Tag: kota

  • Kualitas Udara Buruk, Kota Jakarta Masuk Kota Terpolusi di Dunia

    Kualitas Udara Buruk, Kota Jakarta Masuk Kota Terpolusi di Dunia

    7cloud.asia – Salah satu dampak dari kemarau kering yang dipicu El Nino ini adalah menurunnya kualitas udara Jakarta.

    Berdasarkan data IQAir Jakarta pukul 16.29 WIB, Jakarta tercatat menjadi kota dengan kualitas udara dan polusi terburuk di dunia dengan nilai indeks 168 atau masuk kategori tidak sehat.

    Baca: LRT Jabodebek siap dioperasikan, segini kisaran biayanya

    Wilayah terparah justru berada di Jakarta Selatan. Ragunan menempati urutan teratas dengan nilai indeks 196 disusul Kemang dengan indeks 190.

    Foto yang dirilis Antaranews pada Selasa (25/7/2023) menunjukkan suasana Kota jakarta yang tertutup kabut asap polusi udara.

    Baca: Konsep pembangunan TOD diharapkan mampu mengutai kemacetan di Jakarta

    Dipotret dari ketinggian, sangat terlihat buruknya kualitas udara di Kota Jakarta. Gedung-gedung bertingkat di Jakarta terlihat tertutup oleh kabut akibat polusi udara di Jakarta. 

    Pemprov DKI Jakarta menempuh kebijakan dengan memperbanyak penanaman pohon sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas udara di Ibu Kota.

    Baca: Metamorfosa kota Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Namun upaya ini akan kurang efektif jika tidak dibarengi dengan pengurangan emisi karbon yang memicu polusi udara di Kota Jakarta.

    Pembatasan penggunaan bahan bakar fosil menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengatasi buruknya kualitas udara di Jakarta.

    Baca: Sukses terapkan konsep TOD, ini manfaat yang dirasakan Kota Bogota

  • Mengenal Kota Salatiga, Salah Satu Kota Terindah dan Tertua di Indonesia

    Mengenal Kota Salatiga, Salah Satu Kota Terindah dan Tertua di Indonesia

    7cloud.asia – Pembukaan Jalan Tol Trans Jawa membuat Kota Salatiga Jawa Tengah jadi perbincangan. Hal ini karena gerbang Tol Salatiga memiliki panorama indah layaknya Kota Swiss.

    Dengan latar belakang Gunung Merbabu yang menjulang tinggi, banyak orang yang menyamakan pemandangan di gerbang tol Salatiga itu dengan pemandangan di Swiss yang sudah mendunia.

    Orang lantas bertanya-tanya di mana sebenarnya Salatiga. Ya karena sebelum ini nama Salatiga masih kalah tenar dibanding kota lain di Jawa seperti Semarang, Solo, Yogyakarta ataupun Bandung.

    Padahal, Salatiga merupakan salah satu kota tertua di Indonesia dan juga disebut sebagai kota terindah di Jawa Tengah. Kota Salatiga juga disebut sebagai kota yang paling toleran oleh Setara Institute.

    Baca: Sejarah Jakarta bermula dari Pangeran Jayakarta

    Buat kamu yang masih belum yakin jika Salatiga merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, seperti ini penjelasannya.

    Hari jadi Kota Salatiga ditetapkan pada tanggal 24 Juli 750 Masehi, jadi baru pada Senin lalu Kota Salatiga merayakan hari jadinya yang ke 1273 tahun.

    Sudah cukup tua bukan? Bahkan Kota Salatiga jauh lebih tua dibanding Jakarta ataupun Bandung.

    Kota Salatiga adalah kota lama yang sudah ada sejak sebelum Belanda menjajah Indonesia. Keberadaan Kota Salatiga tak lepas dari kisah Ki Ageng Pandanaran, Bupati Semarang pada masa Kesultanan Demak yang ikut Sunan Kalijaga pergi mengembara.

    Baca: Mengenal Kota Kupang yang pernah jadi rebutan Belanda dan Portugis

    Dalam perjalanan itu, Sunan Kalijaga meminta Ki Ageng Pandanaran meninggalkan seluruh harta benda miliknya.

    Walaupun Ki Ageng Pandanaran mampu menepati janjinya, namun istrinya melanggar. Dia memasukkan emas dan berlian ke dalam tongkat.

    Di tengah perjalanan, mereka bertemu sekawanan perampok. Sunan Kalijaga menyuruh perampok itu untuk mengambil harta yang dibawa oleh istri bupati.

    Akhirnya perampok itu membawa tongkat yang berisi emas dan berlian. Drai kejadian inilah nama Kota Salatiga berasal.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Setelah peristiwa itu, Sunan Kalijaga berkata kepada Ki Pandanaran dan istrinya,

    ”Aku akan menamakan tempat ini Salatiga karena kalian telah membuat tiga kesalahan. Pertama, kalian sangat kikir. Kedua, kalian sombong. Ketiga, kalian menyengsarakan rakyat. Semoga tempat ini menjadi tempat yang baik dan ramai nantinya.”

    Berdasarkan prasasti Plumpungan yang berada di Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo itu, pada awalnya Salatiga adalah sebuah tanah perdikan bernama Hampra.

    Pada saat itu, pemberian tanah perdikan itu dilakukan oleh seorang raja, sehingga rakyat yang menetap di sana dibebaskan dari membayar pajak atau upeti karena daerah itu dianggap berjasa pada seorang raja.

    Baca: Kisah sukses Bogota terapkan konsep TOD

    Berdasarkan pengamatan oleh ahli sejarah, tanah perdikan atas wilayah Hampra diberikan oleh Raja Bhanu, seorang raja besar yang daerah kekuasaannya meliputi Salatiga, Kabupaten Semarang, Ambarawa, dan Boyolali.

    Berdasarkan pada Perda No. 15 tahun 1995, penetapan tanah perdikan oleh Raja Bhanu itulah yang menjadi dasar tanggal lahir Kota Salatiga.

    Kota Salatiga yang terletak di kaki tepatnya arah utara Gunung Merbabu memiliki udara yang sejuk dan panorama indah. 

    Keindahan Kota Salatiga sebenarnya telah dikenal sejak masa penjajahan Belanda. Bahkan pada zaman itu, Salatiga mendapat julukan De Schoonste Stad van Midderi-Java atau kota terindah di Jawa Tengah.

    Baca: Prinsip alon-alon waton kelakon warga Kota Yogyakarta

    Maka tak heran apabila di Salatiga banyak dijumpai rumah peninggalan Belanda dan juga tempat wisata alam seperti Kopeng.

