lima belas menit di luar ruangan dalam satu hari, menurut data Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA).

Padahal, menyempatkan diri berada di alam terbuka, meski hanya sesaat seperti jam makan siang, memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental.

“Tambahkan lima menit di sela-sela kegiatan sehari-hari, misalnya saat menjemput anak dari sekolah atau berjalan kaki ke kantor,” saran Dr. Plumbly.

“Tinggalkan ponsel Anda saat keluar, dan luangkan lima menit tambahan di luar dalam perjalanan.”

Menyisipkan momen-momen kecil ini memberi kita kesempatan untuk menenangkan diri.

“Sistem saraf kita secara alami mengenali tanda-tanda alam sebagai tempat aman, bahkan sebelum kita menyadarinya,” jelasnya.

“Memang ini bukan solusi instan, tapi seiring waktu ini akan meningkatkan kesejahteraan.”

Dr. Plumbly menambahkan, “Sistem saraf otonom kita selalu waspada terhadap ancaman, tetapi ini juga terhubung untuk merasakan keamanan di alam. Jadi, bahkan melihat foto pemandangan atau gambar yang menenangkan pun bisa membantu kita rileks.”

Baca: Finlandia delapan kali dinobatkan menjadi negara paling bahagia di dunia

Senada Owen O’Kane, mengatakan menghabiskan waktu di alam memungkinkan kita menikmati momen yang ada.

“Biarkan otak beristirahat dan mengisi ulang, pasti kita akan merasa lebih baik,” ujarnya.

O’Kane menyarankan agar kita menyisipkan “momen-momen kecil” ini dalam jadwal harian.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa detoksifikasi digital dan menghabiskan lebih banyak waktu di alam dapat mengurangi stres.

Sebuah studi tahun 2023 yang diterbitkan di jurnal The Lancet oleh universitas-universitas Jepang menemukan bahwa “mandi hutan” memberikan efek “penyembuhan” dan pemulihan bagi pekerja kantor Jepang yang stres.

Bernyanyi untuk meningkatkan fungsi otak Anda
Penelitian dari University College London (UCL) menunjukkan bahwa bernyanyi tidak hanya meningkatkan kapasitas paru-paru, tetapi juga memperbaiki suasana hati.

Bersenandung dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu mengontrol tekanan darah, bahkan mengurangi dengkuran.

Dr. Daisy Fancourt, profesor madya psikobiologi dan epidemiologi di UCL, dalam wawancara dengan Michael Mosley untuk Radio 4, mengatakan dirinya telah melakukan studi tentang ini.

Eksperimen Dr. Fancourt pada kelompok penyanyi mengungkapkan penurunan hormon stres, kortisol, setelah bernyanyi. Selain itu, terjadi penurunan peradangan dalam sistem kekebalan tubuh mereka.

“Kami mengukurnya dengan melihat pembawa pesan kimia yang disebut sitokin, yang mengatur respons peradangan kami,” katanya.

Baca: Minimalisme mengantar orang hidup lebih bahagia

“Ini penting karena kami tahu peradangan terkait dengan kesehatan mental, khususnya gejala depresi kami.”

Walau suara Anda mungkin tidak merdu, bernyanyi dapat memberi Anda kesenangan alami. Penelitian menunjukkan bahwa bernyanyi bahkan dapat memiliki efek yang mirip dengan ganja.

Endokannabinoid adalah kelas senyawa kimia yang baru ditemukan, yang secara alami ditemukan di dalam tubuh dan memiliki tindakan yang mirip dengan komponen aktif tanaman ganja.

Bernyanyi lebih sering dan dalam kelompok tidak hanya mengurangi isolasi sosial, tetapi juga dapat membantu memperkuat “cadangan kognitif” Anda.

Ahli saraf menggambarkan cadangan kognitif sebagai persediaan yang diandalkan otak Anda untuk melewati masa-masa sulit. Ibaratnya seperti punya dana darurat ketika ekonomi sulit.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh jurnal Neurology pada tahun 2022 menemukan bahwa sejumlah hobi seperti mempelajari bahasa kedua atau alat musik, menciptakan cadangan ini yang dapat melindungi otak yang menua dari serangan demensia.

Batasi penggunaan media sosial
Berbagai penelitian dalam dekade terakhir menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat memperkuat relasi.

Di sisi lain, media sosial juga dapat menyebabkan stres yang luar biasa. Gawai ini bisa memicu tekanan untuk membandingkan diri dengan orang lain, serta meningkatkan kesedihan dan perasaan terisolasi.

Semua ini menimbulkan risiko serius bagi kesehatan mental Anda. Studi Universitas Leeds tahun 2022 menunjukkan bahwa lebih dari separuh orang yang mengikuti survei menggunakan ponsel lebih sering dibandingkan sebelum masa pandemi.

Jadi, tinggalkan kebiasaan menggulir berita buruk di media sosial. Sebagai gantinya, lebih seringlah membangun hubungan dengan teman dan keluarga di kehidupan nyata.

Psikiater Robert Waldinger, direktur studi terlama tentang kebahagiaan dari Universitas Harvard, memperingatkan tentang hal ini. Temuan Waldinger dari analisisnya tentang kebahagiaan dan kepuasan sejati yang memakan waktu 86 tahun mengungkapkan pesan yang jelas.

“Hubungan yang baik membuat kita lebih bahagia dan sehat, dan kesepian bisa membunuh. Dampaknya sama kuatnya dengan merokok atau alkoholisme,” paparnya.

Pidato TED Waldinger kini telah ditonton lebih dari 13 juta kali dan dia yakin bahwa orang yang lebih terhubung secara sosial “secara fisik lebih sehat dan hidup lebih lama.”

Jadi, alih-alih menggulir foto teman dan keluarga di ponsel Anda, cetaklah lebih banyak dan gantungkan di tempat yang akan Anda lihat setiap hari di sekitar rumah. Niscaya ini mengingatkan Anda untuk tetap menjaga hubungan baik dengan mereka.

Baca: Obsesi yang layak dibuang demi kehidupan yang lebih bahagia

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *