7cloud.asia – Tahukah kamu bahwa pola konsumsi dan produksi yang berlebihan menjadi tantangan besar bagi kehidupan, dengan dampak signifikan terhadap lingkungan?
Lantas seberapa besar kesadaran masyarakat bahwa pola konsumsi mereka berpengaruh pada lingkungan? Dan, seberapa besar kesadaran mereka untuk mengonsumsi produk ramah lingkungan?
Untuk mengetahui hal ini WWF Indonesia melakukan survei pada tahun 2017 dan 2020, di 8 kota besar di Indonesia mengenai kemungkinan konsumen untuk beralih menggunakan produk-produk ramah lingkungan/berkelanjutan.
Survei tersebut menemukan ada peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola konsumsi yang bertanggung jawab.
Dari yang tadinya hanya 63 persen responden (2017) menjadi 82 persen responden (2020) yang bersedia menggunakan/membeli produk ramah lingkungan (seperti minyak kelapa sawit berkelanjutan) walaupun harganya lebih mahal.
Responden juga bersedia membayar kenaikan harga antara Rp. 1.200 hingga Rp. 6.700 untuk produk-produk yang menggunakan minyak sawit berkelanjutan.
Baca: Warga kota dapat berkontribusi pada lingkungan dengan berempati dalam mengonsumsi
Temuan ini mendorong WWF-Indonesia turut serta untuk berperan dalam transformasi pasar dan perilaku konsumen di Indonesia.
WWF Indonesia tidak hanya mengkampanyekan produk ramah lingkungan yang tersertifikasi ke publik, tapi juga mendorong perusahaan-perusahaan pengguna minyak kelapa sawit untuk beralih menggunakan minyak kelapa sawit berkelanjutan (ekolabel).
Berbagai kegiatan dilakukan, salah satunya adalah roadshow ke sejumlah daerah termasuk Bandung, Jawa Barat tahun lalu yang dikemas dalam format talkshow dengan tema “Kenalan Yuk dengan Produk Ramah Lingkungan”.
Bekerja sama dengan Earth Hour Bandung, kampanye publik ini diadakan untuk mensosialisasikan kepada publik mengenai peran mereka dalam rantai pasok kelapa sawit berkelanjutan (ramah lingkungan) khususnya dalam memilih dan membeli produk-produk kelapa sawit berkelanjutan.
Kampanye publik ini juga sekaligus memberikan informasi kepada publik bahwa produk-produk turunan kelapa sawit ramah lingkungan saat ini sudah tersedia pasaran.
Sustainable Palm Oil Project Leader WWF-Indonesia, Angga Prathama Putra mengatakan bahwa salah satu cara untuk mengetahui produk tersebut mengandung minyak kelapa sawit ramah lingkungan adalah dengan mengidentifikasi adanya sertifikasi ekolabel di kemasan produk tersebut.
Baca: Lima ciri produk ramah lingkungan
Sebagai salah satu alat untuk menjamin sebuah produk tidak dibuat dengan merusak lingkungan, sertifkasi ekolabel ini juga memiliki nilai tambah lainnya, seperti ramah sosial dan profit ekonomi bagi petani kelapa sawit itu sendiri.
Lalu sejauh apa produk ini dapat diklaim sebagai produk ramah lingkungan, sosial dan juga menghasilkan profit ekonomi?
Menurut Angga, “Dari sisi lingkungan singkatnya produk tersebut dihasilkan harus melalui proses yang tidak merusak dan membakar hutan, tidak membunuh hewan endemik dan spesies terancam punah.
Sementara dalam hal sosial, harus dipastikan tidak ada konflik sosial dengan masyarakat adat. Lantas dari sisi ekonominya terdapat anggaran untuk keberlanjutan dalam bisnis modelnya, seperti penjagaan hutan dan lingkungan.”
Jika semua kriteria itu tidak terpenuhi, sertifikasi ekolabel tersebut tidak akan bisa disematkan pada produk kelapa sawit tersebut.
Baca: Dampak gaya hidup konsumtif pada lingkungan
Pegiat lingkungan asal Bandung, Siska Nirmala (@zerowasteadvanture) mengisahkan pengalamannya selaku pemilik Toko Nol Sampah di Bandung.
Dia mengatakan bahwa masyarakat sebenarnya memang cenderung mau untuk pindah ke produk berkelanjutan.
Tapi sayangnya bingung harus mulai dari mana. Menurutnya, produk yang berkelanjutan pun perlu ditelaah bukan hanya dengan kemasan dan kandungannya, tetapi juga bijak dalam penggunaannya, dan darimana produk tersebut berasal.
Ia menambahkan, bahwa ke depannya memang perlu ditekankan lagi mengenai edukasi publik mengenai produk kelapa sawit berkelanjutan ini.
“Jika sudah banyak produk yang diketahui masyarakat, maka otomatis masyarakat akan teredukasi.” imbuhnya.

Leave a Reply