Tag: lingkungan

  • Madani Berkelanjutan Ajak Warga Membongkar Visi Misi Capres Soal Lingkungan dan Krisis Iklim

    Madani Berkelanjutan Ajak Warga Membongkar Visi Misi Capres Soal Lingkungan dan Krisis Iklim

    7cloud.asia – Dunia, saat ini dihadapkan pada tiga krisis skala global atau planetary crisis yang amat mengkhawatirkan: polusi, krisis iklim, dan punahnya keanekaragaman hayati.

    Perubahan iklim telah menjadi krisis iklim karena laju pemanasan bumi semakin tidak terkendali.

    Krisis iklim ini akan berdampak pada seluruh aspek kehidupan manusia, terutama Indonesia sebagai negara dengan risiko iklim ketiga tertinggi di dunia (Bank Dunia, 2021).

    Sebagai warga Indonesia, kita sudah merasakan dampak nyata dari krisis iklim ini. Mulai dari suhu panas yang ekstrim, meluasnya kebakaran hutan dan lahan, kekeringan dan kelangkaan air.

    Baca: Pilih pemimpin yang pro lingkungan di Pemilu 2024

    Dampak krisis iklim juga dirasakan dengan kenaikan permukaan air laut, banjir, dan berbagai cuaca ekstrim lain yang membuat jantung kita berdegup kencang karena makin khawatir.

    “Semakin banyak generasi muda yang merasakan kecemasan akan masa depan mereka. Seperti apa dunia tempat tinggal kami dan anak-cucu kami nanti?” ujar Direktur Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad dalam keterangan tertulis yang diterima ruangkota.

    Kelompok rentan, ujarnya, seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, perempuan marginal, hingga mereka yang pekerjaan dan penghidupannya terdampak cuaca ekstrim.

    Nadia menambahkan, mereka yang harus bekerja di luar ruangan, nelayan dan petani tradisional, pekerja sektor pariwisata, serta masyarakat adat adalah kelompok masyarakat yang paling merasakan beratnya dampak krisis iklim.

    Baca: Mekanisme perdagangan karbon ditata ulang demi lingkungan

    Tanpa mengatasi krisis iklim secara serius, Indonesia pada 2045 diproyeksikan tidak akan lagi utuh sebagai 17.508 kesatuan gugusan pulau-pulau dari ujung barat hingga timur Indonesia (Kemhan, 2010).

    Tempo menulis, setidaknya, 115 pulau akan hilang. Kota-kota besar pun berisiko tenggelam. Sebut saja, Jakarta yang saat ini sudah semakin mengalami penurunan 0,1-8 cm per tahun (CNN, 2022).

     

    Nadia menegaskan, di tengah berbagai tantangan tersebut, calon pemimpin Indonesia harus memiliki visi-misi dan kemauan politik yang kuat untuk mengubah pola pembangunan ekonomi.

    “Dari yang selama ini mengutamakan pertumbuhan tanpa mengindahkan batasan-batasan planet bumi menjadi pembangunan ekonomi yang memulihkan,” ujarnya.

    Baca: Kampanye krisis iklim yang menakuti justru berdampak negatif

    Pemimpin Indonesia mendatang juga harus memiliki nurani dan keberanian untuk menghentikan pola-pola pembangunan yang menyebabkan ketidakadilan dan ketimpangan yang menyebabkan sebagian masyarakat harus menanggung dampak terburuk krisis iklim.

    Oleh karena itu, Yayasan MADANI Berkelanjutan berupaya mendedahkan janji Calon Presiden & Wakil Presiden Indonesia pada periode 2024-2029 mendatang terkait adaptasi dan mitigasi krisis iklim.

    Serta upaya mereka untuk menjaga hutan dan menghentikan deforestasi, transisi energi berkeadilan, pangan dan pertanian berkelanjutan, penanganan sampah, dan pengakuan, pelibatan.

    Juga dan afirmasi bagi kelompok rentan demi mewujudkan keadilan iklim yang dituangkan dalam serial infografis bertajuk #AgarKitaTetapAda.

    Baca: Indonesia menjadi negara dengan hutan terluas di Indonesia

     

  • Dalam Setahun, Jakarta Secara Beruntun Menjadi Kota Terpanas di Dunia

    Dalam Setahun, Jakarta Secara Beruntun Menjadi Kota Terpanas di Dunia

    7cloud.asia – Dalam setahun terakhir ini, Jakarta menjadi salah satu kota dengan hari terpanas beruntun terpanjang di dunia.

    Hal ini diungkapkan oleh Wakil Presiden Bidang Sains Climate Central, Dr Andrew Pershing pada Jumat (10/11/2023).

    “Kota Jakarta dan Tangerang menempati urutan kedua dalam daftar kota-kota dunia yang mengalami hari terpanas secara beruntun (heat streaks) dengan 17 hari, sejak 7 Oktober sampai 24 Oktober,” jelas Andrew dikutip Antaranews.

    Tidak hanya Kota Jakarta dan Tangerang. Hasil studi Climate Central, Kota New Orleans di Amerika Serikat (AS) juga berada di posisi ini, dengan hari terpanas beruntun sejak 30 Juli sampai 15 Agustus.

    Baca: Cuaca hari ini waspada suhu hingga 38 derajat celcius landa kota ini

    Sementara itu, Kota Houston (AS) menduduki peringkat teratas dengan 22 hari beruntun, sejak 31 Juli sampai 21 Agustus.

    Selanjutnya Andrew menjelaskan pihaknya menganalisis 14 kota. Hasilnya, secara berturut-turut Indeks Pergeseran Iklim mencapai tingkat maksimum yaitu 5.

    Artinya perubahan iklim menyebabkan kemungkinan panas ekstrem setidaknya lima kali lipat lebih mungkin terjadi.

    “Dua belas bulan terakhir (November 2022-Oktober 2023) menjadi 12 bulan terpanas sepanjang catatan sejarah, dengan rata-rata kenaikan suhu mencapai 1,3 derajat celsius,” ungkapnya.

    Baca: BRIN  perkirakan bulan oktober puncak suhu panas ekstrim

    Andrew mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara Asia yang beriklim tropis turut mengalami kenaikan suhu dalam setahun terakhir.

    Bahkan, berdasarkan perhitungan Indeks Pergeseran Iklim, Indonesia menempati urutan teratas di antara negara-negara G20 dengan angka rata-rata 2,4, mengalahkan Arab Saudi (2,3) dan Meksiko (2,1).

    Analisis atribusi cuaca mengungkapkan dalam rentang waktu tersebut, 5,7 miliar orang terpapar pada setidaknya 30 hari suhu di atas rata-rata setidaknya tiga kali lebih mungkin terjadi oleh pengaruh perubahan iklim, atau level tiga pada Indeks Pergeseran Iklim.

    Rekor ini, lanjut Andrew, telah ia perkirakan sebelumnya dengan mempertimbangkan pemicu utamanya yaitu polusi karbon.

    Baca: Cuaca terasa panas terik di siang hari ini penjelasan bmkg

    Sementara itu, Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Edvin Aldrian mengaku khawatir jika kenaikan suhu bumi akan datang lebih cepat dari yang sudah diprakirakan sebelumnya.

    “Dengan kenaikan suhu global rata-rata mencapai 1,3 derajat celsius, saya khawatir kenaikan suhu 1,5 derajat celsius akan lebih cepat terjadi dari pada yang diperkirakan pada tahun 2030,” ungkapnya.

    Kenaikan suhu tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Tetapi yang paling utama adalah aktivitas manusia.

    Selain itu faktor alam seperti El Nino dan posisi matahari yang mendekati bumi juga turut berperan dalam kenaikan suhu di bumi secara global.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Degradasi Tanah

    Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Degradasi Tanah

    7cloud.asia – Salah satu masalah lingkungan serius yang dihadapi penduduk Bumi adalah degradasi tanah. Menurut organisasi dunia PBB, sekitar 40% tanah di bumi mengalami degradasi.

    Degradasi tanah mengacu pada hilangnya bahan organik, perubahan kondisi struktural dan/atau penurunan kesuburan tanah dan sering kali disebabkan oleh aktivitas manusia.

    Dilansir earth.org, aktivitas manusia yang memicu degradasi tanah dan lingkungan itu antara lain adalah praktik pertanian tradisional termasuk penggunaan bahan kimia beracun dan polutan.

    Baca: Mengapa pupuk kandang lebih disarankan ketimbang pupuk kimia

    Jika keadaan seperti ini terus berlanjut hingga tahun 2050, para ahli memperkirakan akan terjadi tambahan degradasi tanah di wilayah yang hampir seluas Amerika Selatan.

    Tapi ada lebih banyak lagi mengenai hal tersebut. Jika kita tidak mengubah praktik-praktik sembrono kita dan mengambil tindakan untuk menjaga kesehatan tanah dan mencegah degradasi tanah

    Mengapa degradasi tanah ini harus dicegah? Karena degradasi tanah akan mengakibatkan ketahanan pangan bagi miliaran orang di seluruh dunia akan terancam.

    Baca: Ancaman krisis pangan akibat pengolahan tanah yang tak ramah

    Diperkirakan, degradasi tanah akan mengakibatkan produksi pangan berkurang 40% dalam waktu 20 tahun saat jumlah penduduk dunia terus bertambah.

    Saat ini jumlah penduduk dunia mendekati 8 miliar orang, dan diproyeksikan akan mencapai 9,3 miliar orang pada 2030.

    Jadi degradasi tanah ini harus menjadi perhatian serius, dan pertanian yang berkelanjutan perlu dilakukan mulai sekarang.

    Baca: Pertanian cerdas untuk tingkatkan ketahanan pangan

    Berbicara soal degradasi tanah ini bisa dijelaskan sebagai berikut. Bahan organik merupakan komponen penting tanah karena memungkinkannya menyerap karbon dari atmosfer.

    Tumbuhan menyerap CO2 dari udara secara alami dan efektif melalui fotosintesis dan sebagian karbon ini disimpan di dalam tanah sebagai karbon organik tanah (SOC).

    Tanah yang sehat memiliki minimal 3-6% bahan organik. Namun, hampir di seluruh dunia, kandungan organik jauh lebih rendah dari itu.

    Baca: Sawit, antara ketahanan pangan dan ancaman pada lingkungan

    Kondisi ini dipicu oleh berbagai hal, seperti tanah longsor atau penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. 

    Karena itu penggunaan pupuk organik dan sistem pertanian organik mulai digalakkan untuk mencegah degradasi tanah semakin parah.

    Sumber: earth.org baca artikel asli di sini

  • Pasca Kebakaran TPA Sarimukti, DLH Jabar Akan Tolak Sampah Campuran Organik dan Anorganik

    Pasca Kebakaran TPA Sarimukti, DLH Jabar Akan Tolak Sampah Campuran Organik dan Anorganik

    7cloud.asia – Pasca kebakaran di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menolak sampah dari kawasan Bandung Raya tercampur antara organik dan anorganik.

    Kepala DLH Jabar, Prima Mayaningtyas mengatakan kebijakan ini mulai berlaku awal tahun 2024 mendatang.

    “Kabupaten/kota sudah tidak boleh buang sampah organik. Mulai 1 Januari 2024, kalau masih masuk (Sarimukti) kita suruh balik truknya,” tegas Prima seperti yang dilansir Antaranews, Senin (13/11/2023).

    Lebih jauh Prima menjelaskan pihaknya saat ini memberlakukan masa transisi sebagai persiapan kebijakan penolakan jenis sampah organik masuk ke Sarimukti.

    baca: mengintip krisis pengelolaan sampah di bandung raya pasca kebakaran di tpa sarimukti

    Karena itu, dia berharap kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah di kawasan Bandung Raya, serta masyarakat agar dapat bersama-sama mengurangi dan memilah sampah.

    Menurut Prima, hal ini harus dilakukan karena dari hari ke hari kapasitas TPA Sarimukti semakin terbatas hingga harus dilakukan pembuangan dengan sistem kuota bagi seluruh daerah di Bandung Raya.

    Dengan begitu, TPAS Sarimukti dapat terus digunakan hingga TPPAS Regional Legok Nangka bisa beroperasi maksimal.

    “Maka kita harap supaya bisa mempertahankan masa darurat ini (untuk mengurangi volume sampah dan membiasakan memilah sampah),” katanya.

    Saat ini DLH Jabar kembali menambah jatah kuota pengiriman sampah (ritasi) untuk kabupaten/kota di Bandung Raya yang sudah ditandatangani tanggal 7 November 2023. Sebab kuota sampah di wilayah tersebut hampir habis.

    baca: pasca kebakaran ini rencana pemprov bandung di tpa sarimukti

    Pada kesempatan itu, Prima mengungkapkan selama pembukaan zona 1 berlangsung, terdapat kuota ritasi yang masih berlaku sejak tanggal 13 Oktober 2023 sampai 12 November 2023.

    Tetapi kuota untuk beberapa kota/kabupaten tersebut tidak akan mencukupi sampai waktu yang ditargetkan.

    Misalnya Kota Bandung dari 4.055 kuota (ritasi) yang diberikan, hanya menyisakan sebanyak 59 ritasi, kemudian Kabupaten Bandung dari 796 total kuota ritasi yang diberikan hanya menyisakan sebanyak 54 ritasi.

    Sedangkan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari 472 total kuota ritasi hanya menyisakan sebanyak 15 ritasi. “Itu harusnya selesai di 12 November, tapi ini sudah habis di 6 November coba bagaimana,” ucapnya.

    Sementara untuk Kota Cimahi, Prima mengatakan kuota ritasi masih menyisakan sebanyak 322 ritasi dari total 836 kuota yang diberikan pada periode 13 Oktober sampai 12 November 2023.

    baca: api padam status darurat kebakaran tpa sarimukti dihentikan

    “Cimahi keren banget sampai sekarang dia masih sisa 322 truk yang jatah dia, sisa belum diabisin, coba lihat Kota Bandung tuh habis tinggal 59 ritasi semua habis, akhirnya saya keluarkan lah yang tadi (penambahan kuota),” jelasnya.

    Dengan demikian, Prima berharap penambahan jatah kuota bagi kota/kabupaten Bandung Raya yang habis kuota bisa dimanfaatkan dengan baik tentu dengan cara mengantisipasi dari hulu.

    Sementara itu, penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Jawa Barat Bey Triadi Machmudin meminta DLH Jawa Barat untuk membuat solusi terkait sampah yang berasal dari hulu.

    “Saya bilang dipikirkan mau dikemanakan sampah di Bandung Raya itu, jangan sampai kita perintahkan tidak boleh lagi di Sarimukti (organik), tetapi seperti apa solusinya? Jangan sampai ada penumpukan, setiap hari saya terima keluhan ada di (TPS) Rajamantri, Sederhana, sebetulnya kan dibersihkan tapi muncul lagi,” papar Bey.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Seperti Ini Gaya Hidup Minimalis Menyelamatkan Lingkungan

    Seperti Ini Gaya Hidup Minimalis Menyelamatkan Lingkungan

    7cloud.asia – Di jantung kota Hong Kong yang sibuk, di antara  gedung pencakar langit dan jalanan yang dipenuhi tempat belanja gaya hidup minimalis mulai bertunas.

    Gaya hidup minimalis menjadi alternatif di tengah ritme kehidupan sehari-hari di mana tren materialisme dan konsumerisme telah menjadi sebuah norma.

    Hidup secara minimalis makin dilirik karena kesdaran bahwa pilihan konsumsi kita telah menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap lingkungan dan masyarakat.

    Gaya hidup konsumtif terbukti berkontribusi terhadap perubahan iklim dan masalah lingkungan terkait lainnya seperti sampah TPA dan tingkat emisi gas rumah kaca yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Menurut Greenpeace, warga Hongkong membuang 110.000 ton tekstil ke tempat pembuangan sampah pada tahun 2014, setara dengan sekitar 1.400 kaos per menit.

    Baca: Ringankan hidupmu dengan gaya hidup minimalis

    Tahukah kamu, ternyata dibutuhkan lebih dari 20.000 liter air untuk menghasilkan satu kilogram kapas, yang setara dengan satu kaos dan sepasang celana jeans?

    Dalam artikel ini, earth.org melihat gaya hidup minimalis menjadi solusi potensial untuk meringankan beban lingkungan akibat konsumerisme.

    Minimalisme juga sebagai cara untuk mendorong konsumen membuat pilihan yang lebih berkelanjutan.

    Apa sih gaya minimalis itu? Filosofi sentral gaya hidup minimalis menggarisbawahi konsep “less is more.” Dengan kata lain, menjadi “minimalis” berarti memiliki lebih sedikit barang,

    Baca: Mengintip isi lemari penganut gaya hidup minimalis

    Gaya hidup minimalis menjalani hidup dengan lebih sederhana sehingga memiliki dampak minimal terhadap lingkungan.

    Konsep asli gaya hidup minimalis berasal dari gagasan Yunani kuno tentang hidup sederhana dan menghindari kekayaan materi berlebihan yang menyebabkan pemborosan.

    Namun, gaya hidup minimalis modern yang kita kenal sekarang berakar pada abad ke-20, muncul dari seniman seperti Donald Judd. dan Dan Flavin.

    Lebih penting lagi, buku seperti The Life-Changing Magic of Tidying Up oleh Marie Kondo, Goodbye, Things: The New Japanese Minimalism oleh Sasaki, dan Danshari: Shin Katazukejutsu oleh Yamashita mempopulerkan filosofi ini.

    Baca: Dampak buruk fast fahion pada lingkungan

    Tiga karakter kanji “断捨離” dapat dibaca sebagai “Dan-sha-ri” dan masing-masing diterjemahkan menjadi penolakan, pembuangan, dan pemisahan.

    Konsep ini mendorong individu untuk membuang kebiasaan lama, mengurangi keinginan terhadap barang baru, menghilangkan keterikatan, dan mengutamakan kebutuhan pribadi.

    Menurut artikel yang diterbitkan di The Japan Times (2011), istilah ini mendapatkan popularitas di Jepang pada tahun 2010 dan sejak itu menyebar secara global.

    Sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Human Behavior in the Social Environment (2023) berpendapat bahwa gerakan sosial di atas telah meletakkan dasar bagi minimalisme.

    Minimalisme ini kemudian berkembang menjadi gaya hidup minimalis yang kita kenal sekarang.

    Baca: 10 prinsip gaya hidup slow living

    Saat ini,  minimalis mengacu pada gaya hidup yang mengutamakan kualitas hidup dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan.

    Misalnya, seorang minimalis mempraktikkan pertimbangan yang cermat, menghindari konsumsi berlebihan dan pemborosan sumber daya mulai dari keputusan pembelian hingga pembuangan.

    Cara hidup minimalis ini menghargai kehidupan berkelanjutan, seringkali dengan tujuan melestarikan bumi dan menghilangkan limbah yang tidak perlu di masyarakat.

    Cara hidup yang disederhanakan ini dapat membantu seseorang mencapai rasa ketenangan dan mengambil inisiatif ramah lingkungan.

    Sumber: earth.org, baca artikel asli di sini

  • Atasi Masalah Sampah, Pemerintah Kota Bandung Bikin Aplikasi BMW

    Atasi Masalah Sampah, Pemerintah Kota Bandung Bikin Aplikasi BMW

    7cloud.asia – Berbagai cara yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mengatasi masalah sampah. Salah satunya dengan membangun sistem pelaporan pemantauan sampah.

    Sistem pelaporan sampah ini berbasis aplikasi Bandung Waste Management (BMW) yang dikembangkan lewat Program Kota Pintar atau Smart City.

    “Pelaksanaannya sekarang sudah mulai terukur, orang memberikan laporan-laporan dengan aplikasi BMW yang sudah kami kanalisasi di setiap klaster,” ungkap Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna seperti yang dilansir Antaranews.

    Dengan adanya aplikasi ini, lanjut Ema, maka pelayanan di Kota Bandung dapat menjadi jauh lebih baik, mudah, dan terbuka, dalam upaya Pemkot Bandung atasi masalah kedaruratan sampah.

    Baca: Gerakan sampah mbah dirjo mampu kurangi volume sampah hingga 50 persen

    “Aplikasi yang kami hadirkan termasuk juga kebutuhan kekinian dalam menghadapi situasi darurat sampah. Aplikasi BMW ini menjadi sarana komunikasi kami dengan warga masyarakat dalam upaya penanganan sampah,” jelasnya.

    Selain itu dengan menggunakan aplikasi BMW, warga Kota Bandung bisa lebih cepat menerima informasi dan mendapatkan edukasi serta penanganan masalah sampah yang dilakukan oleh pemerintah.

    “Sehingga tidak ada lagi keluhan-keluhan masyarakat, karena kecepatan dari aparatur pemerintah kota yang mampu memberikan layanan terbaik dengan daya dukung teknologi,” paparnya.

    Ema berharap dengan adanya program ini, maka semua pihak dapat bersama-sama mengolah sampah dari hulu. Terlebih sampai saat ini Kota Bandung masih berada dalam status darurat sampah.

    Baca: Mengenal sistem pengelolaan sampah berbayar 

    “Mudah-mudahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu bisa mengupdate data  dan minggu ini mungkin saya internal akan lakukan lagi evaluasi karena ini kan harus terukur setiap minggu, harus ada progres, datanya harus benar,” ujarnya.

    Sementara itu, hingga kini Kota Bandung telah memiliki sebanyak 272 Kawasan Bebas Sampah (KBS) dengan 123 ton per harinya sudah diolah, sehingga tidak ada lagi yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

    Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menolak sampah dari kawasan Bandung Raya tercampur antara organik dan anorganik.

    Kepala DLH Jabar, Prima Mayaningtyas mengatakan kebijakan ini mulai berlaku awal tahun 2024 mendatang.

    Baca: Masalah lingkungan terbesar 2023 polusi sampah plastik

    “Kabupaten/kota sudah tidak boleh buang sampah organik. Mulai 1 Januari 2024, kalau masih masuk (Sarimukti) kita suruh balik truknya,” tegas Prima seperti yang dilansir Antaranews, Senin (13/11/2023).

    Lebih jauh Prima menjelaskan pihaknya saat ini memberlakukan masa transisi sebagai persiapan kebijakan penolakan jenis sampah organik masuk ke Sarimukti.

    Karena itu, dia berharap kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah di kawasan Bandung Raya, serta masyarakat agar dapat bersama-sama mengurangi dan memilah sampah.

    Reporter: Nurakhmayani

  • The Antheia Project Serukan Stop Penggunaan Styrofoam  Karena Tidak Ramah Lingkungan

    The Antheia Project Serukan Stop Penggunaan Styrofoam  Karena Tidak Ramah Lingkungan

     

    7cloud.asia – Gerakan peduli lingkungan, The Antheia Project menyerukan aksi penghentian penggunaan produk kemasan makanan berjenis styrofoam karena berbahaya untuk lingkungan.

    Seruan tidak menggunakan styrofoam ini sebagai upaya menyelamatkan lingkungan dari cemaran sampah anorganik yang sulit terurai.

    Co-founder dan CEO Antheia Project Ruhani Nitiyudo dalam pernyataan di Jakarta, mengatakan pembuatan styrofoam melepas 57 jenis zat berbahaya ke udara yang akhirnya memicu masalah lingkungan.

    Gabus sintetis itu membutuhkan waktu sekitar 500 sampai 1 juta tahun untuk terurai oleh tanah.

    “Styrofoam adalah jenis plastik yang bisa mencemari lingkungan. Oleh karena itu, styrofoam menjadi perhatian kami,” kata Ruhani.

    Baca: Seperti ini gaya hidup minimalis menyelamatkan lingkungan

    Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang sekarang telah melebur menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan sebanyak 59 persen sampah yang setiap hari masuk ke Teluk Jakarta adalah plastik dan styrofoam.

