Tag: gaza

  • Israel Blokir Bantuan, Warga Gaza Khawatirkan Pasokan Pangan

    Israel Blokir Bantuan, Warga Gaza Khawatirkan Pasokan Pangan

    7cloud.asia – Pengumuman bahwa Israel memblokir bantuan kemanusiaan ke Gaza yang melewati pos-pos pemeriksaan telah menimbulkan ketakutan dan kepanikan berbelanja kebutuhan pokok di pasar-pasar Gaza.

    Langkah ini diambil Israel ketika puasa Ramadan baru dimulai. Bulan suci bagi umat Islam ini berlangsung di tengah kehancuran besar-besaran yang disebabkan oleh pertempuran sengit selama 16 bulan antara Israel dan Hamas.

    Mai al-Khoudari, mantan kepala sekolah yang mengungsi dari rumahnya di Gaza, mengatakan bahwa pemblokiran ini berdampak buruk terhadap para pengungsi yang kembali ke Kota Gaza.

    “Ini bulan Ramadan dan kami membutuhkan banyak hal. Rumah saya dibom dan dihancurkan. Saya tidak punya apa-apa dan tidak ada apa-apa di Gaza. Semuanya mahal dan tidak tersedia,” katanya dikutip VOA Indonesia

    Seorang spesialis komunikasi yang berbasis di Gaza untuk badan anak-anak PBB, Rosalia Bollen berbicara kepada Al Jazeera tentang dampak yang berkembang dari pemblokiran bantuan oleh Isarel di Gaza

    Rosalia Bollen mengatakan tingkat “kehancuran dan gangguan layanan” yang ditimbulkannya “cukup mengejutkan”.

    Baca: Israel halangi truk pembawa bantuan kemanusiaan ke Gaza

    “Fakta bahwa para pekerja kemanusiaan telah mampu membawa pasokan selama enam minggu terakhir belum cukup untuk memulihkan kerusakan di seluruh Gaza dan memulihkan layanan,” kata Bollen.

    Sementara otoritas Israel mengatakan masih ada cukup pangan bagi warga Palestina di Gaza untuk bertahan selama berbulan-bulan.

    Pemblokiran bantuan kemanusiaan ini terjadi saat negosiasi tahap kedua kesepakatan gencatan senjata dan pelepasan sandera antara Israel dan Hamas tersendat.

    Hamas menyandera 250 orang dalam serangan teror tanggal 7 Oktober 2023 di Israel selatan, memicu perang yang telah menyebabkan lebih 48.000 warga Palestina dan lebih dari 1.700 warga Israel tewas.

    Sejauh ini, 147 sandera telah dikembalikan ke Israel hidup-hidup, sebagian besar merupakan hasil dari dua perjanjian gencatan senjata dengan Hamas. Israel juga telah membebaskan sekitar 2.000 tahanan Palestina.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan tindakan memblokir bantuan dimaksudkan untuk memaksa Hamas melanjutkan perjanjian gencatan senjata yang ada saat ini, seperti diusulkan oleh utusan Timur Tengah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff.

    Baca: Pembangunan kembali Gaza butuh dana lebih dari 50 miliar dolar

    Netanyahu mengatakan, pihaknya telah memutuskan untuk berhenti mengizinkan barang-barang dan pasokan-pasokan masuk ke Gaza, sesuatu yang telah dilakukan selama 42 hari terakhir.

    ”Kami melakukan itu karena Hamas mencuri pasokan-pasokan itu dan menghalangi warga Gaza untuk mendapatkannya. Mereka menggunakan pasokan-pasokan ini untuk membiayai mesin terornya yang ditujukan langsung ke Israel dan warga sipil kami.”

    Banyak warga Israel yang menyuarakan dukungan terhadap kebijakan garis keras perdana menteri Netanyahu tersebut.

    Namun banyak keluarga dari 63 sandera yang tersisa khawatir bahwa pemblokiran bantuan ke Gaza akan menyebabkan lebih banyak penderitaan bagi para sandera dan bahkan membahayakan pembebasan mereka setelah lebih dari 500 hari disandera.

    Zahiro Shahar Mor, warga Isarel yang pamannya tewas dalam tahanan Hamas mengatakan, Menahan truk bantuan kemanusiaan memasuki Gaza juga berdampak pada para sandera.

    “Kita tahu betul bahwa kelaparan di Gaza berdampak langsung pada mereka. Dan kami tahu dari orang-orang yang kembali dan memberikan kesaksian. Para sandera mendapat perlakuan yang lebih keras.”

    Hamas, negara-negara Arab, PBB, dan organisasi-organisasi hak asasi manusia mengecam pemblokiran bantuan oleh Israel, dan menuduh Israel melanggar ketentuan gencatan senjata.

    Liga Arab akan mengadakan pertemuan puncak darurat pekan ini untuk membahas perlu diakhirinya perang antara Israel dan Hamas.

    Baca: Butuh waktu bertahun-tahun singkirkan puing-puing di Gaza

  • Bahas Agresi Israel, Negara-negara OKI Serukan Terwujudnya Negara Palestina yang Merdeka

    Bahas Agresi Israel, Negara-negara OKI Serukan Terwujudnya Negara Palestina yang Merdeka

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) membahas agresi zionis Israel terhadap rakyat Palestina, serta rencana pengusiran paksa rakyat Palestina dari tanah mereka.

    Diskusi tersebut dilakukan dalam Pertemuan Luar Biasa Dewan Menteri Luar Negeri OKI yang diadakan pada Jumat malam (7/3/2025) di Jeddah, Arab Saudi.

    Menurut keterangan pers Asosiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNA) yang dirilis Sabtu (8/3/2025), pidato Menteri Hubungan Luar Negeri Republik Kamerun Lejeune Mbella Mbella, yang juga presiden Dewan Menteri Luar Negeri OKI mengawali pertemuan.

    Dalam pidatonya, Mbella menekankan bahwa situasi saat ini membutuhkan waktu bagi negara-negara OKI untuk melakukan penilaian dan pengkajian visi ke depan,

    “Sambil mempertahankan persatuan organisasi kita terhadap isu kritis ini, sesuai dengan piagam dan resolusi PBB yang relevan,” katanya.

    Ia juga menekankan pentingnya perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang berkontribusi memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza dan membantu meredakan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah.

    Baca: Israel blokir bantuan untuk warga Gaza

    Mbella juga mendesak penerapan penuh perjanjian gencatan senjata guna mencapai resolusi akhir konflik dalam pendekatan terkoordinasi dan multilateral.

    Ia menekankan bahwa pendekatan tersebut hanya dapat dilaksanakan dan relevan dalam kerangka solusi dua negara, di mana Israel dan Palestina hidup berdampingan dalam batas-batas yang diakui secara internasional, guna memastikan perdamaian menyeluruh di Timur Tengah.

    Ia mengimbau negara-negara anggota untuk teguh menyatakan solidaritas terhadap rakyat Palestina dengan menyediakan bantuan kemanusiaan yang diperlukan dan melanjutkan upaya mencapai penyelesaian damai bagi konflik yang telah berlangsung lama itu, sesuai resolusi PBB yang relevan dan inisiatif perdamaian regional.

    Sementara, Menlu dan Kerja Sama Internasional Republik Gambia Mamadou Tangara menyatakan bahwa negaranya, sebagai ketua KTT Islam saat ini, kembali menyerukan kepada masyarakat internasional untuk terus memenuhi tanggung jawab menghentikan agresi Israel yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina.

    Dia menegaskan bahwa usulan untuk memindahkan rakyat Palestina dari Gaza bersifat provokatif, brutal, dan tidak manusiawi.

    Apalagi pada saat rakyat Gaza, Palestina, dan masyarakat internasional sedang mempertimbangkan langkah positif berikutnya untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel menyusul kesepakatan gencatan senjata yang baru-baru ini dicapai.

    Baca: Pembangunan kembali Gaza butuh dana puluhan miliar dolar

    Dia menekankan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi masyarakat internasional untuk melakukan upaya yang lebih terpadu guna membangun gencatan senjata yang komprehensif dan permanen yang akan mengarah pada penarikan penuh Israel dari wilayah Palestina yang diduduki.