    Letaknya yang berada di dua kota besar, yakni Semarang dan Solo membuat lokasi Salatiga begitu strategis. Apa lagi, kota itu dilalui jalan nasional dan juga jalan tol trans Jawa.

    Salatiga juga dikenal memiliki pendidikan yang baik, dan punya perguruan swasta yang cukup terkenal yaitu Universitas Satya Wacana.

    Seperti itulah kisah Kota Salatiga, buat kamu yang ingin berkunjung ke sana bisa lewat Semarang, Solo ataupun Yogyakarta.

     

     

  • Kontroversi Pengembangan Kota dengan Lalu Lintas Rendah di Inggris

    Kontroversi Pengembangan Kota dengan Lalu Lintas Rendah di Inggris

    7cloud.asia –  Pengembangan kawasan dengan lalu lintas rendah (Low Traffic Neighbourhoods/LTN) di sejumlah kota di Inggris menuai kontroversi.

    Pengembangan kawasan dengan lalu lintas rendah di sejumlah kota di Inggris ini bertujuan untuk mengurangi lalu lintas, antara lain dengan mencegah pengemudi menggunakan jalan perumahan yang lebih tenang sebagai jalan lintas.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan kawasan dengan lalu lintas rendah atau LTN efektif mengurangi polusi udara di sejumlah kota di Inggris

    Pengembangan kawasan dengan lalu lintas rendah disebut sebagai kebijakan untuk mengubah kota menjadi lebih ramah lingkungan dan telah diterapkan di London, Bristol, Birmingham, Bournemouth, dan lebih banyak kota di Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

    Baca: Sukses terapkan konsep TOD, banyak manfaat yang dipetik warga kota Bogota

    Puluhan juta pound dana pemerintah diberikan kepada dewan sejak tahun 2020, untuk mewujudkan kota rendah emisi dan lebih ramah lingkungan.

    Pada tahun 2022 pihak berwenang di seluruh negeri memberi tahu iNews bahwa hampir 200 bariers telah dipasang selama periode dua tahun penerapan LTN ini. Namun sekitar 50 di antaranya dicabut dihapus.

    Tujuan kawasan lalu lintas rendah untuk mendorong orang untuk berjalan kaki, bersepeda atau menggunakan transportasi umum melalui penggunaan penghalang seperti trotoar dan tanaman, serta rambu jalan dan kamera CCTV.

    Pengembangan kawasan lalu lintas rendah atau LTN disebut berhasil mengurangi lalu lintas sebesar 47 persen, yang selanjutnya mengurangi emisi karbon yang dalam jangka panjang bisa tercipta kota yang bebas emisi. 

    Baca: 4 kota dunia yang sangat memprioritaskan pejalan kaki

    Namun, kebijakan ini tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Namun para kritikus, termasuk beberapa anggota parlemen Konservatif, berpendapat Pengembangan kawasan dengan lalu lintas rendah atau LTN merusak kebebasan pengendara.

    Pengembangan kawasan dengan lalu lintas rendah atau LTN juga dinilai mendorong lalu lintas ke jalan lain dan justru menyebabkan kemacetan.

    Perdana Menteri Rishi Sunak telah memerintahkan peninjauan terhadap perluasan pemberlakukan LTN di Inggris. Sunak mengatakan bahwa dia berada di pihak pengemudi.

    Dilansir, Sunday Telegraph Sunak mengatakan ia mendukung orang untuk “menggunakan mobil mereka untuk melakukan semua hal yang penting bagi mereka”.

    Baca: Slow city, konsep baru pengelolaan kota yang lebih ramah lingkungan

    Pernyataan Sunak ini merupakan bagian dari perdebatan tajam tentang kebijakan ramah lingkungan atau kebijakan hijau setelah pemilu sela di Inggris pekan lalu.

    Dalam wawancaranya dengan Sunday Telegraph, Sunak juga mengatakan dia tidak berencana untuk mengubah tenggat waktu larangan penjualan mobil bensin dan diesel baru pada tahun 2030 meskipun ada seruan dari beberapa Konservatif untuk melakukannya.

    Dalam sepucuk surat kepada Sunak pada hari Sabtu, sekelompok 43 anggota parlemen Konservatif dan rekan-rekan termasuk Sir Iain Duncan Smith, Sir Jacob Rees Mogg dan David Davis, menyarankan untuk memindahkan target ke 2035 untuk menghindari “kerugian besar bagi ekonomi”.

    Bunyinya: “Masyarakat hanya dapat dibiarkan lebih buruk dengan larangan keras yang membuat mereka tidak dapat membeli kendaraan yang mereka inginkan.

    “Masa depan bagi negara ini adalah dalam memberikan lebih sedikit beban dan diatur lebih ringan daripada UE, bukan dalam memaksakan beban penghancuran pekerjaan tambahan secara sepihak untuk memenuhi tenggat waktu yang tidak perlu dan tidak dapat dikerjakan.”

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam penataan kota Yogyakarta

    Tetapi Sunak berkata: “Target 2030 telah menjadi kebijakan kami sejak lama dan terus berlanjut – kami tidak mempertimbangkan penundaan hingga tanggal itu.”

    Sunak mengatakan dia telah memerintahkan Departemen Perhubungan untuk melihat bagaimana LTN bekerja. Awal bulan ini, Sekretaris Transportasi Mark Harper mengumumkan bahwa pemerintah menghentikan pendanaan LTN baru di Inggris.

    Tidak jelas apakah pemerintah dapat membuat dewan mengubah atau membatalkan skema yang ada.

    Sunak berkata: “Sebagian besar orang di negara ini menggunakan mobil mereka untuk berkeliling dan bergantung pada mobil.

    “Saya hanya ingin memastikan orang tahu bahwa saya mendukung mereka untuk menggunakan mobil mereka untuk melakukan semua hal yang penting bagi mereka,” katanya.

    Baca: Pengembangan kawasan berorientasi pada transportasi 

    Adopsi pengembangan kawasan rendah lalu lintas telah menarik kemarahan beberapa anggota parlemen, yang mengkritik tindakan tersebut sebagai serangan terhadap pengendara.

    Anggota parlemen Konservatif Nick Fletcher menggambarkan mereka awal tahun ini sebagai bagian dari “konsep sosialis internasional” yang merampas kebebasan pribadi.

    Louise Haigh dari Buruh menuduh Konservatif “murni kemunafikan” karena mempercepat dan mendanai LTN sebelum “mengecam” kebijakan tersebut.

    Sekretaris transportasi bayangan mengatakan langkah-langkah keselamatan jalan sering diminta oleh masyarakat setempat sehingga keputusan harus dikonsultasikan dengan benar dan dibuat oleh mereka.

    Asosiasi Pemerintah Daerah, yang mewakili dewan lokal, mengatakan peninjauan itu “tidak perlu” dan dewan berada di posisi terbaik untuk membuat keputusan dengan komunitas mereka.

    Baca: Salah kaprah pembangunan hunian berkonsep TOD di Indonesia

    Dikatakan dewan membutuhkan kepastian jangka panjang mengenai pendanaan jika mereka ingin membantu memenuhi target pemerintah sendiri yaitu 50% perjalanan perkotaan dilakukan dengan berjalan kaki, beroda atau bersepeda pada tahun 2030.

    Tinjauan ini hanya akan melihat LTN di Inggris, karena merupakan masalah yang dilimpahkan di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

    Itu terjadi ketika gelombang panas yang intens di seluruh dunia dan peringatan perubahan iklim mendorong target nol bersih Inggris ke puncak agenda politik.

    Target yang ditetapkan pada tahun 2050 adalah tidak lagi menambah jumlah total gas rumah kaca di atmosfer.

    Baca: Penat di kota yang sibuk, lambankan hidupmu dengan slow living

    Strategi Inggris termasuk menghasilkan semua listrik dari sumber bersih, mengganti boiler gas untuk pompa panas dan melarang mobil bensin dan diesel baru.

    Namun, di dalam Partai Konservatif, ada perpecahan internal mengenai kebijakan hijau dan beberapa anggota parlemen menyerukan pemikiran ulang.

    Dalam minggu mendatang, Sunak akan bertemu dengan para pemimpin energi untuk menjelaskan rincian rencananya untuk bahan bakar fosil Inggris dan industri hijau.

    Pada hari Sabtu, kelompok lingkungan memperingatkan Sunak bahwa mereka tidak akan “siaga” sementara politisi menggunakan lingkungan sebagai “sepak bola politik”.

    Sumber: BBC baca artikel asli di sini 

     

  • 8 Kota Pilihan untuk Menghabiskan Masa Pensiun di Indonesia

    8 Kota Pilihan untuk Menghabiskan Masa Pensiun di Indonesia

    7cloud.asia – Menghabiskan masa pensiun dengan nyaman di kota yang tenang menjadi impian banyak orang.

    Mereka yang usianya mendekati 55 tahun mungkin sudah saatnya mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun. Apakah tetap tinggal di kota lamanya atau mencari tempat baru yang lebih tenang. 

    Nah buat kamu yang kini sedang mencari kota untuk tinggal di masa pensiun atau usia lanjut, baik untuk diri sendiri maupun orang tua/mertua ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan kala mencari kota yang nyaman untuk tinggal di masa pensiun. 

    Faktor-faktor tersebut antara lain kedekatan lokasi, kelengkapan infrastruktur, biaya hidup, serta kondisi lingkungan yang tenang.

    Jika sebuah kota memenuhi kriteria di atas, maka bisa dipastikan kota tersebut menjadi tempat yang nyaman menghabiskan masa pensiun.

    Baca: Kota ramah lansia, apa syarat dan kriterianya

    Berikut daftar kota di Indonesia yang bisa kamu masukan dalam daftar untuk menghabiskan masa tua atau masa pensiun yang kami rangkum dari berbagai sumber termasuk rumah123.com: 

    1. Solo, Jawa Tengah
    Kota terbaik untuk menghabiskan masa tua atau masa pensiun adalah Kota Solo. Selain penduduknya yang ramah, biaya hidup di kota Solo juga relatif murah.

    Irama kehidupan di Solo juga tak secepat kota besar lainnya, namun fasilitas yang tersedia cukup lengkap dan memiliki berbagai macam hiburan kebudayaan.

    Selain itu, fasilitas umum yang meliputi transportasi, dan fasilitas kesehatan terbilang sangat memadai.

    Baca: Slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih ramah lingkungan dan manusia

    2. Yogyakarta
    Kota Yogyakarta menempati posisi kedua sebagai kota ternyaman untuk menghabiskan masa pensiun. 

    Yogyakarta pun memiliki suasana yang kondusif serta biaya hidup yang terbilang murah, meski menjadi kota pendidikan dan kota tujuan wisata.

    Selain itu, Yogyakarta yang juga dikenal sebagai kota pelajar dan kota gudeg ini memiliki tempat wisata, budaya dan juga tempat makan yang enak-enak lo.

    Baca: Alon-alon waton kelakon ala warga Kota Yogyakarta

    3. Salatiga, Jawa Tengah

    Kota Salatiga menempati urutan ketiga sebagai kota pilihan untuk menghabiskan masa tua atau masa pensiun.

    Salatiga bisa disebut memenuhi semua kriteria sebagai kota pensiunan, karena biaya hidup yang murah, udara yang sejuk, fasilitas yang lengkap dan juga suasana yang tenang.

    Kota Salatiga sebagai salah satu kota tertua dan terindah di Indonesia menjadi impian banyak orang untuk menghabiskan masa pensiun mereka.

    Baca: Mengenal Salatiga, kota tertua dan terindah di Indonesia

    4. Malang, Jawa Timur
    Meski tak terlalu besar, Kota Malang memiliki infrastruktur yang benar-benar memadai, apalagi kota ini juga tujuan wisata dan kota pendidikan.

    Mulai dari fasilitas kesehatan, transportasi publik hingga tempat wisata yang menawarkan berbagai keunikan.

    Malang yang terletak di pegunungan memiliki udara sejuk, ini  tentu menjadi nilai tambah tersendiri yang ditawarkan kota Malang.

    Baca: Inggris sedang kembangkan kota dengan lalu lintas rendah 

    5. Bandung, Jawa Barat

    Bandung juga disebut sebagai kota pilihan untuk menghabiskan masa tua. Udaranya yang sejuk dan tidak banyak terdapat industri membuat Bandung menjadi tempat tinggal yang nyaman di hari tua.

    Selain itu, masyarakat di daerah dengan julukan Kota Kembang ini juga dikenal ramah dan sopan.

    Bandung juga dikenal karena memiliki tempat makan yang enak dan juga unik. Kamu bakal menikmati momen setiap detik deh di kota ini.

    Baca: Kota Bogota lebih hidup dengan konsep TOD

    6. Ubud, Bali
    Ubud ada di urutan selanjutnya sebagai kota paling nyaman untuk menghabiskan masa pensiun. Ubud yang tenang dan punyak kegiatan budaya juga menyajikan alam yang indah mempesona.

    Sebagai salah satu tujuan wisata dunia, Ubud menawarkan vibe yang hommy. Lingkungannya masih dipenuhi dengan hamparan sawah serta jauh dari hiruk pikuk keramaian tapi sarat dengan kegiatan seni dan budaya.

    Sayangnya, biaya hidup di Ubud sedikit lebih tinggi karena kota kecil di Kabupaten Gianyar, Bali ini menjadi tujuan wisata para the havest dunia.

    Tapi Ubud menawarkan nuansa tenang serta hidup sehat bagi para pensiunan yang ingin hidup santai.

    Baca: Pengembangan kawasan berkonsep TOD di Jakarta

    7. Berastagi, Sumatera Utara
    Terletak di dataran tinggi Karo, Sumatera Utara, Berastagi menjadi kota dengan udara pegunungan yang bersih.

    Berastagi juga dikenal sebagai penghasil buah-buahan dan sayuran terbaik di Sumatera, siapa tahu bisa menjadi inspirasi bisnis saat masa pensiun. 

    Akses jalan raya ke kota Berastagi juga sudah bagus, lengkap dengan fasilitas kesehatan yang baik.

    Baca: Banyak lansia tak miliki BPJS Kesehatan

    8. Padang, Sumatera Barat
    Terakhir, rekomendasi kota untuk menghabiskan masa pensiun di Indonesia adalah Kota Padang.

    Udara yang sejuk menjadikan kota Padang cocok untuk menjadi tempat berbisnis pertanian dan juga hewan ternak.

    Kamu bisa menggeluti bisnis tersebut untuk kesibukan hari tua kelak. Selain itu kondisi jalan raya sudah terbilang baik.

     

     

  • Kawasan Malioboro Bakal Dijadikan Kawasan Rendah Emisi, Ini Pendapat Warga Kota Yogyakarta

    Kawasan Malioboro Bakal Dijadikan Kawasan Rendah Emisi, Ini Pendapat Warga Kota Yogyakarta

    7cloud.asia – Kawasan Maliboro yang menjadi ikon Kota Yogyakarta akan segera diubah menjadi zona rendah emisi alias low emission zone (LEZ).

    Untuk menjadikan zona rendah emisi ini, Kawasan Malioboro yang berada di jantung Kota Yogyakarta akan ditata ulang, salah satunya adalah dengan membongkar Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA) dan menjadikannya ruang terbuka hijau.

    Dilansir harianjogja.com, Taman Parkir ABA dianggap tidak mendukung program Malioboro menjadi zona rendah emisi karena letaknya segaris lurus dengan Sumbu Filosofi yang menjadi acuan penataan Kota Yogyakarta.

    Dalam jangka panjang, kawasan yang berada di sepanjang sumbu filosofi Yogyakarta juga akan diubah menjadi zona rendah emisi.

    Baca: Masih banyak yang belum tahu Malioboro adalah kawasan bebas rokok

    Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta sudah mengantisipasi relokasi Taman Parkir ABA ini dengan menyiapkan taman parkir lain.

    Plt Kepala Dishub DIY Sumariyoto, Senin (31/7/2023) mengatakan, program Malioboro rendah emisi akan mulai diterapkan pada 2025 mendatang, sedangkan relokasi Taman Parkir ABA sudah mulai dilakukan.

    Sumariyoto menyebut rencananya Taman Parkir ABA akan direlokasi ke area Eks-UPN yang berada di Ketandan.

    “Rencananya di area eks-UPN, tapi belum final masih dilakukan kajian,” ujarnya.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam penataan Kota Yogyakarta

    Tak hanya merelokasi Taman Parkir ABA, untuk menjadikan Malioboro jadi kawasan rendah emisi kendaraan beremisi juga tidak boleh lewat di sana..

    “Tidak boleh karena prinsipnya untuk menjaga lingkungan Malioboro Jogja agar rendah emisi, udaranya bersih,” ucapnya.

    Dalam penataan ulang Malioboro sebagai zona rendah emisi, selain merelokasi Taman Parkir ABA, menurut Sumariyoto, Pemda DIY juga akan memindahkan Gedung DPRD DIY pada 2025 mendatang.

    “Jalan-jalan sirip di Malioboro juga akan ditata supaya rendah emisi,” katanya.

    Baca: Prinsip alon-alon waton kelakon warga Yogyakarta

    Upaya Pemkot Yogyakarta menjadikan Malioboro sebagai kawasan rendah emisi ini mendapat respon positif dari warga Yogyakarta. Namun mereka memberikan catatan.

    Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Juhri Iwan Agriawan ST., M.Sc  mengatakan langkah tersebut akan meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung Malioboro.

    Dan, dalam jangka panjang kondisi ini akan meningkatkan kunjungan orang ke kawasan Malioboro.

    Berbagai langkah telah dilakukan untuk secara bertahap untuk menurunkan emisi di Malioboro.

    “Upaya ini antara lain mengurangi secara drastis akses kendaraan bermotor terutama kendaraan pribadi ke kawasan ini dan memberikan ruang sepenuhnya untuk pejalan kaki dan pesepeda,” ujarnya dalam pesan tertulis kepada 7cloud.asia.

    Saat ini, lanjut Iwan, Malioboro telah menerapkan penutupan kawasan jalan dari kendaraan bermotor secara berkala setiap hari antara pukul 18:00 hingga pukul 21:00 WIB. Malioboro juga ditutup pada saat jam-jam puncak liburan.

    Upaya memindahkan Taman Parkir Abu Bakar Ali, tambah Iwan, adalah langkah yang bisa dilakukan selanjutnya, terutama untuk parkir kendaraan bermotor pribadi.

    Baca: Slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih memanusiakan

    Namun demikian, Iwan meminta Pemkot Yogyakarta agar tetap memberikan ruang bagi angkutan umum guna memudahkan pengunjung yang ingin jalan-jalan ke Malioboro. 

    Dananjaya, warga Yogyakarta yang dihubungi secara terpisah sependapat dengan Iwan. Ia menilai upaya Pemkot Yogyakarta menjadikan Malioboro sebagai kawasan rendah emisi bagus tujuannya.

    Malioboro jadi kawasan rendah emisi, ujarnya, berarti prioritas untuk pejalan kaki atau kendaraan rendah emisi.

    “Sementara Malioboro adalah daerah tujuan wisata utama Yogyakarta, sehingga sarana transportasi bagi orang-orang yang akan berkunjung ke Malioboro harus dipikirkan,” ujarnya. 

    Dananjaya juga melihat adanya kurang koordinasi antar lembaga. Perencanaan yang kurang matang dan kurang terkonsep dengan baik membuat pembangunannya terkesan tumpang tindih.

    “Infrastruktur pendukungnya belum disiapkan dengan matang, jadi kesannya itu nggak terkonsep dengan baik dan tumpang tindih kegiatan antara satu pihak dengan pihak lain,” ujarnya kepada 7cloud.asia melalui sambungan telepon.

    Baca: Sukses terapkan konsep TOD, ini manfaat yang dirasakan Kota Bogota

     

     

  • Mengintip Guyubnya Pemilik Warteg di Jakarta, Saling Membantu Atasi Masalah

    Mengintip Guyubnya Pemilik Warteg di Jakarta, Saling Membantu Atasi Masalah

    7cloud.asia – Keberadaan warung Tegal atau warteg telah banyak membantu warga kota Jakarta menjalani aktivitas kesehariannya.  

    Dan, dalam perjalanannya Warteg yang awalnya dirintis para pekerja asal kota Tegal Jawa Tengah yang bermigrasi ke kota Jakarta menghadapi pasang surut.

    Berbagai kejadian baik politik maupun ekonomi, seperti naik turunnya harga pangan akhirnya mendorong para pemilik warteg di Kota Jakarta dan sekitarnya berkumpul bersama dan membentuk komunitas yang dinamakan Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara).

    Komunitas pemilik warteg ini dibentuk dengan tujuan agar mereka dapat saling membantu dalam menjalani usaha warung makan ini.

    Baca: Kisah warteg, dibuat warga Tegal kemudian jadi merek bersama

    Ketua Komunitas Warteg Nusantara, Mukroni seperti dikutip BBC News Indonesia, mengatakan pada awal mulanya Kowantara dibentuk dengan tujuan dilahturahmi, agar para pemilik warteg dapat saling kenal dan berkumpul bersama.

    Namun, kini fungsi Komunitas Warteg Nusantara sudah berkembang menjadi lebih luas.

    “Jadi silaturahmi istilahnya, sebagi bentuk persaudaraan antar-para pegiat warteg. Yang kedua, ya kalau bisa kita menggerakkan ekonomi, kita nanti akan mendirikan beberapa koperasi,“ kata Mukroni kepada BBC News Indonesia.

    Koperasi yang diberi nama Koperasi Warteg Nusantara tersebut digunakan oleh komunitas itu untuk membeli bahan-bahan dasar makanan dalam jumlah besar dan disalurkan kepada para anggota.

    Baca: Mengenal uniknya tradisi seba

    “Itu ide kita, gagasan kita untuk mewadahi agar mereka [para pemilik warteg] dapat memperoleh harga bahan sembako, bahan pokok untuk kebutuhan warteg dengan harga yang cukup murah dan berkualitas,“ ujarnya.

    Koperasi itu ternyata menjadi sangat berguna dalam mengatasi lonjakan harga bahan pangan, terutama minyak goreng yang sempat mengalami kelangkaan di pasar.

    Ada pula bahan makanan lain seperti beras dan telur yang disediakan oleh Koperasi Warteg Nusantara

    “Jadi kalau kita kompak, kalau kita bersama solid, kita akan bisa mendapatkan harga murah, barangnya berkualitas,“ lanjutnya.

    Baca: Tradisi mudik ternyata sudah ada sejak jaman Majapahit

    Selain menyediakan bahan makanan dengan harga terjangkau, Koperasi Warteg Nusantara juga mengadakan pelatihan-pelatihan untuk anggotanya yang ingin meningkatkan skill mereka di bidang kuliner, baik itu dari segi kesehatan ataupun modifikasi menu.

    “Kita pernah kerjasama itu dengan Unilever, misalnya dengan bahan baku yang murah tapi tidak mengandung bahan kimia.

    Jadi masih ada keterkaitan dengan makanan. Dari segi halal, kesehatan, kebersihan, ya terus pembiayaan, akses. Misalnya ada bank yang mau menyalurkan PUR, monggo silakan daftar.

    Lebih lanjut, Mukroni mengatakan bahwa Kowantara juga membantu legalitas usaha para anggotanya dengan dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

    Baca: Mengenal sumbu filosofi Yogyakarta

    Dengan memiliki NIB, sambungnya, para pemilik warteg dapat dipermudah dalam mengakses layanan perbankan dan terdaftar untuk menerima bantuan pemerintah.

    Program-program tersebut direncanakan bersama pada pertemuan para anggota yang digelar sekali setiap bulan di wilayah masing-masing.

    Sementara, untuk acara pertemuan para anggota secara nasional, biasanya diadakan setahun sekali.

    “Itu per Kanwil biasanya. Misalnya di Bogor, terus nanti kan jaraknya lumayan, makanya kita datangi. Ayo di Bogor adakan Kopdar [Kopi Darat], nanti kita bisa sambil arisan.

    Baca: Malioboro akan dijadikan kawasan rendah emisi

    “Makanannya juga enggak jauh-jauh dari warteg atau dari biasanya kupat, kupat khas Tegal atau tauco/ Ya paling nggak opor ayam, warteg ini kan makanan rumah. Jadi kan enggak susah,” ujar Mukroni sambil tertawa.

    Sementara, Tarsih, yang menjabat sebagai sekretaris Koperasi Warteg Nusantara mengatakan bahwa komunitas itu seringkali menjadi wadah penyaluran aspirasi para pengusaha warteg.

    “Kalau ada peraturan-peraturan pemerintah yang kayaknya merugikan. Kemarin waktu Warteg mau dikenakan pajak, berat banget karena yang makan [di warteg] bukan orang-orang yang banyak duit,” kata Tarsih.

    Sumber: BBC News Indonesia

     

  • Berikut Daftar Kota Ramah Sepeda di Dunia, Jakarta Masuk 100 Besar

    Berikut Daftar Kota Ramah Sepeda di Dunia, Jakarta Masuk 100 Besar

    7cloud.asia – Pada pertengahan 2022 lalu, Luko perusahaan asuransi asal Perancis, merilis hasil analisisnya terhadap kondisi bagi para pengguna sepeda di 90 kota di seluruh dunia. Studi ini meneliti apakah sebuah kota ramah sepeda atau tidak.

    Tujuan dari studi yang laporannya diberi tajuk Global Bicycle Cities Index 2022 adalah menentukan apakah suatu kota memiliki kondisi yang baik atau tidak  bagi para pengguna sepeda (ramah sepeda atau tidak).

    Namun demikian, studi ini tidak semata-mata bertujuan membuat gambaran sebuah kota ramah sepeda atau mencari kota-kota terbaik dan terburuk untuk pengguna sepeda.

    Riset ini lebih untuk mengevaluasi iklim bersepeda di 90 kota berdasarkan faktor-faktor yang terkait dengan pengguna sepeda.

    Baca: Kota-kota yang sangat ramah bagi pejalan kaki

    Dilansir kompas.com, Indeks penilaian bagi kota ramah sepeda ini dibuat dengan menggunakan enam indikator utama, yaitu cuaca (weather), tingkat penggunaan sepeda (bicycle usage).

    Indikator kota ramah sepeda lainnya adalah tingkat kriminalitas dan keamanan (crime and safety), infrastruktur (Infrastructure), aktivitas berbagi sepeda (sharing), dan acara penunjang bersepeda (events).

    Adapun indikator utama kota ramah sepeda tersebut dipecah lagi menjadi beberapa faktor. Misalnya tingkat kriminalitas dan keamanan (crime and safety) dibagi menjadi tingkat kematian, kecelakaan, dan pencurian sepeda.

    Kemudian infrastruktur (Infrastructure) terbagi menjadi jumlah toko sepeda di satu kota, adanya jalanan khusus sepeda dan kualitas jalan, serta kualitas investasi dan infastruktur keseluruhan.

    Aktivitas berbagi sepeda (Sharing) dipecah menjadi jumlah tempat rental (penyewaan) sepeda dan jumlah sepeda yang digunakan bersama-sama.

    Baca: Kota ini sukses terapkan konsep transit oriented development

    Lalu, acara penunjang bersepeda (Events) salah satunya dilihat dari ada atau tidaknya agenda hari tanpa kendaraan, seperti misalnya Car Free Day (CFD) di Jakarta setiap Minggu pagi.

    Adapun 90 kota dalam daftar dipilih karena kesediaan mereka untuk berinvestasi dan berinisiasi untuk meningkatkan infrastruktur dan keselamatan saat bersepeda, dikutip dari laman de.luko.eu, Senin (29/8/2022).

     

    Dari 90 negara yang termasuk dalam daftar Global Bicycle Cities Index 2022, Jakarta masuk dalam urutan ke-85.

    Jakarta memperoleh total skor 21,66 poin, 0,58 poin lebih rendah dibandingkan Hongkong yang berada di peringkat ke-84. Sementara, skor Jakarta lebih tinggi 0,31 poin dibandingkan kota Moskow.

    Baca: Slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih manusiawi

    Secara detil berikut kota ramah sepeda menurut studi tersebut: 

    1. Utrecht, Belanda dengan skor 77,84 poin. 

    2. Munster, Jerman dengan skor 65,93 poin.

    3. Antwerp Belgia dengan skor 60,51 poin.

    4. Copenhagen di Denmark dengan skor 60,46 poin. 

    5. Amsterdam, ibu kota Belanda, dengan skor 60,24 poin.

    6. Malmo, Swedia dengan skor indeks 55,88 poin.

    7. Hangzhou, kota di China, dengan skor 52,55 poin.

    8-10. Bern (Swiss), Bremen (Jerman), dan Hannover (Jerman) dengan skor masing-masing 48,76 poin, 47,81 poin, dan 46,7 poin.

    Baca: Mengintip penataan kawasan TOD di Jakarta

     

  • Catat! Ini Dua Kota Paling Ramah Lingkungan di Dunia

    Catat! Ini Dua Kota Paling Ramah Lingkungan di Dunia

    7cloud.asia – Di tengah kekhawatiran dampak perubahan iklim, ada kabar baik yang patut disyukuri, yakni semakin banyak kota di dunia yang menghargai alam dan mengupayakan kehidupan yang lebih ramah lingkungan.

    Tidak ada memang kota yang sempurna, dan banyak kota yang harus menempuh jalan panjang sebelum layak disebut ramah lingkungan, namun semakin banyak kota yang kualitas hidupnya meningkat.

    Itu semua dicapai berkat upaya terus menerus oleh otoritas kota untuk melestarikan dan melindungi lingkungan sehingga kemudian layak disebut sebagai kota ramah lingkungan.

    Baca: Empat kota ini sangat ramah untuk pejalan kaki

    Upaya kota untuk menjadi ramah lingkungan antara lain dengan menekan emisi karbon, serta memfasilitasi warganya untuk menjalani gay ahidup ramah lingkungan.

    Secara global, pemerintah dan otoritas kota mendapat tekanan dari penduduknya sendiri, terutama Generasi Z, yang dikenal sensitif pada isu lingkungan dan terus  mendorong negara-negara untuk menempuh pendekatan baru yang lebih berkelanjutan.

    Lantas kota apa saja yang layak disebut sebagai kota paling ramah lingkungan di dunia?

    Baca: Daftar kota ramah pesepeda

    Dilansir pointship.com pada Juli 2022 lalu, Kopenhagen, ibu kota Denmark berada di posisi teratas sebagai kota yang paling ramah lingkungan di dunia.

    Berkat dedikasinya untuk mengembangkan gaya hidup keberlanjutan dan ramah lingkungan, Kopenhagen berulang kali dinobatkan sebagai kota paling ramah lingkungan di dunia.

    Otoritas kota Kopenhagen sangat menghargai pengguna sepeda dan berharap setengah dari penduduknya bersepeda ke kantor atau sekolah pada tahun 2022.

    Kopenhagen dinobatkan menjadi kota paling ramah lingkungan di dunia berkat investasi berkelanjutan dalam alternatif hijau.

    Baca: Bogota berhasil sukses terapkan konsep TOD

    Otoritas kota Kopenhagen terus menerus memperkenalkan inisiatif baru untuk mempromosikan cara hidup yang ramah lingkungan.

    Rencana ambisius kota Kopenhagen untuk menjadi lebih ramah lingkungan itu dilakukan sambil tetap menyediakan kualitas hidup yang baik bagi warganya.

    Pada tahun 2025, Kopenhagen akan berstatus netral atau nol karbondioksida atau CO2.

    Di kota ini keluarga yang memiliki mobil hanya 29 persen atau kurang dari sepertiga jumlah penduduk di sana.

    Baca: Penataan kawasan TOD guna kurangi kemacetan di Jakarta

    Otoritas Kopenhagen telah menambahkan jalur sepeda ekstra karena lebih banyak orang yang lebih suka bersepeda daripada mengemudi untuk berkeliling.

    Karena sebagian besar hotel kota sekarang meminjamkan sepeda kepada pengunjungnya. Bersepeda menjadi lebih disukai.

    Tren yang berkembang di kota adalah makan organik; 24 persen dari makanan yang dijual di Kopenhagen adalah makanan organik yang dihasilkan sendiri warganya.

    Selain itu, 88 persen makanan yang disajikan di lembaga publik adalah makanan organik. 

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Di posisi kedua kota ramah lingkungan, ada kota Amsterdam Belanda. Sudah lama Amsterdam dikenal memiliki lebih banyak sepeda daripada jumlah penduduknya.

    Begitu banyak sepeda yang ditemukan ditumpuk satu sama lain di jalanan kota amsterdam ini.