    Dari 18 kota besar di Indonesia, BRIN mencatat sebanyak 0,27 juta ton hingga 0,59 juta ton sampah masuk ke laut selama tahun 2018. Sampah yang paling banyak ditemukan adalah styrofoam.

    Bahan styrofoam sebagai pembungkus makanan banyak masih digunakan oleh masyarakat maupun industri makanan karena bisa didapatkan secara mudah.

    Di balik produknya yang mudah didapatkan, kata Ruhani, hanya sedikit orang yang menyadari bahwa sampah styrofoam sulit terurai bahkan bisa menjadi sampah abadi jika tidak diolah atau dikurangi penggunanya dengan baik.

    Baca: Masalah lingkungan terbesar 2023 polusi sampah plastik

    “Kondisi itu membuat Indonesia dalam keadaan darurat sampah karena sampah styrofoam juga. Setelah beberapa kali audience visit kami mendapat insight baru sebagai salah satu solusi dalam mengatasi masalah sampah styrofoam,” ujarnya.

    Beberapa teknologi alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi sampah plastik termasuk styrofoam adalah ulat hongkong atau ulat tepung. Larva kumbang Tenebrio molitor itu bisa menjadi pakan burung.

    Antheia Project menilai solusi itu belum bisa diterapkan secara masif di Indonesia yang menghasilkan sampah anorganik sangat banyak.

    Berbagai solusi terbaik terus dicari untuk menyelesaikan masalah sampah styrofoam tersebut.

    Baca: Masalah lingkungan terbesar 2023 limbah makanan

    “Kami mendorong UMKM dan bisnis lokal di Indonesia yang mungkin bisa menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan dan lebih murah dari styrofoam itu sendiri,” kata Ruhani.

    Brand Ambassador & Content Creator Antheia Project, Jennifer mengatakan industri makanan yang masih menggunakan styrofoam sebetulnya punya kuasa untuk tidak memakai styrofoam sebagai bungkus makanan mereka.

    Ia mencontohkan ada satu usaha makanan mie instan yang masih memakai styrofoam dan satu usaha serupa menggunakan bungkus kotak kertas.

    Padahal harga kedua kemasan makanan itu sama, namun usaha makanan yang masih menggunakan styrofoam itu enggan mengganti produk kemasan menjadi lebih ramah lingkungan.

    Baca: Gen Z bisa jadi kekuatan menekan produsen untuk lebih ramah lingkungan

    Antheia Project mendorong usaha makanan untuk menggunakan kemasan alternatif, seperti plastik mudah terurai atau kotak kertas.

    Sedangkan, UMKM diimbau untuk kembali menggunakan kemasan tradisional berupa daun jati atau daun pisang. 

    Sumber: Antaranews

  • Mengapa Gaya Hidup Minimalis Bagus untuk Kesehatan Mental

    Mengapa Gaya Hidup Minimalis Bagus untuk Kesehatan Mental

    7cloud.asia – Gaya hidup minimalis makin banyak dilirik orang di tengah semua ketidakpastian.

    Hal ini  karena gaya hidup minimalis mendorong orang untuk merapikan kehidupan mereka dengan mengonsumsi secara lebih bertanggung jawab.

    Meningkatkan kesadaran kebiasaan konsumsi, akan membuat kita lebih sadar akan kepemilikan materi dan memaksa kita untuk membeli lebih sedikit serta memilih kualitas daripada kuantitas. Inilah esensi gaya hidup minimalis.

    Gay ahidup minimalis juga mendorong konsumen untuk membuat keputusan yang sadar lingkungan, memaksa mereka untuk bertanya pada diri sendiri mereka sendiri: 

    “Apakah saya benar-benar membutuhkan ini?” dan “Apa manfaat jangka panjang dan dampak lingkungan dari pilihan konsumsi saya?”

    Baca: Seperti ini gaya hidup minimalis menyelamatkan lingkungan

    Menerapkan gaya hidup minimalis membantu menurunkan jejak karbon, yang memberikan manfaat tidak hanya pada individu yang menjalani, tapi juga pada lingkungan sekitar.

    Individu yang menerapkan gaya hidup minimalis cenderung menjalani gaya hidup yang lebih sehat, sehingga meningkatkan kesehatan mental dan fisiknya.

    Sebuah studi tahun 2021 yang dilakukan di AS menemukan bahwa orang yang berjiwa minimalis merasa puas dan dihormati.

    Penganut gaya hidup minimalis jug aterbukti lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami perasaan depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya.

    Penelitian lain pada tahun 2023 yang dilakukan terhadap 525 peserta di China mengungkapkan bahwa gaya hidup minimalis meningkatkan kesejahteraan pribadi di negara-negara berkembang.