    Dia juga menegaskan kembali bahwa solusi dua negara merupakan prasyarat untuk stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

    Dalam kesempatan tersebut, Tangara juga menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas penerbitan undang-undang baru-baru ini oleh parlemen Israel (Knesset) yang melarang pekerjaan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

    Hal itu, menurut dia, sepenuhnya bertentangan dengan Piagam PBB dan hukum internasional.

    Sementara itu, dalam pidatonya, Sekretaris Jenderal OKI Hussein Ibrahim Taha menegaskan dukungannya terhadap rencana pembangunan kembali Jalur Gaza yang telah disetujui oleh KTT Arab.

    Baca: Negara-negara Arab tolak rencana AS ambil Alih Gaza

    Pembangunan kembali Gaza harus tetap menjunjung tinggi hak rakyat Palestina untuk tetap tinggal di tanah mereka sendiri.

    Dia menyatakan rencana tersebut merupakan visi bersama yang realistis dan yang mengharuskan semua pihak untuk memobilisasi dukungan finansial dan politik yang diperlukan guna melaksanakannya dalam kerangka jalur politik dan ekonomi terpadu untuk mencapai visi solusi dua negara.

    Ia memperingatkan bahaya tindakan dan upaya Israel yang tidak dapat diterima untuk menghapus masalah pengungsi Palestina.

    Sekjen tersebut menekankan bahwa UNRWA dan peran pentingnya dalam melayani jutaan pengungsi Palestina tidak dapat diabaikan atau digantikan. Dia juga menekankan perlunya menggandakan dukungan politik, finansial, dan hukum bagi badan tersebut.

    Adapun, Perdana Menteri sekaligus Menteri Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, Mohammad Mustafa, menyerukan agar rencana Palestina-Mesir untuk membangun kembali Gaza diadopsi sebagai inisiatif bersama Arab-Islam.

  • Perdana Menteri Palestina Serukan Dukungan Negara-negara OKI untuk Pembangunan Kembali Gaza

    Perdana Menteri Palestina Serukan Dukungan Negara-negara OKI untuk Pembangunan Kembali Gaza

    7cloud.asia – Perdana Menteri sekaligus Menteri Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, Mohammad Mustafa, menyerukan agar rencana Palestina-Mesir untuk membangun kembali Gaza diadopsi sebagai inisiatif bersama Arab-Islam.

    Berbicara di depan pertemuan Luar Biasa Dewan Menteri Luar Negeri OKI yang diadakan pada Jumat malam (7/3) di Jeddah, Arab Saudi, dia menekankan bahwa rencana tersebut memastikan pembangunan kembali Jalur Gaza oleh rakyat Palestina, yang berakar kuat di tanah mereka tanpa penggusuran

    Dukungan regional dan internasional sangat dibutuhkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Negara Palestina dan pengembangan lembaga serta ekonominya.

    Baca: Mesir dan Negara-negara Arab janji bantu pembangunan kembali Gaza

    Mustafa juga menekankan bahwa keberhasilan rencana itu terutama bergantung pada kewajiban Israel untuk menghentikan agresi dan memastikan kembalinya para pengungsi ke Gaza.

    Ia juga mendesak penarikan pasukan pendudukan, pembukaan titik penyeberangan, keberlanjutan gencatan senjata, masuknya bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan, serta penyediaan dukungan keuangan yang diperlukan.

    Sang perdana menteri juga menyerukan upaya lebih intensif untuk memobilisasi dukungan internasional dan meningkatkan tekanan politik, diplomatik, hukum dan ekonomi terhadap Israel.

    Sehingga rakyat Palestina memperoleh hak-hak sah mereka secara penuh, kedaulatan mereka atas tanah mereka, dan Yerusalem sebagai ibu kota abadi Negara Palestina.

    Baca: Pembangunan kembali Gaza butuh dana 53 miliar dolar

    Sebelumnya, Mesir dan negara-negara Arab lainnya menyatakan akan membantu menyelesaikan rekonstruksi atau pembangunan kembali Gaza yang hancur akibat agresi Israel selama 15 bulan terakhir.

    Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly mengatakan tahap awal pembangunan kembali Gaza diperkirakan membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun.

    “Periode rekonstruksi Jalur Gaza bisa memakan waktu tiga tahun. Mesir dan negara-negara Arab mampu menyelesaikan hal tersebut hanya dalam tiga tahun,” ucap Madbouly dalam konferensi pers rutin Pemerintah Mesir, Rabu (19/2/2025).

  • Israel Umumkan Akan Hentikan Pasokan Listrik ke Gaza

    Israel Umumkan Akan Hentikan Pasokan Listrik ke Gaza

    7cloud.asia – Israel mengumumkan, Minggu (9/3/2025), bahwa pihaknya akan menghentikan pasokan listrik ke Gaza. Dampak secara keseluruhan belum jelas, tetapi pabrik desalinasi di wilayah gersang itu menerima listrik untuk memproduksi air minum.

    Kelompok Hamas, menyebut keputusan Israel ini sebagai bagian dari kebijakan Israel untuk menciptakan kelaparan..

    Keputusan itu disampaikan Menteri Energi dan Infrastruktur Israel Eli Cohen, seminggu setelah Israel menghentikan semua pasokan barang ke wilayah yang dihuni lebih dari 2 juta orang itu.

    “Saya sekarang telah menandatangani perintah untuk segera memutus aliran listrik ke Jalur Gaza. Kami akan menggunakan semua cara yang tersedia agar semua sandera dapat kembali, dan kami akan memastikan bahwa Hamas tidak akan berada di Gaza pada ‘hari berikutnya’.”

    Israel telah berupaya menekan Hamas agar menerima perpanjangan fase pertama gencatan senjata mereka.

    Baca: Israel blokir bantuan ke Gaza

    Fase itu berakhir akhir pekan lalu. Israel ingin Hamas membebaskan setengah dari jumlah sandera yang tersisa sebagai imbalan atas janji untuk merundingkan gencatan senjata yang langgeng.

    Hamas telah mendesak untuk memulai perundingan pada fase kedua gencatan senjata yang lebih sulit, yang akan melihat pembebasan sandera yang tersisa dari Gaza, penarikan pasukan Israel dan perdamaian yang langgeng.

    Hamas diyakini masih menyandera 24 orang yang masih hidup dan jenazah 35 sandera lainnya. Hamas telah memperingatkan bahwa penghentian pasokan akan memengaruhi para sandera.

    Pada Minggu, kelompok itu mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan putaran terakhir perundingan gencatan senjata dengan mediator Mesir tanpa mengubah posisinya, dan menyerukan dimulainya segera tahap kedua gencatan senjata.

    Israel mengatakan akan mengirim delegasi ke Qatar pada Senin (10/3/2025) “dalam upaya untuk memajukan negosiasi.”

    Baca: Israel halangi truk pembawa bantuan kemanusiaan ke Gaza

    Wilayah dan infrastruktur Gaza sebagian besar telah hancur, dan sebagian besar fasilitas, termasuk rumah sakit, sekarang menggunakan generator. Pemadaman listrik dapat memengaruhi pompa air dan sanitasi.

    Seorang juru bicara Israel Electric Corporation mengatakan sejauh yang mereka ketahui, pemadaman tersebut hanya memengaruhi pabrik pengolahan air limbah.

    Juru bicara Hamas Hazem Qassam menyebut langkah Israel itu sebagai bagian dari “kebijakan menciptakan kelaparan, yang jelas-jelas mengabaikan semua hukum dan norma internasional.”

    Ia mengatakan Israel telah “secara praktis” memutus aliran listrik sejak perang dimulai. Israel telah menghadapi kritik tajam atas pemutusan pasokan.

    “Setiap penolakan masuknya kebutuhan hidup warga sipil dapat dianggap sebagai hukuman kolektif,” kata kantor urusan hak-hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (7/3/2025).

    Baca: Kelanjutan gencatan senjata di Gaza 

    Mahkamah Pidana Internasional mengatakan ada alasan untuk percaya bahwa Israel telah menggunakan “kelaparan sebagai metode peperangan” ketika mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tahun lalu.

    Tuduhan tersebut merupakan inti dari kasus Afrika Selatan di Mahkamah Internasional yang menuduh Israel melakukan genosida.

    Israel membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka telah mengizinkan masuknya cukup bantuan dan menyalahkan kekurangan bantuan pada apa yang disebutnya ketidakmampuan PBB untuk mendistribusikannya.

    Israel juga menuduh Hamas secara ilegal menyabot bantuan-bantuan kemanusiaan tersebut.

  • Pasokan Listrik Diputus, Penduduk Gaza Terancam Bencana Kesehatan

    Pasokan Listrik Diputus, Penduduk Gaza Terancam Bencana Kesehatan

    7cloud.asia – Otoritas kota di Jalur Gaza pada Rabu (12/3/2025) memperingatkan potensi bencana kesehatan dan lingkungan akibat berlanjutnya pemutusan pasokan listrik dan air oleh Israel ke wilayah tersebut.

    Dalam sebuah pernyataan, Persatuan Kota Gaza menyatakan bahwa pemutusan listrik oleh Israel telah menyebabkan instalasi utama desalinasi air di wilayah tersebut berhenti beroperasi.

    “Kebijakan represif terhadap warga Palestina di Gaza ini merupakan pelanggaran hukum internasional dan semakin memperburuk penderitaan warga, yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah,” tambah pernyataan tersebut.

    Israel menghentikan pasokan listrik ke Gaza pada Minggu (9/3/2025) sebagai bagian dari upaya memperketat blokade terhadap wilayah Palestina tersebut.

    Israel tetap memperketat blokade meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan Kelompok Hamas

    Baca: Israel akan hentikan pasokan listrik ke Gaza

    Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese mengecam langkah Israel itu sebagai “peringatan genosida,” dengan menegaskan bahwa tanpa listrik, tidak akan ada air bersih.

    Keputusan itu juga diikuti dengan kebijakan Israel yang menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, memicu peringatan dari kelompok lokal dan organisasi hak asasi manusia mengenai potensi kembalinya kelaparan massal di Jalur Gaza.

    Persatuan Kota Gaza pun mengimbau masyarakat internasional dan organisasi kemanusiaan untuk “segera turun tangan guna mengamankan pasokan penting dan menjamin masuknya bahan-bahan esensial

    Hal ini demi menghindari bencana kesehatan dan lingkungan yang lebih parah.”

    Baca: Israel blokir bantuan masuk ke Gaza

    Pada Selasa (12/3/2025) juru bicara Perusahaan Distribusi Listrik Gaza, Mohammad Thabet, mengungkapkan bahwa Israel hanya menyediakan lima megawatt listrik ke Jalur Gaza sejak November lalu sebelum akhirnya memutus pasokan sepenuhnya.

    Sejak Oktober 2023, lebih dari 48.500 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah tewas akibat serangan brutal Israel di Jalur Gaza.

    Serangan tersebut sempat terhenti setelah gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan yang mulai berlaku pada Januari.

    Pada November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan, Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait perang yang dilancarkannya di wilayah tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu.

  • Uni Eropa Menyatakan Komitmennya untuk Membangun Kembali Gaza

    Uni Eropa Menyatakan Komitmennya untuk Membangun Kembali Gaza

    7cloud.asia – Utusan utama Uni Eropa Kaja Kallas menyampaikan pernyataan tentang Gaza dan meningkatnya kekerasan di Suriah dalam laporan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (11/3/2025).

    Kallas mengatakan bahwa Uni Eropa berkomitmen membangun kembali Gaza. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa tersebut mendesak semua pihak untuk bekerja sama mencapai perdamaian abadi.

    “Sangat penting bagi kedua pihak untuk menegakkan komitmen mereka terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, dan suksesnya perundingan tahap kedua,” kata Kallas.

    Baca: Israel memutus pasokan listrik ke Gaza

    Ia menambahkan bahwa Uni Eropa “menolak segala upaya perubahan demografi atau teritorial di Gaza.”

    Pernyataan ini mengacu pada rencana Presiden Amerika Serikat untuk mengambil alih Gaza dan menjadikannya kawasan internasional.

    Rencana Trump ini menuai penolakan dari banyak negara termasuk Indonesia dan negara-negara Arab, juga Koferensi negara-negara Islam (OKI).

