Warga Gaza Rayakan Idul Fitri di Tengah Keprihatinan dan Serangan Israel

Written by

in

7cloud.asia – Sejumlah warga sipil tewas dan terluka dalam serentetan serangan Zionis Israel di wilayah Jalur Gaza pada hari pertama Idul Fitri 2025 yang dirayakan pada Minggu (30/3/2025).

Menurut koresponden WAFA, empat warga sipil tewas dalam penembakan Israel yang menargetkan pengungsian di Wilayah Qizan Abu Rishwan di bagian selatan Kota Khan Yunis.

Dua warga sipil lainnya juga tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan udara Israel di rumah keluarga Muqbel di Jabalia, Jalur Gaza utara.

Sementara itu, serangan pesawat nirawak melukai sejumlah orang dalam serangan terhadap kerumunan warga sipil di Wilayah Khirbet Al-Adas di Rafah utara.

Baca: Sebagian besar negara Arab rayakan Idul Fitri pada Minggu

Berbagai sumber medis melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza bertambah menjadi 50.277 orang sejak 7 Oktober 2023.

Sementara itu, lebih dari 114.095 orang lainnya juga terluka dalam agresi tersebut.

Muslim Palestina di Jalur Gaza merayakan Hari Raya Idul Fitri 2025 pada Ahad di tengah kondisi yang sangat memilukan, kata Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) M. Anshorullah.

Menurut dia, banyak warga yang melaksanakan shalat Id di lapangan dikepung puing-puing bangunan yang hancur akibat pemboman Israel.

Baca: Tradisi Lebaran hanya ada di Indonesia

“Termasuk masjid. Misalnya di Kota Khan Younis dan Jabalia,” katanya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu (30/3/2025)

Beberapa jam setelah pelaksanaan shalat Id, Zionis Israel kembali melancarkan serangan udara di Kota Khan Younis.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai puluhan lainnya. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan perempuan, katanya.

“Korban umumnya sedang berkumpul dengan keluarga setelah shalat Id. Banyak anak-anak yang syahid masih mengenakan baju dan sepatu baru, bahkan menggenggam koin hadiah dari keluarga,” katanya.

Anshorullah mengungkapkan bahwa persediaan makanan di wilayah kantong Palestina tersebut sangat minim akibat blokade Israel.

Hampir dua pekan tidak ada truk bantuan kemanusiaan yang diizinkan melintas di semua perbatasan.

Sementara itu di Kota Jenin, Tepi Barat, warga Palestina yang sedang berkumpul bersama keluarga ditembaki gas air mata oleh pasukan Zionis Israel, katanya menambahkan.

Sumber: Antaranews.com/WAFA-OANA

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *