7cloud.asia – Salah satu masalah lingkungan serius yang dihadapi penduduk Bumi adalah degradasi tanah. Menurut organisasi dunia PBB, sekitar 40% tanah di bumi mengalami degradasi.
Degradasi tanah mengacu pada hilangnya bahan organik, perubahan kondisi struktural dan/atau penurunan kesuburan tanah dan sering kali disebabkan oleh aktivitas manusia.
Dilansir earth.org, aktivitas manusia yang memicu degradasi tanah dan lingkungan itu antara lain adalah praktik pertanian tradisional termasuk penggunaan bahan kimia beracun dan polutan.
Baca: Mengapa pupuk kandang lebih disarankan ketimbang pupuk kimia
Jika keadaan seperti ini terus berlanjut hingga tahun 2050, para ahli memperkirakan akan terjadi tambahan degradasi tanah di wilayah yang hampir seluas Amerika Selatan.
Tapi ada lebih banyak lagi mengenai hal tersebut. Jika kita tidak mengubah praktik-praktik sembrono kita dan mengambil tindakan untuk menjaga kesehatan tanah dan mencegah degradasi tanah
Mengapa degradasi tanah ini harus dicegah? Karena degradasi tanah akan mengakibatkan ketahanan pangan bagi miliaran orang di seluruh dunia akan terancam.
Baca: Ancaman krisis pangan akibat pengolahan tanah yang tak ramah
Diperkirakan, degradasi tanah akan mengakibatkan produksi pangan berkurang 40% dalam waktu 20 tahun saat jumlah penduduk dunia terus bertambah.
Saat ini jumlah penduduk dunia mendekati 8 miliar orang, dan diproyeksikan akan mencapai 9,3 miliar orang pada 2030.
Jadi degradasi tanah ini harus menjadi perhatian serius, dan pertanian yang berkelanjutan perlu dilakukan mulai sekarang.
Baca: Pertanian cerdas untuk tingkatkan ketahanan pangan
Berbicara soal degradasi tanah ini bisa dijelaskan sebagai berikut. Bahan organik merupakan komponen penting tanah karena memungkinkannya menyerap karbon dari atmosfer.
Tumbuhan menyerap CO2 dari udara secara alami dan efektif melalui fotosintesis dan sebagian karbon ini disimpan di dalam tanah sebagai karbon organik tanah (SOC).
Tanah yang sehat memiliki minimal 3-6% bahan organik. Namun, hampir di seluruh dunia, kandungan organik jauh lebih rendah dari itu.
Baca: Sawit, antara ketahanan pangan dan ancaman pada lingkungan
Kondisi ini dipicu oleh berbagai hal, seperti tanah longsor atau penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.
Karena itu penggunaan pupuk organik dan sistem pertanian organik mulai digalakkan untuk mencegah degradasi tanah semakin parah.
Sumber: earth.org baca artikel asli di sini

Leave a Reply