    Baca: Mesir dan negara-negara Arab janji bantu pembangunan kembali Gaza

    Beralih ke Suriah, ia mengecam kekerasan di sana, menyerukan agar “semua aktor eksternal menghormati persatuan, kedaulatan, dan integritas teritorial Suriah.”

    Ia mengatakan bahwa kekejaman yang kita saksikan dalam beberapa hari ini tidak dapat diterima dan menunjukkan betapa rapuh situasi ini.

    “Kekejaman itu tidak boleh terjadi lagi. Para pelaku harus diadili. Agar stabilitas dapat terwujud, transisi harus berlangsung secara damai dan inklusif, dan warga sipil harus dilindungi dalam segala situasi, dengan sepenuhnya menghormati hak asasi dan hukum internasional.”

  • Palestina Desak PBB untuk Menekan Israel Agar Izinkan Bantuan Masuk ke Gaza

    Palestina Desak PBB untuk Menekan Israel Agar Izinkan Bantuan Masuk ke Gaza

    7cloud.asia – Kementerian Ekonomi Nasional Palestina pada Sabtu (15/3/2025) mengeluarkan seruan yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan masyarakat internasional untuk menekan pemerintah Israel agar segera membukakan pintu bagi masuknya bantuan ke Gaza

    Palestina mendesak dunia menekan Israel berhenti menggunakan kelaparan dan kemiskinan sebagai alat perang di Jalur Gaza.

    “Kami mengingatkan seluruh dunia bahwa Israel menolak mengizinkan masuknya bantuan kesehatan dasar dan kebutuhan kemanusiaan, terutama air, listrik, dan makanan, kepada penduduk di Jalur Gaza,” kata otoritas Palestina dalam pernyataannya.

    “Ini adalah saat ketika situasi mendesak mengharuskan masyarakat internasional, dengan berbagai institusinya, untuk menegakkan hukum internasional yang menjamin hak warga negara atas kebutuhan dan hak dasar mereka, terutama selama masa perang,” kata pernyataan itu.

    Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (14/3/2025), kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas memperingatkan tentang memburuknya situasi kemanusiaan dan bencana kelaparan akibat ditutupnya pintu perlintasan ke Jalur Gaza oleh Israel selama 13 hari berturut-turut.

    Baca: Israel putus pasokan listrik ke Gaza

    Sejak 2 Maret, setelah tahap pertama perjanjian gencatan senjata Israel-Hamas berakhir, Israel telah memblokir masuknya bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, ke wilayah kantong Palestina itu.

    Israel juga memutus pasokan listrik Israel menghentikan pasokan listrik ke Gaza pada Minggu (9/3/2025) sebagai bagian dari upaya memperketat blokade terhadap wilayah Palestina tersebut.

    Israel tetap memperketat blokade meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan Kelompok Hamas

    Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese mengecam langkah Israel itu sebagai “peringatan genosida,” dengan menegaskan bahwa tanpa listrik, tidak akan ada air bersih.

    Keputusan itu juga diikuti dengan kebijakan Israel yang menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, memicu peringatan dari kelompok lokal dan organisasi hak asasi manusia mengenai potensi kembalinya kelaparan massal di Jalur Gaza.

    Baca: Israel blokir bantuan, warga Gaza khawatirkan pasokan pangan

    Persatuan Kota Gaza pun mengimbau masyarakat internasional dan organisasi kemanusiaan untuk “segera turun tangan guna mengamankan pasokan penting dan menjamin masuknya bahan-bahan esensial

    Hal ini demi menghindari bencana kesehatan dan lingkungan yang lebih parah.”

    Pada Selasa (12/3/2025) juru bicara Perusahaan Distribusi Listrik Gaza, Mohammad Thabet, mengungkapkan bahwa Israel hanya menyediakan lima megawatt listrik ke Jalur Gaza sejak November lalu sebelum akhirnya memutus pasokan sepenuhnya.

    Sejak Oktober 2023, lebih dari 48.500 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah tewas akibat serangan brutal Israel di Jalur Gaza.

    Serangan tersebut sempat terhenti setelah gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan yang mulai berlaku pada Januari.