    Amsterdam juga dikenal sebagai salah satu kota yang paling ramah sepeda di dunia. Bersepeda tidak hanya mempromosikan populasi yang sehat tetapi juga menurunkan emisi karbon.

    Pengenalan kendaraan listrik di sekitar kota, menjadi faktor lain yang membuat Amsterdan sebagai kota ramah lingkungan.

    Baca: Tiga kota di Indonesia yang dinilai ramah lingkungan

    Otoritas kota Amstersam telah membangun setidaknya 300 stasiun pengisian baterai listrik untuk membatasi jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.

    Rumah-rumah di Amsterdam juga berusaha menjadi lebih ramah lingkungan dan menerapkan gaya hidup hijau.

    Mengunjungi Amsterdam, kita akan melihat begitu banyak banyak pemilik rumah yang memasang panel surya di atap mereka.

    Tak hanya itu, warga Amsterdam juga memproduksi makanan mereka sendiri, atau membelinya dari pasar petani setempat, yang semuanya berkontribusi pada ekonomi lokal.

    Baca: Kawasan Malioboro akan diubah jadi zona rendah emisi

  • Kota Manado, Kota di Negeri Jauh yang Indah

    Kota Manado, Kota di Negeri Jauh yang Indah

    7cloud.asia – Selamat sore pembaca 7cloud.asia yang setia. Kali ini cerita kota akan mengisahkan kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara.

    Manado, merupakan kota terbesar kedua di Sulawesi setelah Makassar. Kota yang indah. Terletak di tepi pantai, Manado dikelilingi bukit landai, bergelombang, dan barisan pegunungan yang hijau.

    Sisi barat Kota Manado menghadirkan view laut biru, yang dihiasi tiga pulau eksotik yaitu Bunaken, Manado Tua dan Siladen, yang terkenal dengan pesona  bawah lautnya.

    Hari jadi Kota Manado dirayakan setiap tanggal 14 Juli, sedangkan Kota Manado diyakini ada sejak 1623. Tahun ini Kota Manado merayakan HUT-nya yang ke-400 atau telah berusia 4 abad. 

    Baca: Sejarah Jakarta, dari Jayakarta menjadi Batavia kemudian jadi Jakarta

    Dilansir manadokota.go.id, hari jadi kota Manado merupakan momentum yang mengemas tiga peristiwa bersejarah sekaligus. Tanggal 14, diambil dari peristiwa heroik yaitu peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946.

    Bulan Juli yang diambil dari unsur yuridis yaitu bulan Juli 1919, yaitu munculnya Besluit Gubernur Jenderal tentang penetapan Gewest Manado sebagai Staatgemeente dikeluarkan.

    Sedangkan tahun 1623 yang diambil dari unsur historis yaitu tahun di mana nama Kota Manado telah dikenal dan digunakan dalam surat-surat resmi. 

    Namun demikian, hingga kini asal usul nama Manado belum terdokumentasi secara lengkap, kecuali yang dimiliki oleh bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda) yang datang ke Manado karena kekayaan alamnya.

    Baca: Kota Salatiga, salah satu kota tertua di Indonesia

    Asal muasal nama Manado masih diperdebatkan. Para akademisi dan tetua masyarakat masih berbeda pendapat. Banyak versi yang mencoba memberikan interpretasi soal asal mula nama Kota Manado.

    Wenang adalah nama pertama wilayah yang masuk bagian Minahasa ini sebelum berganti nama menjadi Kota Manado.

    Menurut Prof. Geraldine Manoppo-Watupongoh, pergantian nama Wenang menjadi Manado dilakukan oleh Spanyol pada tahun 1682. Menurutnya, Manado diambil dari nama pulau di sebelah Bunaken, yaitu pulau Manado (kini Manado Tua).

    Sumber lainnya menyebutkan bahwa penggantian Wenang menjadi Manado bukan dilakukan oleh Spanyol, tetapi oleh Belanda. Sebab tahun 1682 yang berkuasa dan menjajah Sulawesi Utara bukan lagi bangsa Spanyol, tetapi VOC Belanda.

    Baca: Kota Kupang, dari Lou Kopan yang pernah jadi rebutan Belanda dan Portugis

    Kelompok ini menyuguhkan bukti, pada tahun 1677 sampai 31 Agustus 1682, gubernur jenderal Hindia Belanda di Ternate, Dr. Robertus Padtbrugge datang di Manado mencatat sisa-sisa penduduk kerajaan Bowontehu (kini Manado Tua) termasuk yang ada di Sindulang.

    Mengapa Wenang harus diganti menjadi Manado? Dalam dokumen dan surat-surat penting bangsa Portugis, Spanyol dan Belanda, nama Manado banyak tercantum dan lebih dikenal dibanding Wenang.

    Tahun 1623, nama Manado mulai dikenal dan digunakan di dalam surat-surat resmi. Itulah alasannya sehingga Wenang diganti menjadi Manado.

    Untuk menjaga nilai sejarahnya, di belakang kata Manado ditambahkan kata tua, sehingga menjadi Manado Tua hingga saat ini.

    Baca: Makna sumbu filoosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Versi lainnya menyebut bahwa nama Manado sebelumnya adalah Pogidon. Pogidon sering diidentikan dengan Wenang.

    Benarkah Pogidon sama dengan Wenang? Sejatinya, Pogidon dan Wenang, adalah dua negeri yang berbeda.

    Wenang adalah negeri yang besar dan luas, yang kemudian namanya diubah menjadi Manado; sedangkan Pogidon adalah lokasi pemukiman kecil, yang merupakan bagian dari wilayah Wenang.

    Pogidon merupakan akronim dari opo Gidon (nama pemimpin/leluhur Bantik), yang membangun negeri Pogidon.

    Baca: Malioboro ditataulang sesuai peran dan posisinya di Sumbu Filosofi

    Seiring dengan perjalanan waktu, sebutan opo Gidon berubah menjadi Po Gidon, lalu penulisannya dirangkai menjadi Pogidon dan digunakan sebagai nama pemukiman.

    Sebelum menjadi lokasi pemukiman, negeri Pogidon banyak ditumbuhi pohon Wenang (Macaranga Hispida), yang dalam bahasa Bantik disebut Benang, sehingga negeri Pogidon oleh sub etnis Bantik disebut juga dengan nama Benang (bukan Wenang).

    Sebagai nama pohon Macaranga Hispida, Wenang dan Pogidon memiliki arti yang sama; namun sebagai lokasi pemukiman, negeri atau wanua Pogidon tidak sama dengan Wenang.