    Baca: Ringankan beban hidupmu dengan menjalani gaya hidup minimalis

    Nafsu belanja yang berlebihan, menurut penelitian, tidak menyebabkan kebahagiaan yang lebih besar, melainkan justru meningkatkan stres dan kecemasan.

    Hal ini yang terjadi di China. Dalam beberapa dekade terakhir, China telah merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang pesat.

    Seiring dengan membaiknya kondisi kehidupan masyarakat umum China, kebutuhan mereka akan barang-barang berkualitas tinggi juga meningkat.

    Selama delapan hari “Pekan Emas” misalnya, pendapatan pariwisata domestik mencapai 753,4 miliar yuan (103 miliar dolar).

    Fakta ini menunjukkan nafsu besar masyarakat  China  untuk berbelanja dan berkonsumsi dan bagaimana hal ini sering kali terkait langsung dengan peningkatan standar hidup.

    Meskipun demikian, studi tersebut juga menyatakan bahwa dengan kemajuan ekonomi dan penurunan angka kelahiran, China akan menyaksikan peningkatan penerimaan terhadap gaya hidup minimalis, seperti yang terjadi di negara maju.

    Baca: Mengintip isi lemari penganut gaya hidup minimalis

    Selain itu, pengurangan pembelian menghemat uang untuk barang-barang yang tidak memberikan nilai tambah bagi kehidupan seseorang.

    Dengan kata lain, konsumen yang menganut paham minimalis membatasi pengeluaran mereka dan menambah tabungan.

    Ini membantu mereka mencapai tujuan jangka panjang yang menghasilkan lebih banyak kepuasan dan kebahagiaan.

    Oleh karena itu, salah satu aspek minimalis adalah mencapai kesejahteraan finansial karena pengeluaran yang lebih sedikit, yang mengarah pada penghindaran hutang yang tidak perlu dan peningkatan tabungan.

    Selain itu, temuan pada tahun 2023 di Pakistan menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara minimalisme dan kesejahteraan finansial. Namun demikian, gaya hidup minimalis juga menuai kritik.

    Baca: Slow fashion cara yang mulai dilirik mereka yang muak dengan konsumerisme

    Gaya hidup minimalis dinilai mengenlakan jenis konsumsi baru, keinginan untuk membeli barang multifungsi, hemat energi, atau ingin merenovasi rumah agar menyerupai ruang minimalis pada umumnya. Tapi itu akan dibahas dalam artikel selanjutnya. ​

    Sumber: earth.org baca artikel asli di sini

  • Banyak Hutan Rusak, Pemerintah Harus Libatkan Masyarakat untuk Rehabilitasi

    Banyak Hutan Rusak, Pemerintah Harus Libatkan Masyarakat untuk Rehabilitasi

    7cloud.asia – Banyak kondisi hutan di Indonesia yang rusak akibat ulah manusia. Karena itu pemerintah harus melibatkan masyarakat dalam merehabilitasi hutan.

    Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Yanto Santosa menjelaskan rehabilitasi yang dilakukan dengan menanam tanaman yang secara ekologis bagus, sekaligus menguntungkan secara ekonomi.

    “Saya menyarankan agar hutan-hutan yang rusak dikavling-kavling, jadikan sebagai lahan usaha masyarakat sekitarnya,” jelas Yanto seperti dikutip Antaranews, Rabu (15/11/2023).

    Menurutnya kawasan hutan tetap boleh ditanami dengan sawit seluas 60-70 persen dari luas lahan. Lahan yang tersisa dapat ditanami dengan pohon yang asri dan unggulan setempat.

    “Contohnya di Sulawesi pohon kayu hitam, pohon meranti di Kalimantan, dan lain sebagainya,” katanya.

    baca: brin pengolahan lahan gambut sering memicu kebakaran lahan

    Namun, lanjut Yanto, penanaman sawit tetap harus dicampur dengan tanaman hutan lainnya, sehingga tidak terjadi monokultur.

    Selain itu, campuran dengan tanaman hutan lainnya juga bertujuan untuk melestarikan tanaman-tanaman unggulan atau tanaman-tanaman asri setempat.

    Sehingga akan terbentuk wanatani atau agroforestry. “Artinya, selain tanaman kayu, ada hasil yang bisa diambil setiap bulan,” katanya.

    Selanjutnya Yanto  menjelaskan berdasarkan sejumlah penelitian yang ia lakukan, keterlibatan masyarakat dapat dipancing oleh motivasi ekonomi.

    “Saya sudah penelitian di mana-mana tentang masyarakat, simpulan saya, masalah ekonomi adalah driver utama,” ujarnya.

    baca: dampak el nino 267 ribu hektar lahan hangus terbakar

    Karena itu, agroforestry merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan oleh pemerintah untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan hutan.

    Dengan cara seperti ini, masyarakat dapat memetik dan menjual hasil panen tanaman sawit setiap bulan sembari menjaga kelestarian hutan kayu.