    Sumber: Antaranews.com/Xinhua

  • Lebih dari 400 warga Gaza Tewas Akibat Serangan Besar-besaran Israel

    Lebih dari 400 warga Gaza Tewas Akibat Serangan Besar-besaran Israel

    7cloud.asia – Lebih dari 404 warga Palestina tewas dan 562 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel ke Jalur Gaza pada Selasa (18/3/2025) yang melanggar kesepakatan gencatan senjata, demikian menurut otoritas kesehatan setempat.

    “Banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan upaya penyelamatan mereka masih berlangsung,” menurut Kementerian Kesehatan Palestina dalam pernyataan mereka.

    Militer Zionis Israel pada Selasa menyatakan bahwa mereka melancarkan pengeboman udara ke Gaza, sehingga menjadi operasi militer terbesar sejak gencatan senjata dengan Hamas berlaku pada 19 Januari lalu.

    Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan, tak sedikit keluarga yang habis terbunuh akibat serangan Israel. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan ambulans dan regu pertahanan sipil untuk mengevakuasi para korban ke rumah sakit.

    Baca: Israel putus pasokan listrik ke Gaza 

    “Pembantaian brutal ini sekali lagi menegaskan pasukan penjajah Israel hanya memahami bahasa pembunuhan, kehancuran, dan genosida,” menurut kantor media Gaza.

    Mereka menyatakan bahwa berlanjutnya pembantaian terjadi di tengah pengepungan dan blokade total Gaza oleh Israel yang semakin memperparah krisis kemanusiaan dan membuat kebutuhan dasar tidak sampai kepada 2,4 juta orang di wilayah kantong tersebut.

    Komunitas internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB dan kelompok pembela HAM, didesak untuk segera bertindak demi mengakhiri pembantaian Israel di Gaza.

    Sebelumnya, militer Israel berdalih serangan hanya dilakukan terhadap target-target Hamas di Gaza “untuk mencapai tujuan perang yang telah diputuskan oleh eselon politik, termasuk pembebasan semua sandera baik yang masih hidup ataupun yang sudah tiada.”

    Hamas menyatakan bahwa berlanjutnya serangan berarti Israel menyatakan perang terhadap Gaza dengan melanggar kesepakatan gencatan senjata.

    Baca: Israel blokir bantuan masuk ke Gaza

    “Kami menuntut para mediator mendesak Netanyahu dan penjajah Zionis bertanggung jawab penuh atas pelanggaran dan pembatalan kesepakatan,” menurut Hamas dalam pernyataannya.

    Meski demikian, selama gencatan senjata berlaku, otoritas lokal Gaza melaporkan adanya pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Israel hampir setiap hari.

    Serangan brutal Israel ke Gaza sejak Oktober 2023 menewaskan lebih dari 48.500 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan meluluhlantakkan Gaza

    Pada November, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan bekas kepala pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Selain itu, Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang dilancarkannya di Jalur Gaza.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Hampir 600 Warga Gaza Meninggal Akibat Serangan Israel dalam Tiga Hari Terakhir

    Hampir 600 Warga Gaza Meninggal Akibat Serangan Israel dalam Tiga Hari Terakhir

    7cloud.asia – Militer Israel terus mengintensifkan serangan ke wilayah Gaza sejak Selasa (18/3/2025).

    Pihak Israel menyebut, invasi darat ke Rafah di Gaza selatan sedang berlangsung dan pasukan bergerak maju ke utara dekat kota Beit Lahiya dan daerah pusat.

    Sementara otoritas Gaza menyebut, lebih dari 590 warga Palestina tewas dalam serangan sejak Israel melanggar gencatan senjata Gaza pada hari Selasa, kata otoritas medis Gaza seperti dikutip ALJazeera

    Jumlah korban tewas dikhawatirkan akan terus meningkat karena serangan udara dan darat Israel ke Gaza semakin intensif.

    Baca: PBB diminta tekan Israel agar izinkan bantuan masuk ke Gaza

    Hamas telah menembakkan roket pertama ke Israel sejak gencatan senjata digagalkan dan Houthi Yaman mengatakan mereka meluncurkan lebih banyak rudal ke lokasi militer di selatan Tel Aviv.

    Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 49.617 warga Palestina telah dipastikan tewas dan 112.950 terluka akibat invasi Israel di Gaza sejak Oktober 2023.

    Kantor Media Pemerintah Gaza memperbarui jumlah korban tewas menjadi lebih dari 61.700, dengan mengatakan ribuan warga Palestina yang hilang di bawah reruntuhan diduga tewas.

    Setidaknya 1.139 orang tewas di Israel selama serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 dan lebih dari 200 orang ditawan.

    Baca: Israel memutus pasokan listrik ke Gaza

    Sementara di daerah pendudukan Tepi Barat, meski belum secara resmi menyatakan perang Israel telah secara dramatis meningkatkan operasi militer terhadap penduduk kota-kota, desa-desa, dan kamp-kamp pengungsi Palestina sejak serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober.

    Amjad Abu El Ezz, dari Universitas Arab Amerika di Ramallah, mengatakan bahwa Israel berencana untuk “menyingkirkan warga Palestina”. Ia menilai ini sudah jelas dan telah diutarakan oleh para menteri senior pemerintah Israel.

    “Jadi impian para menteri sayap kanan dalam pemerintahan Netanyahu adalah untuk menyelesaikan masalah Tepi Barat hanya dengan menyingkirkan warga Palestina. Terutama di kamp-kamp pengungsi“.

    “Kita berbicara tentang lebih dari 20 kamp pengungsi. Setengah juta warga Palestina tinggal di kamp-kamp pengungsi ini,” kata Abu El Ezz.

  • Warga Gaza Rayakan Idul Fitri di Tengah Keprihatinan dan Serangan Israel

    Warga Gaza Rayakan Idul Fitri di Tengah Keprihatinan dan Serangan Israel

    7cloud.asia – Sejumlah warga sipil tewas dan terluka dalam serentetan serangan Zionis Israel di wilayah Jalur Gaza pada hari pertama Idul Fitri 2025 yang dirayakan pada Minggu (30/3/2025).

    Menurut koresponden WAFA, empat warga sipil tewas dalam penembakan Israel yang menargetkan pengungsian di Wilayah Qizan Abu Rishwan di bagian selatan Kota Khan Yunis.

    Dua warga sipil lainnya juga tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan udara Israel di rumah keluarga Muqbel di Jabalia, Jalur Gaza utara.

    Sementara itu, serangan pesawat nirawak melukai sejumlah orang dalam serangan terhadap kerumunan warga sipil di Wilayah Khirbet Al-Adas di Rafah utara.

    Baca: Sebagian besar negara Arab rayakan Idul Fitri pada Minggu

    Berbagai sumber medis melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza bertambah menjadi 50.277 orang sejak 7 Oktober 2023.

    Sementara itu, lebih dari 114.095 orang lainnya juga terluka dalam agresi tersebut.

    Muslim Palestina di Jalur Gaza merayakan Hari Raya Idul Fitri 2025 pada Ahad di tengah kondisi yang sangat memilukan, kata Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) M. Anshorullah.

    Menurut dia, banyak warga yang melaksanakan shalat Id di lapangan dikepung puing-puing bangunan yang hancur akibat pemboman Israel.

    Baca: Tradisi Lebaran hanya ada di Indonesia

    “Termasuk masjid. Misalnya di Kota Khan Younis dan Jabalia,” katanya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu (30/3/2025)

    Beberapa jam setelah pelaksanaan shalat Id, Zionis Israel kembali melancarkan serangan udara di Kota Khan Younis.

    Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai puluhan lainnya. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan perempuan, katanya.

    “Korban umumnya sedang berkumpul dengan keluarga setelah shalat Id. Banyak anak-anak yang syahid masih mengenakan baju dan sepatu baru, bahkan menggenggam koin hadiah dari keluarga,” katanya.

    Anshorullah mengungkapkan bahwa persediaan makanan di wilayah kantong Palestina tersebut sangat minim akibat blokade Israel.

    Hampir dua pekan tidak ada truk bantuan kemanusiaan yang diizinkan melintas di semua perbatasan.

    Sementara itu di Kota Jenin, Tepi Barat, warga Palestina yang sedang berkumpul bersama keluarga ditembaki gas air mata oleh pasukan Zionis Israel, katanya menambahkan.

    Sumber: Antaranews.com/WAFA-OANA