    Dari bahasa mana Manado berasal? Kata Manado berasal dari bahasa daerah sub etnis di Sulawesi Utara. Penyebutannya berdasarkan dialek masing-masing. Bangsa Eropa menyebutnya berdasarkan lidah mereka.

    Baca: Stasiun Tugu, Terowongan dan fungsinya di Sumbu Filosofi

    Orang Portugis menyebutnya Moradores; orang Spanyol menyebutnya Manados; Nicolaas Graafland (seorang Pendeta asal Belanda yang bertugas di Tanawangko dan Sonder) di dalam judul bukunya menyebut Manadorezen;

    Sementara pejabat kompeni Belanda menyebutnya Manado’s Gebied, yang artinya daerah Manado ini atau kawasan Manado; Simao d’Abreu dan Antonio Galvao menyebutnya Manada, yang artinya kawanan, maksudnya kawanan pulau; dan orang Eropa lainnya menyebutnya Manado.

    Berbagai versi penyebutan nama Manado yang berbeda tersebut diperkirakan karena kesalahan penulisan atau penyalinan, atau mungkin karena pengaruh pendengaran orang Eropa terhadap dialek bahasa lokal.

    Jika benar demikian, itu adalah hal yang lumrah, sebab sampai kini masih banyak orang salah menyebut dan menulis nama Manado menjadi Menado.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Walaupun kata Manado berasal dari bahasa lokal, namun kata yang hampir punah ini diwarisi dari dokumen-dokumen bangsa Eropa.

    Di dalam dokumen disebutkan bahwa nama Manado ditemukan oleh pelaut Portugis bernama Simao d’Abreu pada tahun 1523, dan merupakan pulau yang sudah berpenghuni sejak tahun 1339.

    Namun Simao d’Abreu tidak mempublikasikan hasil temuannya itu. Nanti 32 tahun kemudian, yaitu tahun 1555, hasil temuannya dipublikasikan oleh Antonio Galvao, mantan gubernur Portugis di Maluku, di dalam bukunya yang berjudul Tratado.

    Di dalam Tratado diuraikan kalimat pendek yang berbunyi, “Ou eram vista das ilhas de Manada…”, yang artinya “mereka melihat Manada ….”

    Manada di dalam bahasa Portugis bukan Manado, tetapi kawanan pulau. Bisa jadi kawanan pulau yang dimaksud adalah Manado Tua, Bunaken, Siladen, Mantehage dan pulau Nain. Dua pulau yang disebutkan terakhir adalah wilayah Minahasa Utara.

    Baca: Seperti ini rencana penataan Stasiun Manggarai

    Nicolaas Desliens pada tahun 1541, adalah orang Eropa lainnya asal Prancis mencantumkan nama Manado di peta dunia. Dari mana Desliens mendapatkan nama Manado? Kemungkinan dia mendapatkannya dari Simao d’Abreu.

    Jika hal ini benar, berarti d’Abreu telah membocorkan informasi rahasia; sebab saat itu bangsa Portugis menerapkan politik tutup mulut sebagai kebijakan bagian distrik (politica de sigilio).

    Artinya semua yang mereka temukan tidak boleh diketahui oleh bangsa Eropa lainnya. Manado yang dimaksudkan oleh Simao d’Abreu dan Antonio Galvao adalah Manado yang kini namanya berubah menjadi Manado Tua.

    Bukan hanya orang Eropa yang memiliki banyak versi tentang nama Manado. Etnis dan sub etnis di Sulawesi Utara pun memiliki nama yang berbeda tentang Manado.

    Baca: Pengembangan kawasan dengan konsep TOD di Jakarta

    Manado dalam bahasa tua Tombulu disebut Manaror, sub etnis Tontemboan menyebutnya Manarow, etnis Sangihe menyebutnya Manaro. Tak satu pun etnis dan sub etnis di Sulawesi Utara yang menyebut Manado mirip dengan apa yang didengar oleh Simao d’Abreu dan yang ditulis oleh Antonio Galvao, yaitu Manada.

    Walaupun terdiri dari berbagai versi berbeda, tetapi yang pasti kata Manado adalah bahasa lokal di Sulawesi Utara yang hampir punah.

    Nama Manado yang dikenal saat ini berasal dari kata Manarow atau Manadou (bahasa daerah Minahasa), yang artinya “di jauh”;

    Sebutan ini hampir sama dengan bahasa Sangihe, yaitu Manaro, yang artinya juga “dijauh” atau “negeri yang jauh”.

    Esti Utami, dari berbagai sumber.

     

     

  • Data IQAir Sebut Kualitas Udara Sejumlah Kota Menurun, Kota Serang dan Tangsel Jadi yang Terburuk

    Data IQAir Sebut Kualitas Udara Sejumlah Kota Menurun, Kota Serang dan Tangsel Jadi yang Terburuk

    7cloud.asia – Memasuki musim kemarau, kualitas udara di sejumlah kota di Indonesia memburuk.

    Dilansir IQAir, di musim kemarau ini, kadar polutan PM 2,5 yang mencemari udara kota naik signifikan. Ini yang menyebabkan kualitas udara di sejumlah kota menurun.

    Dalam data yang dirilis IQAir pada Kamis (10/8/2023) pukul 12:35 WIB, indeks kadar PM 2,5 di sejumlah kota telah mengakibatkan kualitas udara bisa dinyatakan melampaui batas tidak sehat.

    Menurut acuan IQAir, skor indeks pada rentang 0-50 artinya memiliki kualitas udara baik, sementara rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang, dan rentang 101-150 kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif.

    Baca: Awas polusi udara dapat memicu hipertensi

    Berikutnya, kualitas udara tidak sehat memiliki rentang 151-200, lalu kualitas udara sangat tidak sehat berada di rentang 201-300, dan kualitas udara berbahaya memiliki rentang lebih dari 301.

    Berikut 10 kota dengan terpolusi di Indonesia menurut IQAir.

    1. Kota Serang, Provinsi Banten indeks 164

    2. Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten indeks 164

    3. Jakarta, Jakarta indeks 161

    4. Kota Tangerang, Provinsi Banten indeks 161

    5. Kota Semarang, Jawa Tengah indeks 157

    Baca: Juni lalu, Jakarta jaid kota terpolusi di dunia

    6. Kota Bandung, Jawa Barat indeks 155

    7. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta indeks 151

    8. Kabupaten Malang, Jawa Timur indeks 141

    9. Kota Mempawah, Kalimantan Barat indeks 122

    10. Bengkulu, Bengkulu indeks 114

    Sejumlah cara bisa dilakukan untuk mengurangi polusi udara sekaligus meningkatkan kualitas udara di kota. Antara lain dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, memperbanyak tanaman hijau.

    Baca:  8 Tanaman ini efektif kurangi polusi udara