7cloud.asia – Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, Lebaran identik dengan baju baru. Tek heran jika kemudian dikenal istilah baju Lebaran.
Survei oleh perusahaan riset dan polling global, YouGov, pada 2022 menyatakan 81 persen masyarakat Indonesia membelanjakan uang tunjangan hari raya atau THR mereka untuk membeli baju Lebaran.
Menjelang Lebaran, pusat perbelanjaan, platform e-commerce, ataupun toko pakaian acap memanfaatkan momen ini dengan mengobral diskon.
Namun, di tengah kondisi iklim yang berubah dan situasi pencemaran di Indonesia saat ini, kita layak berpikir ulang dan bertanya apakah kebiasaan membeli baju Lebaran ini layak diteruskan?
Baca: Hindari sisa makanan dari hidangan Lebaran
Herlina Agustin, peneliti pusat komunikasi Lingkungan Universitas Padjadjaran dalam tulisannya di The Conversation pada 2023 lalu menyebut, salah satu masalah lingkungan yang dipicu perayaan Lebaran adalah limbah tekstil dari baju Lebaran
Tradisi baju Lebaran dapat mengarah pada penumpukan sampah khususnya limbah tekstil yang bisa memicu masalah serius pada lingkungan.
Survei dari Yougov pada 2017 menyatakan sekitar 66 persen responden Indonesia membuang satu baju setiap tahun. Selain itu, ada 25 persen responden yang setiap tahunnya membuang 10 helai baju.
Selain mubazir, kebiasaan membeli baju baru saat Lebaran juga bisa memperparah dampak lingkungan dari industri tekstil.
Baca: Perayaan Lebaran yang tak ramah lingkungan
Seperti diketahui limbah tekstil bertanggung jawab atas 6 hingga 8 persen emisi gas rumah kaca di bumi karena masifnya penggunaan energi untuk pemrosesan garmen dan tekstil.
Di Indonesia, limbah tekstil mencapai jutaan ton setiap tahun. Aktivitas produksi tekstil juga menjadi sumber pencemaran air sungai-sungai di tanah air.
Sejumlah penelitian menyebut Sungai Citarum di Jawa Barat, Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah, dan Sungai Brantas di Jawa Timur tercemar akibat limbah yang dihasilkan oleh industri tekstil.
Dengan kondisi di atas, sudah selayaknya kita mengkaji kembali kebiasaan membeli baju baru setiap Lebaran.

Leave a Reply