    “Maka tidak akan ada kebakaran, karena ditungguin hutannya. Kayunya juga akan terjaga karena masyarakat mengunjungi sambil nengok sawitnya,” urainya.

    Tanaman bernilai ekonomis yang dapat mengganti sawit, seperti pohon aren atau karet juga dapat digunakan sebagai alternatif.

    “Tetapi, saat ini, harus diakui bahwa tanaman palma yang bagus karena hasilnya dan dibeli dengan wajar,” ucap Yanto.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG Ingatkan Tanpa Mitigasi Suhu Permukaan Naik 1,3 Derajat dan BIsa Ancam Kelestarian Lingkungan

    BMKG Ingatkan Tanpa Mitigasi Suhu Permukaan Naik 1,3 Derajat dan BIsa Ancam Kelestarian Lingkungan

    7cloud.asia – Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan, kenaikan suhu udara permukaan di Indonesia akan terus naik sebesar 1,3 derajat Celcius sebagai dampak dari emisi gas rumah kaca.

    BMKG menyebut, kenaikan suhu permukaan ini bisa memicu masalah serius bagi lingkungan yakni perubahan iklim.

    “Kenaikan suhu diproyeksikan semakin meningkat hampir di seluruh wilayah Indonesia dalam periode 2020-2049, bisa mencapai 1,3 derajat Celcius dibandingkan suhu rata-rata tahunan periode sebelumnya selama 1976-2005 sebagai baseline-nya,” kata Dwikorita saat memberikan sambutan secara daring di Jakarta, Rabu (15/11/2023).

    Sambutan disampaikan Dwikorita untuk seminar nasional bertema “Perspektif Daerah: Rekomendasi Penanganan Perubahan Iklim untuk Pemerintah Mendatang”

    Acara ini diselenggarakan BMKG bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Insitut Hijau Indonesia, dan para akademisi dari universitas negeri.

    Baca: Pemanasan global jadi masalah serius bagi lingkungan

    Dwikorita mengingatkan pentingnya melakukan mitigasi untuk menekan laju kenaikan suhu di Indonesia demi kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

    Karena kenaikan suhu bisa memicu berbagia masalah lingkungan seperti terjadinya kekeringan, kebakaran hutan, naiknya permukaan air laut dan cuaca ekstrem yang memicu berbagai bencana hidrometrologi. 

    BMKG Proyeksi suhu maksimum hampir di seluruh pulau besar di Indonesia hingga akhir abad ke-20 (tahun 2100), naiknya bisa mencapai 3,5 derajat Celcius bila kita tetap menjalankan bisnis seperti biasa tanpa ada mitigasi.

    “Namun, bila ada mitigasi, maka diproyeksikan kenaikan suhu tidak akan melampaui 1,5 derajat Celcius,” paparnya.

    Baca: Perkebunan monokultur jadi pemicu deforestasi

    Ia mengemukakan BMKG selama ini telah berupaya untuk mengatasi kenaikan suhu udara tersebut melalui kebijakan klimatologi dan peran literasi iklim komunitas untuk mendukung adaptasi dan mitigasi global.

    “BMKG bukan sebatas penyedia data, tetapi juga melakukan analisis dan proyeksi, dan memiliki informasi, pengetahuan, serta wisdom (kebijakan) terkait perubahan iklim di Indonesia serta wilayah sekitarnya yang dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan nasional,” tuturnya.

    Informasi dan pengetahuan tersebut, sambung dia, diharapkan dapat mendukung aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim oleh berbagai sektor terkait, yang tentu juga melibatkan BMKG.

    Menurut Undang-Undang nomor 31 tahun 2009, tugas BMKG adalah memberikan informasi dan peringatan dini terkait cuaca, iklim, gelombang tinggi, dan tsunami.

    Baca: Oktober 2023 tercatat sebagai periode dengan suhu terpanas

    Sayangnya, menurut Dwikorita, saat ini masih ada batasan atau gap antara teknologi yang semakin canggih, dengan masyarakat yang belum bisa memahami teknologi tersebut dengan baik.

    Gap-nya, menurut Dwikorawati, adalah bagaimana membuat teknologi yang canggih itu mudah dipahami masyarakat.

    “Oleh karena itu, kami mengembangkan rekayasa sosial untuk memastikan efektivitas informasi yang disebarkan bisa berdampak kepada masyarakat, agar masyarakat mampu melakukan early actions atau respons yang tepat dari peringatan dini yang diberikan BMKG,” kata dia.

    Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara BMKG dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga riset, dan berbagai kelompok yang ada.

    “Kerja sama dan kolaborasi itu kita lakukan melalui literasi iklim yang melibatkan generasi Z dan milenial lintas kelompok, juga melalui sekolah lapang iklim untuk para petani dan nelayan, serta berbagai pihak terkait,” ujar dia.

    Sumber: Antaranews.com